
Tepukan tangan yang terdengar sontak menjadi pengalih perhatian. Dalam suasana semacam ini, siapa yang berani bertindak seperti itu?
Reutania Kingdom? Jelas tidak karena dengan melihat reaksi But saja, orang normal akan takut bukan kepalang karena mereka dapat menjadi sasaran berikutnya setelah Yuzu.
Kalau begitu, Beatria Union? Kemungkinan itu jelas dikecualikan. Dengan keadaan mereka saat ini yang jatuh ke dasar jurang, siapa yang dapat bertepuk tangan?
Dengan semua kemungkinan itu, jelas bahwa asal suara itu haruslah pihak ketiga.
Rambut hitam berkilau, seolah ingin menyatu dengan gelapnya malam. Mata hitamnya pun sama dinginnya, berkeinginan menyedot jiwa mereka yang menatapnya terlalu lama. Dengan telinga panjang tanggung yang menyerupai Elf tapi juga tidak, bibir pemuda itu melengkung tipis menjadi sebuah senyum dingin.
Sebuah tombak ungu gelap bersarang di tangannya, seolah melengkapi image akan bagaimana sifat pemuda itu.
Jika saja dia mengatakan beberapa kalimat seperti ‘Sungguh drama yang mengagumkan untuk ditonton’. Atau ‘Apa aku telah mengganggu drama kalian’? Mungkin penampilan yang akan dia berikan pada orang-orang ini akan melengkapi tindakan pertamanya.
Namun, dia tidak melakukan apresiasi semacam itu pada ‘drama’ yang baru saja berlangsung dan hanya diam. Menatap lekat-lekat pada tokoh sentral dalam adegan sebelumnya.
Tidak perlu ditanyakan lagi, pemuda itu adalah Rion. Setelah mengikuti orang yang melarikan diri darinya —Dian— dengan melacak keberadaan orang itu menggunakan [Magic: Trace], dia tetap mengawasi di jarak yang cukup untuk melacak pergerakan pihak lain. Meski dalam banyak hal sihir ini sangat fleksibel, tapi itu bukan berarti tanpa batasan dalam menjaga pengawasannya.
Dia menyaksikan bagaimana pertukaran antara But dan Yuzu sebelumnya dengan sorot acuh tak acuh, tapi ketertarikan kuat terlihat disembunyikan di sudut matanya. Perubahan situasi telah terjadi dengan sangat cepat, bahkan Rion kerap kali harus mengangkat alis terhadap ‘letupan’ demi letupan kecil yang terjadi.
Lebih daripada itu, dia menatap sosok Dian tajam sebelum beralih ke diri But. Mendapati beberapa hal unik yang dilakukan oleh orang dikenal, beberapa perasaan kecil muncul di hatinya. Namun, itu tak menghalanginya dari tujuan utama. Dengan Dian yang menuju ke Manor Kota Sourt, jelas di pihak siapa mereka kini.
Namun, dia tak sendiri dan dua sosok lain mulai terlihat di belakang Rion.
__ADS_1
Seorang gadis berambut perak yang memiliki kelokan tak manusiawi, tapi pada saat yang bersamaan sangat mencerminkan sifat manusia. Dengan mata violetnya, dia menatap sekitar dengan mata acuh tak acuh pada pandangan pertama, tapi tak bisa disangkal bahwa itu adalah pandangan yang dingin.
Lalu seorang gadis kecil dengan rambut hitam dan mata biru mengikuti. Memiliki nuansa kontras tersendiri padanya, tapi daya tarik kedua orang sebelumnya telah merebut banyak mata darinya. Lily dan Yurei pun tiba, meski dalam banyak hal, kondisi Yurei masih belum sepenuhnya stabil.
“Rion, bukankah semua sudah menjadi jelas?”
“Begitulah, Lily.” Memejamkan mata sejenak, Rion menatap But sekali lagi dengan tatapan ‘Kau tahu apa yang kami maksud’ sebelum mengalihkan pandangannya ke tim Night Eye berada.
Matanya menyapu ke sekitar sebelum berhenti pada Yuzu. Harus Rion akui bahwa dia tak mengerti dengan jelas apa yang sebenarnya tengah terjadi. Namun, tak sulit baginya untuk memperkirakan apa terjadi dan apa yang mendasari peristiwa ini.
Melirik ke belakang saja, semua sudah dapat dimengerti, dan itu membuat Rion mengangguk ringan.
Mulai dari gerakan besar-besaran Reutania terhadap sosok yang meratakan Overflow sendirian. Bagaimana tim Night Eye dapat menjadi mencapai Kota Sourt padahal kota ini memiliki pertahanan terketat dengan cukup ‘mudah’. Yang terakhir, adalah bagaimana hubungan di antara keduanya.
Dari kedua hal itu, Rion tahu bahwa ada satu kesamaan, pencarian akan dirinya.
Juga bukanlah hal yang mustahil bahwa semua itu dapat terjadi. Di sisi lain, ini telah menjelaskan bagaimana bisa terdapat mata lain yang mengikuti tim Night Eye tanpa dapat mereka sadari.
