A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 60 : Kekhawatiran Mereka - 1


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya, menjauh dari pertarungan antara Rion dan kelompok Overflow, Huge serta timnya berusaha kembali ke Kota Dee secepat mungkin.


Meskipun mereka merasa suasana yang agak aneh saat memasuki kota. Namun, hal itu diabaikan. Dibanding memikirkan alasan kenapa suasana kota terasa lain, menyampaikan informasi yang mereka dapatkan dari operasi itu jauh lebih penting sekarang.


Dengan jalanan di kota lengang karena jam malam yang diberlakukan, waktu yang dihabiskan tim itu di jalan pun terpangkas secara signifikan. Semua karena mereka tak perlu menembus kerumunan yang biasa ada tanpa menimbulkan kepanikan.


Memasuki kantor Ditch, Huge semakin mempercepat langkahnya. Tanpa banyak penundaan dia membuka pintu. "Kapten!"


Huge memandang ke dalam berusaha menemukan Ditch yang lebih sering menetap di sini, tapi kali ini dia tak berhasil menemukan keberadaan Ditch di mana pun.


Membalikkan tubuhnya, dia menghadap anggota timnya yang terlihat masih agak kebingungan.


Menunggu mereka dapat mengatur napasnya, Huge pun memesan, "Kalian tetaplah di sini dan awasi para bandit ini. Aku akan mencari Kapten Ditch, jika dia nanti kembali tolong segera cari aku dengan sinyal suara."


Memandang para bandit yang kini menjadi tahanan dengan penutup wajah yang dikenakan kembali, Huge bergumam, "Informasi yang didapat kali ini terlalu beresiko untuk diketahui pihak luar."


"Tapi Ketua, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ernest yang tak paham dengan alasan mengapa Huge terlihat begitu panik. "Kenapa setelah melepas penutup kepala para bandit ini kau terlihat sangat khawatir?"


"Itu akan aku jelaskan nanti dan kalian tetaplah bersiaga di sini! Paham?!"


Anggota yang lain termasuk Ernest mengangguk. Setelah melihat ini Huge segera berlari, meninggalkan kantor ini sembari bertanya kepada orang lain yang ditemuinya di jalan. Berharap mereka tahu mengenai di manakah posisi Ditch berada sekarang.


***


Di sisi lain, Ditch, orang yang tengah dicari-cari Huge tengah berada di salah satu bangunan yang kini menderita kehancuran hebat.


Bangunan yang semula memiliki empat lantai kini telah menjadi kenangan. Dengan dua lantai teratasi yang hancur hingga mengakibatkan beberapa penduduk sipil terluka karena terkena pusing bangunan, sedangkan dua lantai terbawah juga menderita banyak kerusakan karena dilalap si jago merah.

__ADS_1


Masih tak memahami apa yang sebelumnya terjadi, Ditch bergumam, "Hmm ... apa yang sebenarnya terjadi beberapa saat sebelumnya?"


Melihat informasi lain, ini adalah tempat yang disewa oleh Overflow, salah satu dari beberapa kelompok tentara bayaran yang di sewa Reutania Kingdom demi perang mendatang.


Selain itu, Ditch yakin bahwa ini adalah hasil dari bekas pertarungan yang terjadi.


"Apa ditemukan korban selamat?" Menatap asistennya, Ditch mengajukan pertanyaan berharap akan mendapat informasi lebih.


Gayung bersambut asistennya itu mengangguk. "Sejauh ini sudah ditemukan beberapa korban selamat. Namun kondisi mereka terlalu buruk dan kebanyakan berada di ambang hidup dan mati. Meski begitu kami memiliki seorang yang kondisinya lebih baik dari siapa pun. Korban bernama Pirlo, seorang wakil ketua Overflow yang telah melewati masa kritis. meski Demikian begitu dia masih tak sadarkan diri sehingga kita tak dapat mengorek informasi."


Mendengar laporan langsung yang dibacakan asistennya Ditch menghela napas dan mulai menggaruk bagian belakang kepalanya. Sebuah sikap yang tak sepantasnya dia tunjukkan dengan jabatannya.


Namun seolah beban ini belum cukup, sekelompok penjaga berlari menuju Ditch setelah mengetahui dia berada di sini dan tak berada di kantor. Salah seorang di antara mereka melangkah maju, memberi hormat padanya lalu melaporkan perihal tujuan kedatangan mereka.


