A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 68 : Sekawanan Serigala - 1


__ADS_3

Tanpa mengetahui berbagi kekuatan yang mulai bergerak, Rion tetap melanjutkan perjalanan tanpa banyak memikirkan hal lain di luar rencananya. Tentu saja, gadis bernama Lily yang masih betah mengikutinya dikecualikan.


Setelah dua minggu mereka tak mengalami banyak hambatan dari Reutania dia khawatirkan, persis seperti pernyataan Lily. Rion mulai sedikit melonggarkan ketegangan yang dia rasakan.


Namun, gerakan Reutania sendiri tiba-tiba memiliki perubahan besar tanpa sebab yang jelas. Jika itu untuk mengatasi masalah yang sempat dia buat, Rion merasa waktu mereka menanggapi sangat terlambat. Membuat persentase kemungkinan itu karena dia sangat kecil.


Bahkan Lily sendiri juga merasa kebingungan akan tingkah Reutania yang tak wajar. Namun, fakta bahwa Reutania mulai mencari Rion tak bisa dihindari.


Dengan demikian, mereka mulai mengambil jalan di luar jalan raya untuk menghindari pengawasan Reutania.


“Roarrr!” Bersama suara raungan, seekor harimau menyergap mereka.


Namun, hewan buas tapi malang itu telah memilih mangsa yang salah hari ini. Dengan sebuah pukulan ringan, Rion telah membuat hewan itu terpental sebelum jatuh dalam kondisi kritis.


Sejak pertarungannya dengan Overflow, Rion menjadi semakin sadar akan pentingnya kontrol pada kekuatannya. Selain itu, setelah melawan mereka dia juga mulai kembali melatih teknik pertempuran miliknya agar dapat mengimbangi kekuatan sihirnya.


Meski dari luar kekuatan Rion terlihat berimbang antara sihir dan teknik pertempuran walaupun sama-sama kuat. Namun, dia tahu bahwa hal itu tidak benar. Dia juga dapat dikatakan beruntung sebab tingkat kekuatan lawan masih lebih rendah darinya, tapi jika itu sebaliknya maka dia yakin bahwa kelemahannya akan terlihat jelas.


Hal lain yang membuat dia mulai menyeimbangkan kekuatannya adalah ingatan akan kekuatan pertahanan Lech yang saking kuatnya, hingga terasa memuakkan bagi lawan. Dengan demikian, Rion mendapat cara lain untuk dapat meminimalisir sebanyak mungkin luka yang dapat timbul selama pertempuran.


Meski tubuhnya telah memiliki kemampuan regenerasi tinggi dan gaya bertarungnya yang lebih banyak fokus pada penghindaran. Namun, Rion tahu hal itu tak akan banyak berguna di depan lawan yang memiliki perbedaan kekuatan signifikan. Lebih kurang, itu adalah faktor yang membuatnya mulai melatih perwujudan sifat ketahanan.


Target Rion adalah saat dirinya mampu melakukan perwujudan sifat tanpa menyadarinya. Selanjutnya, dia ingin dapat mengendalikan beberapa perwujudan sifat secara bersamaan.


Saat matahari mulai tergelincir dari langit, Rion dan Lily memutuskan untuk berhenti. Bukan karena apa, tapi sebenarnya ... mereka tersesat ....


Ini bukan karena kemampuan navigasi mereka buruk, tapi aliran mana yang lebih sering mereka gunakan sebagai penunjuk arah semakin kacau saat mereka semakin masuk ke dalam hutan. Persis seperti sebuah kompas yang ditempatkan di sebuah medan magnet.

__ADS_1


“Grrr!” Dan ketenangan mereka segera terusik saat suara geraman terdengar.


“Kau akan menangani ini bukan?” ucap Lily bahkan tanpa melihat dari mana suara itu berasal.


“Aku pergi dulu untuk mencari bahan makanan. Kalau begitu, sampai bertemu nanti malam,” Dengan itu, Lily telah meninggalkan tempat ini.


“Lily, kau hanya ingin menghindari pertarungan bukan?”


Alan tetapi, suara itu seolah tak mencapai Lily yang pura-pura tak mendengar apa pun. Tetap memilih melanjutkan langkahnya. Sementara Rion harus menahan helaan napas yang akan keluar dari mulutnya, dia mengeluarkan pedang dari sarungnya.


Menerjang ke depan, seekor monster terlihat di depan mata Rion. Dengan penampilan menyerupai serigala, monster ini memiliki empat mata, sebuah tanduk di kepalanya, dua buah ekor, dan sepasang sayap kecil di punggungnya yang bahkan tak akan mampu untuk mengangkat monster ini terbang.


