A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 95 : Babak Baru - 1


__ADS_3

Cahaya terang memenuhi pandangan, berasal dari kilauan sihir yang berpadu dengan hempasan teknik pertempuran. Api berkobar, membesar seiring waktu dengan dorongan sihir air yang menyertainya. Sementara itu, gelombang demi gelombang dari teknik pertempuran yang dilepaskan menyusul.


Pemandangan yang indah dari jauh, tapi jelas bahwa kekuatan dari badai energi yang berkecamuk ini menghancurkan.


Target badai itu tertunduk, terperanjat dan siap akan ajal yang mendekat. Namun ....


"Silent Waver ...."


Bak sebuah genangan sir yang disentuh secara lembut, riak di udara hadir, menggulung dan menjadi sebuah penghalang tipis yang tak lebih dari secarik kertas.


BOOOMMM!


Ledakan besar menyusul, menekan semua menuju kehancuran. Namun, penghalang yang terlihat rapuh itu tak tersentuh. Bahkan jika badai itu terus mencoba mengoyaknya, penghalang itu seolah lebih keras daripada sebuah benteng.


Kedua belah pihak diam membisu, tak tahu harus berbuat apa atas kehadiran sosok baru ini.


Napas mereka tertahan, tak hanya pihak penyergap dari Reutania, tapi tim Night Eye pun sama. Meski mereka tak dapat menunjukkan banyak reaksi dengan keadaan mereka yang telah di ujung tanduk.


Waktu terus berlalu hingga Wess dan Yuzu, target yang seharusnya menjadi bubur daging pun tersadar atas kehadiran sosok itu. Meski begitu, sesuatu telah membuat perhatian mereka teralih.


"Kapten, Zee?!" teriak Yuzu lirih. Dengan keadaannya, dia tak mampu berbuat banyak kecuali menatap sosok itu dengan penuh permusuhan. "Siapa kamu?!"


Sosok itu hanya melirik sejenak sebelum melemparkan Xion dan Zee ke tempat Wess dan Yuzu. "Tenang saja, aku bukan musuhmu."


Dengan tubuh bersisik serta ekor yang dimilikinya, jelas bahwa sosok itu adalah Demi-human. Namun, bagian ekornya yang tak bersisik membuat dugaan bahwa dia adalah seorang Lizard-man salah. Dengan surai di punggungnya, mungkin dia lebih tepat dikatakan sebagai Dragon-newt, walau ketidakhadiran sayap di punggungnya pun telah mengkhianati dugaan itu.


Bahkan Yuzu yakin dia tak pernah melihat seseorang dengan fisik seperti ini di Beatria Union. Namun, pernyataan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat tingkat kesiagaan penyerang Reutania untuk mencapai titik tertingginya dalam sekejap mata.

__ADS_1


Mengingat kekuatan yang baru saja ditunjukkan sebelumnya, jelas sudah bahwa ini tak akan berjalan dengan mudah. Meski begitu, reaksi mereka telah terlambat beberapa langkah jauhnya. Sebelum mereka dapat melakukan apa pun, sosok itu telah terlebih dahulu menghilang dari pandangan.


Sosok itu, Ci tersenyum dingin. Dia sebenarnya sangat bersyukur atas situasi yang dibuat oleh Reutania ini. Dengan demikian, maka dia memiliki peluang kesan lebih baik saat muncul di depan tim Night Eye.


Meski sebelumnya harus mengambil Xion dan Zee untuk menghindari kemungkinan yang tak diinginkan, tapi semua itu sepadan. Kecepatannya tak dapat diikuti oleh orang-orang ini, saat dia muncul kembali, Ci telah berada di tengah-tengah musuh yang kebingungan mencarinya.


"Silent Claw!" Layaknya sebuah pedang yang dicabut dari sarungnya, cakar tajam Ci mulai memanjang. Memutar tubuhnya, dia menumpahkan darah dari tubuh orang yang tepat ada di sampingnya.


Tenor yang memiliki reaksi lebih cepat dari siapa pun mengayunkan tombaknya pada Ci, berharap bahwa serangan itu akan menahan sosok baru itu. Namun, bahkan sebelum serangan itu mencapai Ci tombak itu telah ditahan hanya dengan ekornya.


Ekor Ci melilit kuat sebelum berayun dan melemparkan Tenor tanpa pikir panjang. Tubuh Tenor terpental jauh, membentuk garis sepanjang lima puluh meter sebelum akhirnya terhenti.


