A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 18 : Kekacauan Dalam Benteng - 5


__ADS_3

Xion dan tim terus bergerak secara mengendap-endap, berusaha agar tidak menarik perhatian dalam bentuk apa pun.


Prajurit-prajurit kini mulai bergerak secara terarah dan teratur, tidak secara serampangan seperti saat guncangan baru saja terjadi.


‘Sepertinya mereka telah mendapatkan arahan dengan cepat,’ pikir Xion yang berusaha menerka-nerka situasi yang tengah terjadi di lapangan.


“Bagaimana keadaannya, Yuzu?”


“Tidak terlalu baik Kapten,” jawab Yuzu lemah. Sebagai seseorang yang memegang peran pendukung di tim ini, dia adalah yang paling menyadari apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Prajurit yang di dalam benteng sekarang telah menemukan kembali ritmenya, tidak seperti sebelumnya di mana mereka memiliki kalang kabut yang membuat timnya memiliki peluang. Sekarang ini situasinya sangat tidak menguntungkan bagi tim mereka.


Raut wajah Xion serius. Mengambil napas dalam, dia berucap, “Semuanya, perhatikan sekeliling. Meskipun keributan ini bukan berasal dari kita, tapi hal ini akan sangat memengaruhi jalannya misi.”


Semua orang mengangguk, mereka sadar bahwa misi ini harus tetap menjaga sifat kerahasiaannya. Setidaknya sampai mereka cukup dekat dan dapat memenuhi misi bahkan jika konfrontasi langsung pecah.


Drap Drap Drap Drap


Suara langkah menggema, suara yang dihasilkan sangat minim, selain karena keributan yang tengah terjadi, hal ini juga dikarenakan sifat rasial tim ini sangat cocok untuk misi jenis infiltrasi.


Mereka terus mengecek situasi sebelum melanjutkan langkah, kehati-hatian menjadi poin vital dalam kesuksesan misi yang diemban. Namun, sebuah cahaya terang yang tiba-tiba naik ke langit, cahaya segera memenuhi ke segala penjuru, menerangi langit kelabu saat cahaya matahari tertutup mendung.


Xion dan yang lain mendongak, menatap cahaya yang berasal tak jauh dari tempat mereka berada.


Mendecakkan lidahnya, Yuzu berkeluh, “Seperti kita sudah ketahuan.”


“Yah, sepertinya kita tidak bisa melakukannya dengan tenang lagi,” tandas Xion dengan senyum kecut di bibirnya.


Menyadari misi mereka akan menjadi semakin sulit serta kemungkinan berhasil yang terjun bebas, suasana suram pun menggantung di udara.


“Jadi konfrontasi frontal?” Wess membuka mulutnya, walau terlihat kalem tapi dia adalah sosok penggila pertarungan akut di tim ini.


“Tentu tidak!” jawab yang lain secara bersama.


“Kita lakukan saja pertempuran saat situasinya mendesak, misi kita lebih diutamakan!” perintah Xion.


Mendengar ini, yang lain mengangguk pada perkataannya, walaupun dia adalah seorang perempuan. Namun, jika yang lainnya disuruh memilih yang terkuat di tim ini, maka Xion lah orangnya.


Bagi bangsa beast-kin sendiri, kekuatan adalah faktor utama dalam penentuan siapa yang pantas menjadi pemimpin. Namun, Xion selain memiliki fase kekuatan pada tingkat gold level 4, dia juga memiliki kecerdasan yang tinggi, tidak seperti pemimpin lain yang biasanya ‘otak otot’.

__ADS_1


Yang pada akhirnya membuat tim ini, walaupun sedikit lebih lemah dibanding tim khusus lain karena terdiri dari level gold tingkat 1-4. Namun, memiliki tingkat keberhasilan misi yang tinggi hingga misi krusial semacam ini dapat dipercayakan kepada mereka.


“Kita berpencar, bagaimana?”


“Aku benci mengakui ini, tapi kurasa saran Zee adalah yang paling memungkinkan untuk misi ini berhasil dengan situasi seperti sekarang,” gerutu Dian.


“Kapten Xion.”


“Ada apa Zee?”


“Ini untuk misi sukses tapi ... Kapten, kau harus selamat dan menyampaikan kesuksesan misi ini.”


“Hal itu sudah pasti bukan? Kita akan berhasil kembali dengan selamat,” Xion tersenyum berusaha menenangkan perasaannya yang kini menjadi tidak nyaman setelah mendengar pernyataan Zee.


“Bukan itu. Kapten, kita akan mengalihkan perhatian pasukan musuh. Jadi Kapten ... pastikan misi ini sukses.”


“K-kalian ...,” Xion memandangi yang lain, Dian, Wess, Yuzu, dan Zee. Namun, mereka hanya tersenyum menghadapi tatapan Xion.


“Kapten harus selamat, jika tidak ada Kapten mungkin kita sudah lama mati.”


“Benar, bahkan kita pun berhasil selamat dari tragedi itu, jadi Kapten ... pastikan misi ini sukses!” tangkas Yuzu.


