
Bulan kini menggantung di atas langit, memberi kesan dingin bersama malam yang tenang. Atau itulah yang seharusnya terjadi karena suara dentuman demi dentuman terus terdengar, menggelegar di telinga.
Meskipun jarak itu sebenarnya cukup jauh dari kota, tapi setelah waktu yang dilewati tak mungkin penduduk Kota Sourt tak menyadarinya. Mereka yang tak peka akan suatu bahaya mencoba mendekat, tapi segera dihentikan oleh pasukan keamanan. Dengan skala yang telah meluas tak mungkin mereka tidak memberlakukan penanggulangan dini, mencegah jatuhnya korban yang tak perlu.
Asal dari suara itu, But dan Ci sama sekali tak peduli dengan apa yang mereka lakukan. Bayangan melintas, tapi tak lama sesudahnya batu keras terhantam dan hancur. Sekiranya seperti itulah pertarungan di antara keduanya.
Keduanya telah lama memfokuskan diri dalam kelebihannya masing-masing. Ci dengan kecepatannya yang jauh lebih unggul dan But yang menunggu momentum untuk memberi satu serangan mematikan.
Namun, segalanya tak akan berjalan dengan mudah, terutama di pihak Ci. Bagaimanapun, jumlah stamina yang dia kuras per detik jauh lebih besar daripada apa yang But habiskan dalam waktu yang sama.
Indera But telah menajam hingga ke titik menakutkan, dia tak lagi mengandalkan mata tapi intuisinya lah yang bergerak jauh lebih cepat. “Multiple Trust!”
Tusukan demi tusukan dia lancarkan. Ini bukanlah teknik hebat yang menguras banyak mana, tapi di tangan seorang sepertinya kekuatan yang dibawa teknik sederhana ini sungguh menghancurkan. Perumpamaan bagaimana sebuah pisau digunakan oleh seorang anak dan seorang pembunuh profesional mungkin akan menjadi cerminan yang tepat.
Udara berayun, mengikuti gerakan But. Membuat lintasan serangan ke arah yang akan dilalui Ci. Namun, tentu hal itu tak akan dibiarkan begitu saja.
“Silent Weaver ....”
Riak tipis terbentuk, menjadi gelombang yang mulai menggulung udara, menjadikan sebuah pelindung yang Ci gunakan untuk menahan serangan But. Gerakannya tak berhenti, tubuhnya berputar secara tiba-tiba, mulai mengarahkan cakar tajamnya ke leher But yang juga merencanakan hal lain.
“Voice of Confusion!”
Shinggg!
Suara aneh yang mulai terdengar saat cakar Ci mulai menuju sasarannya. Mata But sedikit menyipit, suara yang terus terdengar akibat teknik yang Ci miliki sangat mengganggu, membuat indra pendengaran sama sekali tak dapat diandalkan. Tubuhnya sedikit miring saat menghindari serangan Ci, tapi itu sudah cukup baginya untuk mengeksekusi sebuah teknik dalam posisi tanggung.
“Wrong Strike Order!” Mana di sekitar mulai berkumpul, memadat saat But melakukan tekniknya. Tidak jelas apakah itu adalah sebuah pukulan atau tusukan. Namun, itu cukup untuk menahan serangan Ci.
__ADS_1
Ledakan tercipta saat tanah tenggelam, tak mampu lagi menahan dampak di saat kedua serangan itu berbenturan.
But tak menyia-nyiakan posisi ini. Tangannya bergerak cepat, melingkar di tangan Ci dan berusaha menahannya, mengikatnya, tak ingin dia lolos begitu saja.
“Silent Voice!”
Ci menghilang dari tempatnya, membuat But sedikit mengerutkan kening. ‘Bagaimana mungkin orang yang telah kuikat berhasil melarikan diri?’ pikirnya penuh tanya.
Tangan But terangkat dari posisinya. Dengan teknik yang pernah Ci tunjukkan sebelumnya, bukan tak mungkin bahwa dia telah meningkatkan akselerasinya lagi sebelum terikat.
Namun, begitu tangan But terlepas, Ci kembali menunjukkan diri tepat di posisi sebelumnya. Dia telah menggunakan kemampuan rasialnya untuk membaurkan diri dengan lingkungan sekitar, ini adalah keuntungan terbesar yang dia miliki meski jika tak didukung dengan beberapa teknik tambahan tetap akan sia-sia di bawah pengamatan But.