Meski setelah sampai di sini lalu memilih sikap tunggu dan lihat hanya untuk mendapati beberapa fakta tersembunyi, Rion tak dapat banyak berkata-kata. Namun, fakta bahwa Yuzu memilih untuk tetap menjaga informasi tentangnya —meski sebelumnya tetap memberi informasi relevan pada Reutania— membuatnya telah memutuskan untuk membantu mereka secara penuh.
Bahkan jika pun dia tak didorong oleh kondisi yang ada, Rion mungkin tetap akan memberi sedikit ‘guncangan’ pada pihak Reutania. Bagaimanapun, mereka harus membayar atas tindakannya pada Yurei, dan walau dia tak ingin melakukan itu, Lily akan tetap melakukan hal serupa.
Keadaan yang telah berkembang hingga titik ini telah membuat semua menjadi jelas, hubungan antara Rion dan Reutania berseberangan. Setidaknya itu di Benua Zestia, dan untuk Benua Sylius, Rion masih memilih sikap netral. Satu sisi karena masalah ini tak terlampau besar, dan di sisi lain, ini tak seberapa hingga dia harus menyamaratakan Reutania dengan Eugary Empire.
__ADS_1
Bagaimanapun, Rion tak ingin ada banyak variabel yang mengganggu dalam urusan antara dirinya dan Eugary Empire di masa mendatang.
Selain itu, keberadaan tim Night Eye serta Ci sendiri dapat dikatakan sebagai amunisi tambahan, meski kondisi mereka kini memprihatinkan. Namun, seperti kata pepatah, ‘musuh dari musuh adalah teman’ dan ‘dua lebih baik dari hanya satu’ ... bahkan jika itu sementara hal ini masih dapat dia toleransi.
Hubungan Rion dengan Beatria Union jelas bukanlah bentuk hubungan negatif. Yah, walau Beatria Union sendiri memiliki sikap untuk mengorek beberapa informasi tentangnya, tapi setidaknya itu tak mencapai titik pembahayaan terhadap ‘keluarga (?)’-nya. Dalam kesempatan ini, bukankah ini peluang untuk membuat mereka tak akan mencapai titik permusuhan?
Mungkin mereka harus sedikit bersyukur bahwa tujuan sebenarnya dari misi yang Ci terima tidak bocor. Jika tidak, kemungkinan besar Rion hanya akan melihat ‘drama’ ini sampai habis.
Walau dia memiliki beberapa perasaan halus tentang tim Night Eye, jelas sudah bahwa perasaan itu tak mencapai titik dia akan bertindak jika pihak lain terluka. Dalam pandangan Rion, dirinya telah membalas bantuan tak langsung dari tim Night Eye sebelumnya.
Bahkan Rion mungkin tak akan banyak tindakan jika pun itu adalah Lily. Jika gadis itu tak dapat mengatasi suatu hal, maka dia takut tak akan dapat berbuat banyak karena kekuatan Lily jauh di atasnya. Sekarang pun dirinya baru melihat puncak dari gunung es.
“Kau tak perlu mencari terlalu jauh, orang yang kau cari kini berada tepat di depanmu.” Rion memilih memproklamirkan dirinya, tak ada gunanya bersembunyi. Selain itu, dia bahkan telah keluar tanpa penyamaran lagi dan apakah kini hal itu perlu ditutupi?
“Hoh ....”
Suara itu keluar dari celah mulut But, seolah tak peduli tapi dia telah sepenuhnya memperhatikan pihak lain dengan cermat. Namun, tak lama kemudian dia mengerutkan kening.
Fluktuasi energi yang pemuda itu keluarkan itu kacau, tak dapat dia rasakan dengan jelas dan sulit dibaca. Di sisi lain, bahkan gadis kecil yang seolah tak berbahaya sebelum kini memancarkan fluktuasi energi di tingkat akhir Platinum level. Berbeda jauh dengan sebelumnya, seolah rantai yang selama ini menahannya telah dilepas.
Namun, lebih daripada dua keanehan itu, kondisi gadis berambut perak lebih mengkhawatirkan. But, dia sama sekali tak dapat merasakan fluktuasi energi apa pun, membuatnya terlihat sebagai orang normal dan bukan pengguna daya.
Meski begitu, akankah ada orang normal yang berjalan ke medan pertempuran dengan eloknya? Jelas bahwa hal itu tidak, dan semua itu membuat lipatan yang muncul di dahi But semakin dalam. Entah gadis itu memang orang normal sinting atau kemungkinan lain yang tak dia ketahui, dirinya merasakan beberapa perasaan aneh dari ketiga orang itu.
__ADS_1
Masih dengan sikap yang tak berubah dari sebelumnya, Rion bertanya, “Jadi, bisakah kau meladeni beberapa tuntutan yang kami miliki?”
Perkataan yang sungguh ringan untuk dia katakan, tapi sebuah bom berat justru terkandung dalam perkataan ringan Rion.