Namun, hal ini telah membuat napas Huge serta yang lain tertahan lebih lama. Bahkan Tenor yang notabene terkuat dalam tim ini tak mampu melawan dan kalah dalam hitungan detik.


Tidak membuang waktu dan memanfaatkannya seefisien mungkin, Ci segera menyerang kembali. Dia menghilang, menuju ke orang terdekat yang dapat dia capai.


Namun, hanya itu, serangan liar Rico tak pernah mencapai Ci. Bahkan sebelum dia dapat melancarkan serangan lebih jauh, Ci telah menyerangnya, membuat dirinya terpukul jauh.


"Great Swing!"


Tanah kembali tenggelam, tapi serangan itu percuma membuat Huge datang dan mengulurkan tangannya.


"Reutania Spearmanships: 3rd Style Defer!"


Serangan demi serangan dilakukan keduanya, saling melengkapi dan bahu membahu menjadi satu. Namun, itu tak dapat bertahan lebih dari satu menit sebelum keduanya terpental jauhnya.


Bahkan di mata Ci permainan keduanya tak lebih dari meladeni anak kecil. Mengambil napas dalam, dia bersiap kali menyerang.

__ADS_1


Dengan tingkat kekuatan lawan yang telah pasti, dia segera melancarkan serangan frontal. Ci tak perlu takut atau apa, kekuatan Gold level yang ditunjukkan oleh mereka tak lebih dari sebuah predikat lemah di matanya.


Tanpa bayangan atau kilasan, hanya hilangnya satu demi satu kepala dari tempatnya serta tumpahan darah lah yang kini menjadi bukti bahwa Ci telah menyerang mereka. Jumlah penyerang yang dikirim oleh Reutania kini terus menyusut dengan cepat.


Seperti pemikiran Ci sebelumnya, dengan tingkat kekuatan yang mereka miliki, mereka tak akan dapat memberi banyak perlawanan. Apalagi menahan serangan diam-diam yang dia lakukan, itu akan menjadi jauh lebih sulit.


"Bulwark!" Perisai di tinggikan, jika pun mereka tak dapat melihat serangan Ci dengan benar, mereka berpikir bahwa mereka dapat menahan serangan itu. Namun, itu hanyalah angan yang mereka miliki.


Zrattt!


Melewati perisai yang seharusnya berperan menjadi penghalang, serangan Ci menghantam tubuh orang-orang itu secara langsung. Tubuh mereka tertanggal dapat kehidupan meninggalkan tubuh.


Ketakutan mulai menjalar, telah yakin bahwa mereka tak bisa melakukan apa pun. Bahkan jika serangan itu hadir, mereka tak tahu kapan nyawa mereka yang akan menjadi tujuan selanjutnya.


"Jangan biarkan ketakutan menguasai kalian!” teriak Tenor saat dirinya terbangun, matanya kuat saat dirinya memandang Ci. Tidak ada ketakutan seperti yang orang lain perlihatkan, hanya keyakinan teguhlah yang ada.


Ci sedikit melirik Tenor, tapi hanya itu saat dirinya segera menghampiri Tenor. Hendak memberinya pukulan telak. Bahkan jika kekuatan Tenor telah mendekati Platinum level, tapi itu tetap tak akan dapat membantunya.


Melihat bahwa Ci menghilang bersama hawa keberadaannya, Tenor mengambil napas dalam. Dia tak ingin menyerah meski telah jatuh dalam keadaan ini, keyakinan yang dia miliki bukanlah keyakinan buta.


Tanpa hembusan angin yang tercipta, sosok Ci tiba-tiba muncul di depan Tenor. Cakar tajamnya telah menjulur jauh, tinggal sedikit lagi mencapai leher Tenor.


Namun, Tenor mengubah posisinya secara paksa. Dia mengelak dengan jarak tipis, meski begitu luka yang dia alami tetaplah parah. Lengan kanannya terputus dari tubuh, tapi itu lebih baik karena tak sampai membuat nyawanya melayang seperti seharusnya.


Ci terkejut atas kecepatan reaksi Tenor, tapi hanya itu karena cakarnya telah mengubah haluan. Hendak memastikan bahwa Tenor tak akan dapat melawan kembali.


Tang!

__ADS_1


Namun, sebuah suara tinggi tiba-tiba terdengar saat sebuah belati mendadak muncul dan menahan serangannya.


__ADS_2