
Pemberitahuan segera dikeluarkan setelah persetujuan dan kesediaan telah dipastikan. Tak lama kemudian, informasi mengenai pembentukan tim baru di mana mereka menjadi anggota pun segera sampai ke telinga seluruh pihak yang bersangkutan.
Di salah satu ruangan barak yang menjadi tempat yang ditentukan untuk pengarahan dan pembentukan tim mulai diisi dengan mereka yang terkait. Dengan sapaan ringan kepada orang di ruangan yang jelas nantinya akan menjadi rekan setimnya, orang-orang ini mulai berbaur satu sama lain.
Sosok terakhir pun datang ke ruangan ini, membuat kelima orang yang telah terlebih dahulu sampai menjadi fokus. Namun, dia tak sendiri terlihat kepala pasukan keamanan bersama masuk bersamanya.
Dengan pakaian yang telah berganti sepenuhnya, Huge kini kembali mengenakan pakaian yang telah lama dia tinggalkan. Menenangkan dirinya yang masih terasa lemah, dia memandang orang-orang ini.
“Perkenalkan, saya adalah kapten dari tim yang akan dibentuk, Huge,” sapanya pada anggota lain. “Untuk saat ini, silahkan memperkenalkan diri satu sama lain untuk dapat mempererat kesatuan tim,” sambungnya.
Meski sebenarnya Huge telah mengetahui latar dan kekuatan masing-masing pihak, dia tetap menjalankan prosedur yang telah ada sejauh ini.
Menyambut niat Huge, yang lain pun berdiri dan mulai mengenalkan dirinya satu sama lain
Secara ringkas mereka itu adalah Rico, seorang pengguna teknik pertempuran dengan senjata utama berupa pedang besar sekaligus pengguna kemampuan. Dia berada di tingkat kekuatan gold level 5.
Lalu Kent, pengguna teknik pertempuran dengan senjata utama busur yang berada di tingkat kekuatan gold level 3.
Kemudian Tue, seorang penyihir yang mengkhususkan diri dalam sihir elemen api dengan tingkat kekuatan gold level 4.
Juga tak ketinggalan Dany yang merupakan pengguna teknik pertempuran tangan kosong di tingkat gold level 3.
Serta Ernest, seorang ahli taktik dan penyihir (?) yang baru menapakkan kakinya di ranah pelatihan kekuatan dan berada di tingkat bronze level 2.
Setelah perkenalan singkat, tim yang memiliki enam orang anggota ini mulai duduk sesuai apa yang Ditch katakan. Dengan cermat mereka mulai mendengarkan secara seksama arahan misi yang akan dijalankan. Bahkan tanpa perlu diberi tahu pun tim ini telah sadar akan pentingnya misi mereka, membuat Ditch turun tangan secara langsung untuk memberi arahan adalah bukti sederhananya.
Arahan misi sebenarnya tak jauh berbeda dari operasi yang pernah dilakukan Dany, tapi bertambahnya informasi yang dimiliki membuat arahan ini lebih kompleks dan mendalam.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk menunggu, tim dengan nama resmi ‘Case Bag’ Ini mulai bergerak menuju ke kedalaman hutam.
Huge berada tepat di samping kanan Ernest, melindunginya dari kemungkinan serangan kejutan mengingat Ernest merupakan orang paling lemah dalam tim ini. Sedangkan Tue mulai merapalkan sihir deteksi, Rico telah bersiaga di depan dengan posisi siap. Untuk Kent dia telah mengekor tak jauh dari posisi Rico saat dia mulai menjaga bagian samping kiri. Anggota terakhir mereka, Dany telah bergerak paling belakang sekaligus menjaganya.
Dengan demikian, formasi yang seperti terdapat tiga zona pun terbentuk. Di mana Ernest dan Tue berada di zona terdalam membuat keselamatan mereka jelas diprioritaskan, Kent di zona tengah yang membuatnya lebih dapat bergerak lebih, sementara Dany, Huge, dan Rico menjaga zona terluar dan siap menjadi batu karang.
Hutan yang rimbun membuat mereka semua tidak dapat menurunkan penjagaan mereka sedikit pun pada lingkungan sekitar, dan menaikkannya hingga titik tertinggi.
