
Deru menggema saat matahari telah kembali ke asalnya dan bulan kini berdiri tinggi ditemani hamparan bintang.
Suara menderu menggema sepanjang jalan, deru langkah kuda bersama sorak-sorai yang menggema. Suara yang berasal dari pasukan Eugary Empire yang berada di bawah komando Marco dalam pertempuran kali ini.
Senyum terukir di wajah sang kapten ksatria, waktu untuk menyelesaikan pertempuran itu hanya satu setengah hari, lebih cepat dari dugaan yang telah dia lakukan sebelumnya.
'Aku telah berhasil, Nona.'
Meskipun pasukan yang sedang kembali bersamanya sekarang hanya setengah dari jumlah awal, di mana setengahnya lagi masih berjaga di medan perang untuk membersihkan sisa-sisa pertempuran dan mengawasi gerak-gerik balasan Beatria Union.
Akan tetapi, jika itu untuk memastikan keselamatan daerah yang baru mereka duduki, Marco merasa jumlah ini telah dirasa cukup.
Bagaimanapun, bagi Marco hal yang paling sulit adalah memastikan keselamatan keluarga Duke selama perang, dan karena hal ini pula dia tetap meninggalkan pasukan untuk dapat menjaga mereka selama waktu tiga hari dalam rencana sebelumnya.
Akan tetapi, setelah mendapati bahwa arah angin yang sangat mendukung mereka selama perang berlangsung dan waktu yang dibutuhkan menjadi lebih cepat dari perkiraan. Marco tak menyia-nyiakan perhatiannya pada hal lain lagi selain memprioritaskan keamanan keluarga Duke.
Dengan pasukan di sekelilingnya yang kembali dengan moral tinggi, penuh semangat merayakan kemenangan mereka atas pertempuran melawan Beatria Union, Marco pun mempercepat langkah kudanya. Namun, tiba-tiba sorak-sorai yang mereka lakukan meredup.
Basis mereka, Benteng Arcchild terlihat hancur lebur. Dinding tebal berlapis yang selalu dibanggakan kekokohannya kini roboh, batu-batu penyusun benteng yang telah diperkuat dengan rune dan sihir berhamburan.
Bahkan, kondisi di gerbang barat jauh lebih buruk daripada tempat lain di benteng ini. Tanah yang sebelumnya rata telah naik dan turun secara semena-mena bersama warna merah dan bau amis yang pekat, tentu saja Marco dapat mengetahui dari hal apa ini.
Darah!
Pasukan yang telah mengandai-andai sambutan hangat dan kebahagiaan menyertainya kini tak tahu harus berbuat apa, keterkejutan adalah apa yang memenuhi hati mereka setelah disambut pemandangan mencengangkan ini.
Keadaan Benteng Arcchild yang dalam kondisi ini beserta atmosfer di dalam benteng yang berat membuat semangat mereka menurun dengan cepat.
__ADS_1
"A-apa yang terjadi ...?" Marco tercengang tak ada kata-kata lain yang dapat keluar dari mulutnya selain kata ini, itu pun dengan tergagap.
Tersadar akan sesuatu yang lebih penting, Marco turun dari kuda yang dinaikinya. "Duke! Bagaimana keadaan Duke Arcchild? Lalu bagaimana keadaan Nona Seriana?!"
Marco berlari secepat kilat ke kastel tempat kediaman keluarga Duke. Saat dia melihat bangunan kastel yang memiliki juga menderita kerusakan hebat pada lantai enam, bahkan dari luar pun sudah dapat dilihat bahwasanya kastel telah rusak parah, kepanikan semakin melanda hatinya.
"Nona?!" teriak Marco saat memasuki ruangan yang sering digunakan Seriana —kantor— dengan panik, menyapu pandangan ke sekeliling ruangan terlihat gadis berambut pirang yang tenggelam dalam tumpukan dokumen.
"Tenanglah Marco," Gadis itu bersuara dengan tenang, melihat Marco yang telah hadir di depannya dia pun berkomentar, "Kau pulang lebih cepat dari dugaan sebelumnya."
