
'Ini situasi yang tak pernah diduga,' Mungkin itulah isi pikiran Lily saat ini.
Mereka telah berlari, berusaha menjauh dari membuat masalah yang tidak perlu tapi hasilnya malah mereka yang jatuh masuk ke dalam sarang masalah itu. Wajah Lily masih sedikit kosong, sedikit masam tapi sepertinya dia harus memang menunjukkan sedikit kekuatannya.
Seolah menyambut keputusan Lily, kawanan monster bernama Ghost Wolf itu mulai bergerak. Saat monster-monster itu mencium bau darah kawan mereka yang menempel pada tubuh Rion dan Lily, gerakan mereka kian liar.
Seratus ekor, itu adalah perkiraan kasar dari jumlah Ghost Wolf di tempat ini. Bahkan jika Ghost Wolf merupakan monster tipe komunitas, tetap saja jumlah ini luar biasa. Itu pun hanya perkiraan kasar dan jumlah aktual mereka bisa jauh di atas itu.
Tanpa banyak penundaan lagi, kawanan Ghost Wolf pun mulai menyerang, membebankan serangan gelombang suara pada Rion dan Lily.
Rion menunjukkan kesiagaannya. Dengan pedang di tangannya dia mulai menebas secara liar, menembus kerumunan Ghost Wolf itu tanpa peduli. Sementara Lily ... dia masih melirik dan hanya menyerang satu atau dua kali pada monster yang telah terlalu dekat dengannya ....
Tanpa memperdulikan hal itu, Rion terus menyerang, pedang di tangannya berayun, terus menebas dan menusuk monster yang tetap saja masih mengerubunginya. Mengelilinginya dengan serangan yang terus mereka berikan.
"Ini jauh lebih sulit dari perkiraanku," gumam Rion.
Jika saja mereka berhasil menjauh dari sarang Ghost Wolf, maka memanglah semua ini akan menjadi jauh lebih mudah. Namun, entah siapa yang harus disalahkan atas nasib ini.
Serangan gelombang suara terus menggema di sana sini, memekakkan telinga hingga mulai berdengung dengan nada tinggi nan menyakitkan. Namun, tak hanya sampai di situ, gelombang-gelombang suara itu mulai saling beresonansi dan menghasilkan kekuatan lebih.
Gendang telinga Rion seakan mau pecah, membuat darah kini mengalir dari telinganya. Tentu gerakannya kini menjadi lebih kaku tak seperti sebelumnya, tapi dia tidaklah sendirian.
"Magic: Ice Lance," Tombak-tombak es mulai berdatangan, mulai menghancurkan Ghost Wolf yang memberikan beban pada Rion.
Tentu asal serangan ini tak perlu ditanyakan, Lily lah yang melakukan ini, dan serangan ini belum usai. Dengan tangan mungil indahnya yang terangkat tinggi, semburat biru pucat mulai terkumpul, menandakan bahwa sihir lain mulai dirapalkan.
__ADS_1
"Magic: Ice Rain."
Buk! Buk! Buk! Buk!
Frekuensi suara hantaman benda tumpul kian meningkat, seraya dengan intensitas es yang jatuh semakin banyak. Bongkahan demi Bongkahan es terus berjatuhan tanpa henti, menghantam tubuh para Ghost Wolf membuat cedera timbul pada otot dan sendi mereka.
Kekuatan serangan yang monster-monster itu bebankan pun sedikit demi sedikit menyusut.
Namun, ini lebih dari cukup untuk Rion agar dapat terlepas dari jeratan serangan monster ini. Dia yang kini berada jauh di luar jangkauan serangan Lily tersenyum tipis sebelum mempersiapkan dirinya kembali. Kesempatan untuk dapat lepas seperti itu tak akan selalu ada.
"Rion, setidaknya hilangkan mereka yang telah terkena seranganku terlebih dahulu."
Rion mengangguk, tanpa perintah dari Lily itu memang sudah menjadi rencananya. Saat hujan es mereda dia segera berlari, menerjang ke tengah-tengah kerumunan Ghost Wolf yang tak bisa banyak bergerak.
Medan kini berubah. Dengan banyaknya bunga es yang mulai terbentuk di tanah berbatu membuat pergerakan Ghost Wolf menjadi tumpul.
Di sisi lain, Rion bertindak seperti ikan yang kembali ke air. Dengan pengalaman setengah tahun berada di Zona Kematian yang memiliki medan lebih kurang seperti ini, tapi berbeda dengan kondisi jauh lebih ekstrem. Dia mulai bergerak dengan lihainya.