Mereka sadar bahwa mereka pernah melakukan kesalahan fatal dan jelas tidak ingin mengulangi untuk kedua kalinya. Seluruh perhatian difokuskan pada lingkungan sekitar, membuat gerakan sekecil apa pun akan segera diketahui oleh mereka.
“Ada yang mendekat.”
Semua orang bersiaga setelah menerima peringatan dari Tue. Kent mulai agak menjauh dari arah yang dimaksud Tue, memasang anak panah di busur dan mulai mencari titik tembak ideal.
Saat gerakan kecil tertangkap oleh matanya, anak panah dilepaskan dengan cepat.
Anak panah saling bersahutan, meski terlihat agak terlambat tapi pihak lain segera membalas anak panah Kent, membuat serangan mereka bersilangan di udara.
Seolah menjadi tanda pembukaan konfrontasi, Rico segera berlari ke arah yang ditunjuk. “Aahh! Great Swing!”
Pedang besar di tangan Rico berayun cepat, membuat desiran angin yang menangkis anak panah musuh. Dengan segera memaksa mereka untuk menampakkan diri.
Konfrontasi yang dibuka membuat momentum pertempuran berada di pihak mereka, tak hanya Rico dan Kent yang aktif. Dany juga mulai secara aktif menghadapi lawannya. Namun, dia tetap mempertahankan jarak aman antara dirinya dengan rekannya yang lain.
Memiliki ruang yang leluasa untuknya, staf di tangan Tue mulai mengeluarkan kemilau merah terang di sekitarnya. Saat staf diangkat tinggi-tinggi, sebuah sihir dilepaskan. “Magic: Booming!”
Api besar segera terwujud, nyala terang itu segera menelan pepohonan di sekitar dengan nyala terangnya. Namun, kepulan asap tak luput dan segera memenuhi pandangan.
__ADS_1
Memanfaatkan situasi, Ernest yang terus disembunyikan Huge bersamanya dengan cepat menghilang dari tempatnya sebelum penglihatan musuh pulih.
Mengatasi situasi segera, cahaya sihir lain segera membalas. “Magic: Wind Slash!”
Bilah angin menuju ke arah Rico saat dia tertangkap lengah, tapi Dany segera maju dan menghadang serangan itu. Jika bicara soal keluwesan maka jelas bahwa dia lebih unggul dari Rico, saling tersenyum satu sama lain, mereka memahami maksud dan menerjang ke depan memulai konfrontasi langsung ini ke tahap berikutnya.
BOOM!
Suara dentuman dan ledakan terus menggema, tapi entah ledakan ke berapa kali yang telah terdengar, sudah tak dihitung lagi.
Hutan di sekitar telah kehilangan bentuk asrinya. Warna hijau yang biasanya mendominasi berganti dengan hitam arang, setelah tanah yang dipijak tercongkel dan tenggelam semaunya.
Menggerakkan giginya, salah satu bandit berteriak, “Lepaskan para ternak mati itu!”
Sekitar 11-13 orang keluar dari persembunyian, mereka adalah tentara bayaran yang akhirnya berpihak pada para bandit ini dan selamat pada serangan yang dilakukan Reutania Kingdom sebelumnya.
Dengan wajah kuyu mereka mencoba melawan, meski sebenarnya tahu bahwa mereka telah menjadi pakan meriam sekali lagi, tapi tak ada yang dapat diperbuat. Bagaimanapun, bahkan jika mereka tidak mengikuti perintah mereka akan tewas karena tindakan sebelumnya, setelah melawan prajurit utusan Reutania mereka sadar bahwa tak ada jalan kembali.
Mungkin seperti judi di mana mereka berharap keberuntungan ada di pihak mereka, membuat mereka masih dapat melihat mentari terbit di hari esok.
Menghadapi gerombolan yang datang ke arahnya Rico tersenyum tipis, saat pedang besarnya diposisikan di depan dia siap memulai.
“Gigantic!”
Aura abu-abu gelap seolah menguasai tubuh Rico, menelannya dan terus mengoyak setiap otot hingga terus membesar menjadi bentuk raksasa humanoid setinggi 3 meter. Pedang besar di tangannya kini tampak seperti pedang normal dengan proporsi tubuhnya ini.
Suara geraman rendah terdengar sebelum Rico mulai mengayunkan pedangnya dengan liar.
__ADS_1