A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 55 : Tak Terhindarkan - 1


__ADS_3

Rion dan Lily kini berdiam diri di penginapan dengan malas. Mereka tak ingin keluar, dan karena masalah beberapa penguntit di belakang mereka kemarin, Lily juga tak dapat memantau perkembangan rencananya secara langsung.


Sekarang langit mulai berwarna jingga. Hari ini juga terasa lain, tak seperti hari-hari sebelumnya, satu demi satu toko pun mulai tutup mengingat jam malam yang diterapkan karena waktu perang dimulai kian mendekat.


Namun, suasana damai sunyi ini tak bertahan lama bagi mereka berdua.


Merasakan pergerakan yang mencurigakan dengan niat permusuhan diarahkan kepadanya, Rion mengumpulkan sedikit sihir di tangannya sebelum dilepaskan. "Magic: Bullet."


Tanpa banyak suara, cairan merah mulai mengalir di beberapa tempat. Terlihat sebuah lubang kecil tercipta di antara celah yang digunakan sebagai tempat bersembunyi, selaras dengan lubang yang juga tercipta tepat di kening mereka, yang sontak membuat mereka tewas seketika.


Rion melompat keluar dari jendela, menuju tempat di mana mayat salah seorang itu berada. Menggeledah mayat itu, dia menemukan perasaan yang akrab.


"Ini pasti ulah mereka, kurasa ini akan sedikit merepotkan kalau tidak segera ditangani," gumam Rion.


Rion mengalihkan pandangan hanya untuk menemukan Lily yang entah sejak kapan telah berada di sampingnya.


"Kau akan menuju markas mereka?" tanya Lily.


"Jika kau mau ikut mungkin ini akan selesai dengan cepat."


Namun, Lily malah menjawab dengan nada cemberut. "Lakukanlah apa yang kau mau," Setelah jeda sejenak, dia melanjutkan, "Bahkan jika kelompok mereka musnah, aku yakin pihak Reutania Kingdom tidak akan memburumu seperti Eugary Empire, Rion."


Sedikit kebingungan mendatangi Rion soal pernyataan Lily, tapi dia tak ingin bertanya dan menjawab ringan. "Kalau begitu aku akan pergi, cabut akar masalah."


Tanpa menunggu jawaban Lily lagi, Rion pergi menuju markas Overflow, dan sepanjang jalan dia menemukan beberapa orang yang bertindak serupa seperti yang lalu. Namun, dengan [Magic: Bullet] yang dia lepaskan tepat mengenai kening orang yang dirasakan mengarahkan niat membunuh padanya, hal itu tak lebih dari sebuah angin baginya.


'Aku rasa mereka ingin mengoleksi informasi tentang kami.'


Menyadari tujuan musuh, Rion mempercepat langkah menuju tempat di mana keberadaan Heran saat ini dia rasakan. Dengan Heran yang menjadi pemandu jalan karena telah dia berikan [Magic: Trace] sebelumnya, perjalanannya menjadi sangat cepat karena tak perlu mengambil arah memutar.


Dalam bayangan, Rion menatap sebuah bangunan dengan tinggi sekitar empat lantai dengan pintu gerbang yang dijaga ketat, seolah membenarkan bahwa ini memang adalah markas sebuah kelompok besar yang tak untuk diganggu.


"Huh ... Dews of Mist ...."


Kabut mulai muncul di sekitar Rion, dan dengan tingkat kontrolnya terhadap mana sekarang. Dia dapat melepaskan kabut ini selama lebih kurang 10 menit, jauh lebih lama dari yang dulu yang hanya sekitar 45-60 detik.


Kelebihan jenis kekuatan spiritual memang sulit dideteksi. Namun, karena juga memakan energi mental dalam jumlah yang tidak sedikit Rion tetap tak dapat menggunakannya selama yang dia mau meski telah meminimalkan jumlah konsumsi.

__ADS_1


Penjaga di depan gerbang tidak menyadari keberadaan Rion. Salah, mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah masuk dalam sebuah ilusi.


"Argh—"


Rion mulai membunuh mereka satu per satu selama ilusi ini masih dapat dipertahankan, dan para penjaga Malang itu bahkan tak tahu sebab pasti mengapa mereka bisa terbunuh.


Bahkan jika mereka tahu mereka tak akan dapat melawan dengan tingkat kekuatan gold level 1. Mungkin tidak buruk, melainkan kuat bagi masyarakat umum, tapi mereka tak lebih dari semut bagi Rion yang sekarang. Terlebih dia kini serius, bukan sedang menguji sesuatu seperti saat melawan para bandit di hutan, maka mereka bukan hal yang dianggapnya sama sekali.


Sepuluh orang gold level 1 terbunuh tanpa keributan, dan Rion mulai memasuki gedung ini selagi keberadaannya masih belum diketahui.