Sang kapten ksatria, Marco mengambil napas lega setelah melihat keadaan Seriana yang baik-baik saja. Menjadi lebih tenang, dia pun bertanya, "Apa yang sebenarnya telah terjadi selama kepergian saya Nona?"
Melirik ke arah Marco sejenak, Seriana kembali fokus ke dokumen yang tengah dia kerjakan. Mengambil napas sejenak, dia mulai menjelaskan, "Ada beberapa penyerang dari Beatria Union yang telah mengacau di sini, selain itu ...."
"Selain itu, apa yang terjadi Nona?"
Marco diam sesaat untuk menerima informasi mengejutkan ini, dari yang dia tahu Rion tidak memiliki kekuatan seperti ini. 'Tunggu! Ini berarti bahwa dia menyembunyikan kekuatannya selama ini?' pikir Marco.
Namun, dia kini memiliki hal yang harus lebih diperhatikan. "Bagaimana dengan keadaan Duke, Nona?"
"Sayangnya, Duke Arcchild telah terbunuh. Yah ... mungkin karena kita merasa bahwa musuh tidak mungkin menyusup ke sini," jawab Seriana dengan wajah bersedih bersama nada sinis yang diarahkan pada Marco.
Marco menundukkan kepalanya, jika dia tidak merasa terlalu percaya diri pada kekuatan benteng ini mungkin keadaan saat ini dapat dihindari.
Selain itu, sebelumnya Seriana pernah mempertanyakan keputusan Marco sebab daerah yang diperebutkan, walaupun subur tapi baginya lebih penting mencari darah yang strategis bagi kelancaran ekspansi.
Mungkin jika menang dalam pertempuran ini mereka dapat mengurangi pasokan pangan dipihak lawan. Namun, tanah tersebut akan percuma karena dalam kondisi perang seperti sekarang tidak mungkin menanam tanaman pangan.
__ADS_1
Melihat ini Seriana tersenyum dingin di dalam hatinya, Seriana mungkin dapat menduga serangan yang diberikan Beatria Union. Namun, kaburnya Rion sendiri telah berada di luar perkiraannya.
Setelah keheningan yang cukup lama, Seriana memberikan perintah, "Bentuklah tim pengejar untuk menangkap Rion dan bawa dia dalam keadaan hidup. Anggap saja ini untuk menebus kesalahanmu, pastikan kali ini berhasil!"
"Baik, Nona!" Selesai mengatakan itu Marco undur diri, meninggalkan ruangan Seriana dengan cepat.
Seriana melirik sejenak ke luar benteng sebelum kembali fokus pada gunungan dokumen di depannya. Namun, kini sebuah senyum menghiasi wajah cantiknya.
***
Di gerbang barat, sekelompok orang tengah berbaris rapi menghadap Marco yang berdiri di depan mereka.
"Tim Night Hunt!"
"Ya!" jawab tim itu serentak.
Marco menyapu pandang sejenak sebelum mengangguk. "Kalian akan aku berikan misi penting," ucapnya lirih.
Tim Night Hunt, sebuah tim khusus beranggotakan sepuluh orang adalah apa yang dipilih Marco untuk membantunya menjalani tugas yang diberikan Seriana. Memiliki anggota dengan kekuatan di tingkat gold level 3-4, dia merasa tim ini pantas setelah menerima kabar bahwa yang tak kalah mengejutkan bahwa Demand juga telah tewas, selain itu tim ini berspesialisasi pada kecepatan yang sangat cocok untuk misi kali ini.
"Hah ... aku bahkan belum beristirahat," keluh Fold, salah satu anggota dalam tim tersebut.
"Diamlah! Bahkan Kapten sendiri ikut bersama kita dalam misi ini," bisik Ale, pemimpin tim ini sambil mengikut Fold dan menyuruhnya diam.
Selesai menjelaskan tujuan misi secara rinci, Marco pun berteriak, "Ayo kita tangkap penyebab kekacauan tersebut sesuai perintah Nona Seriana G. Eugary!"
"Ya!"
__ADS_1
Segera saja orang-orang itu meninggalkan tempat ini dan berubah menjadi bayangan hitam. Sekarang, sebuah tim yang dipimpin oleh kapten ksatria secara langsung mulai menyusuri hutan untuk mencari keberadaan Rion.