Xion sadar tindakan ini akan membuat tingkat keberhasilan misi meningkat. Namun, dia tetap ingin mereka semua kembali dengan selamat.


Menahan air matanya yang ingin tumpah, Xion mengalihkan pandangan ke arah kastel gagah di tengah benteng. Niat membunuh mulai merembes keluar dari tubuhnya, dia telah berjanji pada diri sendiri akan memastikan bahwa misi ini berbuah keberhasilan.


***


Beberapa saat sebelumnya di tempat yang berbeda.


Rion terus berjalan mengendap-endap, sejauh ini dia telah berhasil menjauhi patroli prajurit. Melihat pergerakan mereka yang kian terarah, dia bergumam, “Situasi ini menjadi semakin sulit ....”


Setelah memastikan patroli yang sudah lewat, Rion pun melanjutkan langkah.


“Hoi! Orang yang dicari telah terlihat!” seru salah seorang prajurit.


Sorak-sorai ramai disuarakan begitu penjaga lain mulai melihat keberadaannya. Tanpa banyak basa-basi, salah seorang prajurit mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang mereka bawa.


Dentuman ringan terdengar sebelum sebuah bola cahaya naik. Menyaksikan ini, mata Rion menyipit begitu cahaya terang mengisi langit untuk sesaat. Namun, walau hal ini tak sampai membuatnya kehilangan pandangan, hal tapi ini memberinya firasat buruk.

__ADS_1


‘Sepertinya mereka sudah tahu pelarianku,’ pikir Rion, mengambil napas dalam, dia bergumam, “Permainan petak umpet telah selesai.”


Menyadari mulai sekarang tidak ada gunanya bersembunyi, Rion pun mulai menerjang. Jika dia tertangkap hari ini maka ini mungkin akan menjadi akhir baginya.


‘Walau dengan paksa pun aku akan keluar hari ini!’


Melumpuhkan prajurit yang melihatnya dengan cepat. Rion segera meninggalkan tempat ini, merasa bersembunyi lebih lama, hanya akan membuat situasi semakin tidak menguntungkannya. Sejauh ini dia dapat sedikit mengatur situasi karena sebagian besar prajurit dibawa bertempur, tapi entah kapan mereka akan kembali.


“Target terlihat! Tangkap target tersebut,” seruan yang sama terdengar.


Bahkan jika dia kabur, cahaya suar sebelumnya pasti telah menarik perhatian pasukan yang melihatnya. Beberapa sihir dan anak panah diarahkan secara acak untuk menahan pergerakannya. Namun, dia berhasil menghindari sebagian besar serangan tersebut.


Otak Rion tengah bekerja keras, mencoba mencari cara mengatasi hal ini dengan segera.


Bersama dengan cahaya biru pucat di tangannya, sebuah sihir pun dilepaskan. “Magic: Ice Lance!”


Tombak-tombak es besar meluncur ke arah pasukan di belakang Rion. Namun, arah serangannya sama sekali tidak terarah dengan baik mengingat ini adalah pertama kalinya dia menggunakan sihir ini. Bagaimanapun demi menghindari perhatian, dia menyembunyikan kemampuan untuk dapat menggunakan sihir selain beberapa elemen yang biasa saja.


“Magic: Fireball!” Segera rapalan mantra serupa mulai terdengar. Membalas sihir yang Rion lepaskan dengan bola-bola api yang segera terbentuk.


Saat bola api membalas tombak es yang menuju ke arah mereka, tombak es Rion menguap bersama kabut tipis yang muncul.


“Jika hanya ini jangan bermimpi menghentikan kami!” teriak salah satu penyihir.


Memang [Magic: Ice Lance] termasuk sihir tingkat dasar yang tidak mungkin dapat menghentikan orang sebanyak ini. Namun, sebuah senyum kecil muncul di bibir Rion.


“Benarkah? Lalu jika seperti ini bagaimana? Magic: Glitter Splash.”


Bola-bola cahaya kecil mulai terbang menuju kerumunan pasukan, para penyihir yang melihat ini terlihat ingin tertawa seolah ini hanya hal sepele. Namun, sebelum mereka dapat membalasnya.


“ARRGGGHHH!” Rasa sakit telah terlebih dahulu menjalar ke tubuh mereka.


[Magic: Glitter Splash] sendiri seharusnya tidak berdampak separah ini. Namun, jumlah mana yang disalurkan Rion tak main-main serta medium tambahan berupa uap air yang dapat menghantarkan listrik, membuat efeknya menjadi lebih cepat hingga membuat mereka telat melakukan pembelaan


Rion langsung meninggalkan tempat tersebut, tidak ingin menambah jumlah orang yang dihadapinya.


Namun, langit tiba-tiba menjadi terang benderang hingga membuatnya menahan langkah. Tanpa diketahuinya, setiap anggota tim dari Beatria Union yang berpencar mulai menarik perhatian beberapa penjaga lain, dan sesuai arahan yang diberikan sebelumnya cahaya suar dan sihir penerangan dinyalakan di sana sini.


Bersamaan dengan ini, keadaan dalam benteng justru semakin jatuh dalam kekacauan.

__ADS_1


__ADS_2