Ghost Wolf. Itulah jenis monster ini menurut buku yang Rion baca selama di perpustakaan. Hal ini bukan sebuah rahasia, tapi kekuatan rata-rata monster ini agak menakutkan dengan berada di B± Rank, setara dengan tingkat Gold Level bagi manusia.


Ghost Wolf itu bergerak cepat saat monster itu mengarahkan kaki depannya pada Rion. Namun, Rion segera menangkisnya.


Ghost Wolf kembali bergerak cepat, dia memanfaatkan bayangan pepohonan guna menutupi dirinya. Hal ini juga yang menjadi alasan penamaannya, monster ini selalu dapat muncul tiba-tiba seperti hantu, memanfaatkan kecepatannya.


Ghost Wolf kembali menerjang dengan kencang, jika ini adalah orang lain mungkin tidak akan sempat menghindari serangan monster ini. Namun, Rion dapat melihatnya dan segera mengarahkan pedangnya pada leher monster itu.


Ghost Wolf berusaha menghindari serangan Rion, tapi dengan kecepatan dan posisinya yang berada di udara, hal itu sulit.


Gelombang suara memekakkan telinga terdengar, menyerang Rion di muka serta mementalkan Ghost Wolf dari posisi bahaya yang dialami sebelumnya.


‘Monster ini cukup cerdas.’


“Awuuu!” Ghost Wolf melolong, memanggil anggota kawanan yang lain setelah merasa tidak dapat menaklukkan Rion sendirian.

__ADS_1


Suara gemeresik semak terdengar, menampakkan belasan ekor Ghost Wolf lain yang menuju lokasi Rion saat ini.


Rion menggelengkan kepalanya, inilah alasan mengapa pemeringkatan monster ini masih menjadi polemik. Seekor Ghost Wolf mungkin dapat ditangani setelah beberapa saat, tapi jika sudah bertemu dengan anggota kawanannya dapat lebih merepotkan dari monster A Rank yang sesungguhnya. Mereka akan terus berdatangan sampai mangsa mereka kalah.


“Magic : Lightning Chains!” Rantai petir terwujud, berusaha mengikat monster-monster ini. Beberapa Ghost Wolf berhasil lolos, tapi Rion langsung menerjang mereka yang berhasil tertangkap, menebas leher monster ini sampai tidak bernyawa.


Serangan gelombang suara datang dari segala arah, Rion berusaha menghindarinya, tapi tetap ada beberapa yang mengenai tubuhnya. Memeriksa bagian tubuhnya yang terkena serangan, dia melihat bahwa itu tak membuat luka berarti.


Melihat serangan mereka tidak berguna membuat Ghost Wolf menjadi semakin gila, membuat mereka menyerang Rion secara membabi buta.


Sekumpulan gelombang suara mengarah pada Rion, beberapa serangan kilat terlihat menyambar ke arahnya yang berasal dari tanduk di kepala monster itu. Namun, dia melihat bahwa tak semua Ghost Wolf dapat melakukan serangan ini.


Rion menangkis serangan yang menurutnya berbahaya dan membiarkan beberapa serangan yang dapat ditahan oleh tubuh mengenainya. Mengeluarkan beberapa sihir untuk menahan pergerakan monster-monster itu, dia segera menebas leher monster itu dengan teknik pertempuran atau sihir angin, membuat frekuensi pembunuhannya meningkat pesat.


Rion terus melancarkan serangan dan membunuh monster-monster ini, membuat darah berwarna hitam keunguan memenuhi pandangan, bau amis pun segera memenuhi penciumannya. Namun, jumlah Ghost Wolf tidak berkurang, malah terasa semakin bertambah.


“Slashdot!” Darah kembali tumpah ke sekitar. Mengambil napas dalam, Rion segera berpindah dari posisinya.


Lolongan terus menggema, mengeluarkan serangan gelombang suara yang terus mengejarnya.


“Dews of Mist ....”


Rion menghilang dari pandangan bersama ilusi yang dia gunakan, meskipun menurutnya hal ini tak akan bertahan lama melawan indra Ghost Wolf yang tajam. Namun, dia juga memanfaatkan sihir yang dapat menghapus jejak baunya sebelum meninggalkan tempat ini.


Dia sadar bahwa pertarungan itu hanya akan terus berlarut tanpa banyak hasil. Saat Rion terus berlari menjauhi daerah tersebut, tiba-tiba dia ditarik oleh sesuatu.


“Kau dapat bertahan dengan baik, ya,” Melirik ke sumber suara, terlihat Lily yang kini memangku dirinya.

__ADS_1


Rion bernafas lega, melihat ke sekeliling dia menemukan bahwa ini adalah gua yang juga dapat menutupi baunya. Rion melihat Lily dengan tatapan tidak senang, jika Lily tidak lari, mungkin, tidak, pasti pertarungan sebelumnya akan menjadi lebih mudah.


__ADS_2