
Matahari telah lelah akan kesibukannya hari ini. Dengan cahaya yang kian redup, dia kembali ke ufuk dan malam mulai hadir.
Bersama dengan situasi yang telah menunjukkan waktunya, Tim Night Eye mulai bergerak di bawah cahaya rembulan.
Rencana yang sebelumnya tertahan kini mulai berjalan kembali. Memanfaatkan perhatian para penjaga yang teralihkan sejenak demi menanggapi penjaga lain yang akan menggantikan mereka, mudah bagi tim ini untuk dapat memasuki kota.
Dengan banyak pengalaman misi infiltrasi, dan beberapa pengalaman keras seperti saat mereka menyusup ke Benteng Arcchild Penyusunan kali ini tak menemui banyak hambatan sulit. Hanya beberapa konsentrasi lebihlah yang harus dimiliki Yuzu agar dapat terus mempertahankan sihir penyamaran yang diterapkan pada seluruh tim.
Meski mendapati bahwa penyusupan mereka rak mendapat hambatan berarti, bukan berarti bahwa Xion dapat mengambil napas lega. Menyewa dua buah kamar penginapan, mereka hendak mempelajari situasi keseluruhan agar dapat bertindak dengan tepat.
Kamar dengan dua tempat tidur dan berukuran cukup besar adalah tempat yang Xion dan Yuzu dapatkan. Dapat dikatakan bahwa kamar ini cukup mewah.
Menjatuh diri ke ranjang, Xion segera membenamkan dirinya. Mencoba melepaskan rasa lelah yang menumpuk pada tubuh dan ototnya selama ini.
Melihat tingkah Xion, Yuzu menempatkan tangan di dahinya. “Ahh ... kebiasaanmu sama sekali tak berubah Kapten, kau selalu langsung seperti ini.”
“Bukannya apa-apa Yuzu, tapi kita akan segera bertindak kembali segera setelah aktivitas penduduk mulai terlelap. Karena kita juga tak bisa bertindak sembarangan, kita akan tinggal selama beberapa hari. Jadi pastikan kau dalam keadaan prima, tekanan misi ini jauh lebih besar daripada yang terlihat.”
“Ya, setidaknya misi ini tak seberat itu,” gumam Yuzu hingga tak dapat didengar siapa pun.
Menatap Yuzu yang tengah berganti baju, Xion bertanya, “Oh ya, Yuzu. Apa kau tahu apa yang dibicarakan penduduk kota saat kita mencari penginapan? Dengan kemampuan yang kau miliki seharusnya kau mendapat beberapa informasi bukan?”
“Soal itu, kebanyakan hal yang mereka bicarakan sama dengan rumor, tapi di sini ada jauh lebih banyak versi. Namun,” Mengalihkan pandangannya, Yuzu balik menatap Xion. “Entah kenapa aku merasa yakin jika pemuda itu dan pemuda yang kita cari adalah orang yang sama. Aku bahkan tidak dapat menjelaskan dari mana perasaan ini berasal, hanya seolah itu hadir begitu saja.”
Xion memejamkan mata, pikirannya kini berpacu dengan cepat, mencoba membuat rencana untuk situasi sekarang.
Meski tampaknya misi ini akan berjalan dengan berat karena telah dua minggu sejak rumor itu beredar, dan pasti banyak bukti terkait yang telah diamankan Reutania Kingdom.
Memejamkan matanya, Xion semakin tenggelam dalam pikirannya. Tanpa perlu untuk mendengar pendapat Yuzu, sebenarnya dia juga memiliki perasaan bahwa mereka akan segera bertemu dengan pemuda yang mereka cari selama ini.
Namun, di dia kini juga memiliki kekhawatiran lain. Hanya mendengar dengan samar mengenai kekuatan pemuda itu membuatnya takut.
Walau dia tahu bahwa kekuatan tim mereka telah mendapat dorongan besar selama setengah tahun terakhir dengan hadiah dan kompensasi dari misi di Benteng Arcchild. Namun, akankah mereka bahkan dapat bertukar kata?
__ADS_1
Jika pun bisa, mereka harus mengambil sikap seperti apa saat berhadapan dengan orang itu?
Akankah sebagai teman karena orang itu pernah membantu mereka di misi terakhir? Ataukah sebagai musuh karena misi yang mereka jalankan?
Namun, dia juga tahu bahwa isi misi itu sendiri hanya menunjukkan bahwa mereka ditugaskan untuk mengumpulkan informasi dan menyelidiki orang itu. Tidak diberi tahu untuk mengambil sebuah sikap khusus, meski tertulis mungkin pihak lain akan berbahaya.
‘Apakah aku harus memberi informasi bahwa pemuda itu masihlah Elf?’ Namun, gagasan itu segera ditepisnya. Xion sadar bahwa informasi ini hanya akan membuat orang-orang tambah bingung, karena pemuda itu sendiri seperti tak terikat oleh kekuatan tertentu.
Selain itu, Xion sadar bahwa belum mendapatkan apa pun untuk dapat bertahan jika menghadapi pemuda itu jika memang dia milik kekuatan tertentu.
Bahkan dalam kekuatan pribadi saja sulit. Meski selama setengah tahun ini kekuatan mereka memang berkembang, tapi kekuatan pemuda itu pasti berkembang. Apalagi dengan rumor yang sepertinya memang karena ulah pemuda itu, semua tampak semakin mustahil.