"Great Circles!" Tubuh Rion berputar, bersama dengan lintasan satu lingkaran penuh yang dia lakukan, menebas monster-monster di sekelilingnya.
Serangan itu belum usai, Rion kembali merajut tiap serangannya menjadi satu kesatuan yang apik. Meninggalkan rasa khawatir di belakang, dia terus mengambil langkah yang kian berani.
Alasan mengapa dia dapat mengambil tindakan semacam ini jelas karena orang di belakang, Lily. Meskipun tak banyak dan terkesan mau tak mau, tapi dia tetap menyerang dan membantu Rion seperti yang dia katakan kemarin.
Namun, di sisi lain Rion semakin berdecak kagum sekaligus bingung akan tindakan Lily. Gadis itu jelas hanya menggunakan sihir dasar [Magic: Ice Lance] untuk membantunya, tapi kerusakan yang ditimbulkan oleh sihir itu sangatlah besar.
__ADS_1
Menimbang bahwa kekuatan serangan seseorang di satu bentuk yang sama, seperti sebuah teknik pertempuran atau sihir mengalami peningkatan sebanding dengan tingkat kekuatan pribadi. Punggung Rion kini menjadi dingin, sekuat apa Lily sebenarnya?
Namun, hal itu tak akan dapat diketahui jika gadis itu saja masihlah bermain-main dengan pertarungan yang dia jalani.
Membuang pikiran yang dapat mengganggu fokusnya, Rion menusuk seekor Ghost Wolf sebelum mengambil jeda saat sambaran kilat mulai berjatuhan ke arahnya, berasal dari Ghost Wolf yang lain.
Seperti yang dia kira sebelumnya, monster ini jauh lebih cerdas daripada monster normal. Jika monster normal lebih mengandalkan insting pribadinya, monster ini jelas mengandalkan insting kolektif untuk mempertahankan kekuatan bersama.
Momentum yang dimiliki Rion semakin menurun. Dengan insting kolektif untuk mempertahankan koloni, Ghost Wolf yang telah terjerat oleh serangan sebelumnya mulai mundur. Sementara itu, kawan lain yang tak terkena dampak serangan tadi menggantikan mereka untuk berhadapan langsung dengan Rion, membentuk barisan baru untuk dapat mengatasinya.
Bahkan jika Rion ingin mengejar Ghost Wolf itu, dia tak bisa karena dia telah terlebih dahulu dihadang oleh yang lain.
Mendecak akan situasi ini, Rion pun mengarahkan tangannya saat kilau sihir mulai terlihat. "Magic: Lightning Chains!"
Baut kilat menyambar ke arah Ghost Wolf di barisan belakang, membuat monster itu mengalami kelumpuhan. Tidak hanya sampai di situ, Rion mulai melancarkan sihir lain berupa [Magic: Wind Cutters] dan [Magic: Wind Balls] untuk menahan para monster itu dari tujuan mereka beristirahat dan memulihkan diri.
Lagi pula, Rion bukanlah orang yang tak akan mengeluarkan kemampuan lebih untuk dapat mengatasi suatu hal.
Bunyi dentuman pun mulai menggema, tak hanya satu atau dua kali tapi secara intensif terus terdengar. Di samping itu, Rion tak berhenti bergerak dan terus berpindah, membuat pergerakan dirinya sulit dikunci oleh monster-monster itu.
Lily sendiri menyaksikan ini dengan tertarik, meski dia memang menyematkan [Magic: Trace] pada Rion. Namun, audio dan visual yang dapat dia terima dari sihir itu dan menyaksikan secara langsung jauh berbeda.
Juga cara bertarung Rion untuk melawan jumlah jauh di atasnya masih menarik karena berbeda jauh dengan saat dia dulu berduel dengannya. Meskipun setelah ini Lily telah memikirkan 'pelatihan' lain untuk Rion setelah melihat kekurangan pemuda itu dalam hal ini.
Merasa kewalahan, salah seekor Ghost Wolf pun melolong tinggi. Seolah menjadi sinyal, suara lolongan semakin bergema. Bahkan gelombang suara yang dihasilkan kian menggelegar.
__ADS_1
Boom!
Baut kilat jatuh tepat di posisi Rion berada, tapi dia dapat menghindari serangan itu. Mendongak ke arah serangan ini berasal, dia melihat seekor monster yang berbeda dari Ghost Wolf berdiri dengan arogan.