Setelah beberapa waktu, seorang penghuni gedung ini memanggil rekannya yang tengah bertugas sebagai penjaga. Namun, tak mendapatkan sebuah jawaban membuatnya mulai merasakan ada sesuatu yang salah.


Saat dia keluar, dia menemukan bahwa anggota yang sedang bertugas tidak ada di tempatnya, dan kecurigaan kian memuncak. Setelah mencari, mata orang itu melebar saat menemukan sejumlah mayat yang kini terbaring kaku.


Mundur beberapa langkah, dia membalikkan tubuhnya saat berusaha memanggil rekannya dengan panik.


"Kita harus segera memberitahukan hal ini pada wakil Pirlo serta Bos Kedua!" tanggap orang yang dia panggil.


Pirlo, yang kala itu tengah bersantai di balkon untuk menenangkan pikirannya menyaksikan keributan yang terjadi, merasa ini bukan hal kecil dia pun turun.


Namun, dalam pikirannya Pirlo sangatlah khawatir. Siapa pun orang itu, jelas sudah bahwa dia sangat berbahaya. Saat bayangan sesosok pemuda masuk ke pikirannya, sontak bulu kuduknya berdiri.


'Jangan bilang ...."


Akan tetapi, situasi terus berkembang terlepas dari kekhawatirannya. Semua orang yang berada dalam gedung mulai bersiaga. Dengan senjata di tangan, mereka mulai menyusuri setiap inci gedung demi menemukan penyusup itu.


Rion yang menyaksikan ini pun menghela napas, sepertinya dia tidak dapat melakukannya dengan tenang dan senyap dalam kegelapan seperti dalam rencana. Bahkan dia juga belum menemukan keberadaan Lech di tempat ini, atau mungkin dia tak ada di sini?


Melepaskan ilusi di sekelilingnya, Rion mulai bersiap, tanpa senjata apa pun dia ingin mencoba kebolehannya dalam pertarungan hanya dengan sihir.


"Ada orang tak—" teriak salah seorang yang melihat Rion tiba-tiba muncul.


Namun, orang itu segera terdiam saat segera terpotong setelah lehernya dipenggal oleh [Magic: Wind Slah] yang Rion lepaskan.


"Dia Orangnya! Segera tangkap dia!" teriak orang lain yang sempat mendengar teriakan orang yang baru saja terbunuh.


"Huh ... ini akan sedikit berlarut. Magic: Raging Flame, Magic: Wind Ball."

__ADS_1


Boom!


Kobaran api mulai mengamuk, membakar ruangan ini dengan semakin ganas saat sihir angin ditambahkan. Membuat orang-orang itu sontak menjauh, meski ada beberapa orang malang yang telah terlebih dulu menjadi daging bakar.


Rion tahu apa yang dilakukannya saat ini akan menarik perhatian. Namun, itulah yang dia inginkan. Daripada terus mencoba bersembunyi dan mencari musuh, dia berpikir lebih baik untuk membuat mereka mendatanginya.


Sekelompok orang mulai menuju ke arah Rion berada, tertarik oleh kobaran api yang kian membesar.


"Sialan! Kau membunuh temanku! Kau akan aku habisi di sini!"


Umpatan demi umpatan lain terus dilontarkan, bersama dengan serangan yang datang. Memejamkan matanya sejenak, Rion menenangkan diri, dia juga sadar hal ini memang tak akan bisa dihindari.


Memilih memfokuskan pikirannya pada pertarungan, tatapan mata Rion menjadi dingin seolah akan membekukan apa pun yang datang mendekatinya.


"Magic: Wind Barrier!"


Topan mini tercipta, melindungi Rion di tengah dan mencegah musuh untuk mendekat. Membuat umpatan lain datang lebih keras.


"Meteor Shot!"


"Blessing Wind."


Serangan anak panah dilancarkan dengan tambahan sifat sihir angin membuat serangan ini menjadi lebih cepat. Namun, itu tidak lah cukup untuk menembus penghalang ini karena setiap serangan yang datang akan kembalikan kepada musuhnya.


"Bulwark!"


"Magic: Shield!"


Perisai didirikan, berusaha untuk menahan serangan anak panah yang dibelokkan lawan dan membuat suara pertempuran kian keras untuk menarik perhatian.


Pirlo akhirnya datang, melihat bahwa kekhawatirannya benar dia ingin menahan napas. Namun, dia harus bersikap kuat di ini. "Semuanya dengar!"


Namun, sebuah suara dingin lebih menarik untuk diperhatikan. "Kau ... di mana Bosmu?"


Pirlo menelan ludah, perasaannya menjadi buruk. 'Aku rasa ini berhubungan dengan tingkah Ketua, tapi dari mana dia tahu tempat ini?!'


"Tidak menjawab? Baiklah, aku akan mencarinya sendiri," Tangan Rion terangkat, cahaya sihir mulai berkumpul di tangannya seolah tersedot arus. "Grandmagic: Great Autumn and Fall."

__ADS_1


__ADS_2