Merasakan tepukan pada pipinya, Xion membuka mata. Dalam kegelapan, mata mereka kini mulai bersinar.
‘Sudah waktunya bekerja lagi.’
***
Selama dua hari ke depan, tim Night Eye terus bergerak. Dengan premis bahwa situasi telah sepenuhnya dikenal, mereka mulai melakukan penyelidikan dengan seksama.
Di samping itu, mereka juga mencoba untuk mendapat bukti dari sumber lain. Namun, itu juga masih sulit. Setelah kesulitan yang terus timbul, mereka akhirnya memulai hubungan dengan pasar gelap di Kota Dee, berniat untuk dapat membeli beberapa informasi.
Meski informasi yang beredar di pasar gelap sangat kacau dan tak dapat dibuktikan mana yang fakta dan fiksi. Namun, dengan situasi saat ini itu adalah cara termudah untuk menghimpun informasi skala besar tanpa banyak kecurigaan.
Di reruntuhan yang sebelumnya merupakan mansion. Xion bergerak menjauh dari pengawasan para penjaga yang masih disiagakan di sini, dia bertujuan untuk menyisir tempat ini. Sementara itu, rekannya yang lain berada di reruntuhan lainnya, melakukan hal serupa dengannya.
“Sepertinya tempat ini benar-benar telah dibersihkan secara menyeluruh,” gumam Xion setelah tak dapat menemukan banyak hal.
‘Jika saja kami bergerak lebih cepat, mungkin semua akan berbeda,’ pikirnya menyesali keterlambatan mereka dalam menangkap informasi terbaru.
Bahkan jika informasi itu hanya rumor, setidaknya mereka akan memiliki gerakan yang lebih mudah dari sekarang.
Menggelengkan kepalanya, Xion hendak pergi. Bagaimanapun tak ada yang bisa mereka jadikan petunjuk sekarang. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti.
__ADS_1
Insting Xion tiba-tiba berdering keras, seolah menyuruh dirinya untuk tinggal karena ada petunjuk besar yang tertinggal. Memasang matanya baik-baik, dia kembali menelaah tiap daerah dengan kejelian lebih dari sebelumnya. Sedikit berharap bahwa instingnya tidak salah.
Bola mata Xion terus bergerak, berusaha menemukan sebuah petunjuk, terus dan terus hingga tatapannya tiba-tiba terhenti. Sebuah pusing yang tampak sulit untuk dibersihkan masih berada di sana, tapi bukan itu yang menarik perhatiannya melainkan apa yang ada di balik tumpukan puing itu.
Berjalan mendekat, Xion mulai memindahkan batu-batu yang saling bertumpuk hingga membuat mereka sulit diangkat. Dengan sebuah senyum di wajahnya, dia mengambil sebuah potongan besi yang sebelumnya tertimbun.
Merasakan sebuah energi khusus yang tertinggal, Xion memandangi potongan besi itu seolah ingin menguak energi apa yang dia rasakan.
“Hmm ... sebuah pecahan bilah pedang?” gumamnya setelah melihat potongan itu lebih dekat. Namun, Xion yang tak memiliki banyak waktu pun segera pergi, tindakannya tadi pasti menarik beberapa perhatian.
Saat dia sampai ke penginapan, terlihat semua orang telah kembali, tapi wajah mereka menunjukkan ekspresi khawatir bercampur rasa masam.
“Ah, Kapten, kau akhirnya kembali,” Melihat bahwa Xion telah kembali, Yuzu pun merasa lega.
“Maaf karena sepertinya aku telah merepotkan kalian,” Mencoba menghilangkan rasa tidak nyaman, Xion bertanya, “Apa kalian menemukan sesuatu?”
Namun, jawaban yang datang dari mereka negatif. Membuat Xion menyadari bahwa ekspresi mereka sebelumnya bukan hanya karena keterlambatannya.
“Sebenarnya alasan keterlambatan aku karena aku menemukan ini,” Mengeluarkan pecahan bilah pedang dari tas kecil di pinggangnya, Xion menunjukkan benda itu kepada mereka.
“Apa ini? Sebuah pecahan pedang?”
“Iya, dan sepertinya ada energi khusus yang terkandung di pecahan ini.”
Pada pernyataan Xion kali ini membuat tim itu menunjukkan ketertarikan. Namun, dengan segera hal itu hilang karena mereka hanya merasa bahwa ini hanya potongan besi biasa.
“Sepertinya itu hanya perasaanmu Kapten, kami tak merasakan sesuatu yang khusus dari pecahan ini. Namun ....”
“Ada jejak bau yang sama dari milik pemuda itu?”
Mendengar ini, mereka mengangguk. Hal ini juga membuat semua menjadi jelas, pemuda itu dan pemuda yang mereka cari adalah orang yang sama.
“Kita akan pergi saat pagi tiba. Kurasa aku tak perlu menjelaskan lagi bahwa misi ini akan menjadi lebih berbahaya. Kalian sadar bukan? Secara kasar bau ini mengarah ke utara, dan tempat yang ada di arah itu adalah pusat Reutania Kingdom di benua ini ....”
__ADS_1
Memberi jeda sejenak, sorot mata Xion menjadi serius. “Kota Sourt”