"Kapten, kami ingin melaporkan bahwasanya terjadi pertempuran yang terjadi di sebuah kawasan pinggir kota. Kami juga mengetahui pertempuran itu berpusat di mansion yang disewa oleh kelompok Overflow, tapi kami tak dapat menginterupsi pertempuran dan hanya bisa melihat bagaimana itu berjalan."


"Tuntun aku ke tempat itu!" Menatap asistennya dia bertanya, "Kamu dapat mengatasi situasi di sini bukan?"


"Tenang saja Kapten, saya akan mengatasi situasi di tempat ini."


Ditch mengangguk lalu melangkah maju menuju tempat yang dimaksud bersama kelompok ini. Namun, sebuah suara akrab yang tiba-tiba terdengar dari belakang membuat langkahnya terhenti.


"Kapten Ditch! Tolong tunggu sebentar!"


Memastikan bahwa dia tak salah dengar, Ditch menoleh ke belakang dan melihat Huge yang sedang ke arahnya.


"Kapten!" sapa Huge sekali lagi dengan memberi hormat setelah berada tepat di depan Ditch.

__ADS_1


"Apa ada masalah Huge? Kau tidak seperti dirimu yang biasanya."


"Kapten kemari sebentar, ada hal yang ingin aku bicarakan," Menurunkan suaranya dia melanjutkan, "Dan ini bersifat sedikit rahasia."


Ditch memandang kelompok yang memanggil terlebih dahulu dan Huge, terasa dengan jelas bahwa masalah yang dibawa keduanya ini terbilang mendesak. Membuatnya agak bingung untuk mendengarkan permintaan siapa yang terlebih dulu dia lihat.


Namun, melihat tingkah Huge yang tak pernah seperti ini bahkan saat dia kehilangan seluruh rekan timnya, hati Ditch pun sudah condong ke arahnya.


"Baiklah aku akan mendengar informasi darimu dulu Huge, tapi ini tak akan lama. Sekarang aku juga tengah mengatasi kekacauan yang sepertinya menyangkut kelompok Overflow."


"Kalau begitu Anda harus mendengar informasi ini terlebih dahulu Kapten. Informasi ini berkaitan dengan kelompok tentara bayaran Overflow." Huge dan Ditch saling berpandangan sejenak, sebelum akhirnya Ditch memilih mengikuti Huge.


Mereka berdua berlari cepat menuju kantor Ditch, untuk menjelaskan hal yang Huge maksudkan sebagai rahasia Lebih jauh lagi informasi bahwa ini terkait Overflow adalah apa yang menggelitik minat Ditch, seingatnya operasi yang dijalankan tim Case Bag tak berhubungan dengan kelompok itu.


Menuju ke kantor tanpa banyak hambatan, mereka berdua segera masuk ke kantor. Ditch memandang ke arah Huge dan menemukan rekan satu timnya juga berada di sini dan dalam keadaan baik tanpa luka berarti. Menjelaskan bahwa ekspresi khawatir yang kini dimiliki Huge berasal dari informasi yang akan disampaikan.


"Jadi apa sebenarnya hal yang kau khawatirkan Huge? Kau bilang hal ini memiliki kaitan dengan Overflow, sekarang katakan apa itu?"


"Lihatlah para bandit ini Kapten," Alih-alih menjawab secara langsung, Huge malah menunjuk para bandit yang terbaring di lantai.


Ditch mendekat, saat dia membuka penutup wajah bandit ini dan melihat wajah mereka, dia langsung tahu alasan Huge khawatir.


Menoleh ke arah Huge, Ditch memasang ekspresi rumit. "Jadi ini maksudmu ...."


Huge mengangguk, sementara yang lain yang masih bingung atas apa yang dimaksud oleh keduanya.


Ernest mengangkat tangannya, seolah meminta izin untuk bertanya, "Apa yang sebenarnya kalian maksud dari tadi? Mengingat para bandit ini telah membunuh keluargaku, kurasa aku berhak untuk tahu hal itu."

__ADS_1


Ditch menghela napas panjang sebelum mengangguk lemah. Ernest memang memiliki hak untuk tahu ini. "Mereka adalah beberapa anggota dari kelompok Overflow."


__ADS_2