Semua telah sia-sia dan situasi kembali ke titik nol. Bahkan jika But ingin ‘menangkap’ kembali diri Ci. Dia tak bisa karena Ci segera mundur jauh, tak membiarkan itu terjadi lagi.
“Trik yang cukup bagus,” komentar But akan permainan yang ditunjukkan Ci.
Melirik bahwa ini sihir penyembuhan ini berasal dari Yuzu —yang telah memulihkan beberapa mana di saat But dan dia bertarung— Ci tersenyum kecil di sudut mulutnya. Setidaknya tim Night Eye sedikit membantunya dan tak hanya menjadi seorang penonton.
Ci menggelengkan kepalanya, meski telah seperti ini, itu tak akan banyak mengubah keadaan. ‘Secara tak langsung aku telah tergiring ke tempo pertarungan yang dia inginkan.’
Bahkan jika Ci menyadari hal ini, dia tak dapat berbuat banyak. Setelah semua, dia tak memiliki banyak cara untuk mengubah arus secara otomatis.
“Semua seperti yang kau mau bukan? Manusia!” Ci untuk pertama kalinya membuka mulut, secara aktif menuntut balasan dari But.
Walau niat Ci yang sebenarnya adalah mengulur waktu hingga sihir penyembuhan ini meringankan cedera yang dia derita. But tetap meladeninya.
“Tidak, semuanya tidak semudah itu,” jawab But ringan saat hanya menyunggingkan bibir. Tidak memberikan jawaban yang tegas.
__ADS_1
Bagaimanapun, itu memanglah fakta yang terjadi. Meski But telah berhasil mengulur waktu dan memaksa stamina Ci untuk lebih terkuras daripada miliknya, tapi tiap trik yang diambil Ci cukup menjengkelkan.
Bukan hanya trik sebelumnya, melainkan juga beberapa gerakan Ci yang meskipun memiliki beberapa luka tapi Beast-kin itu dapat bertindak layaknya tak terjadi apa pun. But bahkan mulai berpikir apakah faktor perbedaan ras lah yang membuat banyak perkiraannya meleset.
“Selain itu aku bahkan tak dapat mengidentifikasinya dengan jelas,” gumam But hingga tak dapat didengar oleh siapa pun.
Ci kini seolah semakin diselimuti bagi But. Tak seperti Xion atau Wess yang jelas merupakan Beast-kin ras kucing dengan kelebihan dan kelemahan yang dia ketahui dengan jelas, ketidakpastian ras Ci telah sedikit membingungkan.
Selain itu, teknik yang Ci miliki tampaknya bukan teknik umum dari Beatria Union. Dengan But yang memiliki beberapa informasi tentang teknik pertempuran yang biasa beredar di beredar —dari mata-mata yang telah Reutania pasang. Dia yakin dan dapat memastikan fakta ini.
Seolah telah menghitung peluang dan ancaman yang dapat diberikan masing-masing pihak, mata keduanya menjadi jauh lebih tajam.
Bump
Dengan suara itu keduanya kembali menghilang, meninggalkan retakan di tanah yang dipijak sebelumnya. Tidak hanya Ci yang bergerak dan memanfaatkan kelebihannya secara signifikan, But juga melakukan hal serupa.
Ekor kuning mulai terlihat dalam gerakan But, mulai menggulung ke sekitarnya. Sementara itu, suara-suara aneh mulai terdengar bersama gerakan Ci yang semakin meningkat.
“ H i d d e n B u r s t ! “
“ Q u i e t l y S i l e n c e ! “
Sinar terang mulai naik ke angkasa, segera terpusat menjadi satu garis tapi waktu sesaat sebelumnya telah membuyarkan kegelapan di langit, seolah mengusir malam dan membalikkan waktu ke siang hari. Sementara itu, sisi lain seolah menjadi gelombang hitam, menelan segala sesuatu yang menghampirinya dan ingin mengembalikan semua ke garis mula.
Dua bentuk energi itu berkecamuk liar, tak terkendali dan hanya ingin membalikkan keadaan di sisi lain. Namun, tak ada yang terjadi dan dua energi itu seolah telah saling menetralkan satu sama lain, bahkan dampaknya pun tak ada dan hanya menyisakan sapuan energi ringan ke sekitar.
Namun, mata Ci menemukan bahwa But telah menghilang, matanya menunjukkan beberapa tatapan tak dikenal sebelum mundur sejauh mungkin. Perasaannya kini menjadi buruk, bahkan jika dia tak tahu apa yang tengah dilakukan lawan, tapi itu pasti bukan hal sederhana.
__ADS_1