A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 61 : Kekhawatiran Mereka - 2


__ADS_3

Mendengar ini, orang-orang menahan napas. Namun, ini memanglah kenyataan yang sebenarnya. Dengan posisi Ditch yang membuatnya lebih kurang bertindak sebagai pengawas seluruh keamanan kota, tentu dia tahu wajah dari tentara bayaran yang dapat masuk dan keluar di kota ini.


Beberapa wajah tak percaya ditunjukkan oleh beberapa orang di dalam ruangan ini. Namun, tak semua orang terkejut karena beberapa orang seperti Rico telah memiliki beberapa dugaan yang tak jauh dari fakta di depan mereka.


“Karenanya ada dua kemungkinan, pertama mereka berinisiatif menyamar menjadi bandit. Atau ...,” Masih dengan wajah tanpa ekspresi, Ditch melanjuti penjelasan dari dugaan yang ada di kepalanya. “Pihak Overflow itu sendiri yang merupakan para bandit sebenarnya.”


Mengalihkan tatapannya, Ditch bergumam, “Walau ini hanya dugaan, tapi karena posisi orang-orang ini relatif tinggi dalam kelompok itu membuat kemungkinan kedua benar lebih besar daripada yang pertama. Terasa tidak mungkin jika kelompok sebesar Overflow tak mengetahui gerakan dari salah satu petingginya.”


Waktu seolah terhenti, berbagai perasaan dan pikiran mengalir ke kepala orang-orang di ruangan ini.


Bahkan Ditch sendiri tak menyangka akan mendapat informasi yang sangat menghancurkan seperti ini. Di sisi lain, dia bersyukur karena kerap menjadikan Huge pengawalnya hingga membuat Huge sadar akan identitas para bandit ini.


Membayangkan jika misi ini dijalankan orang lain dan informasi ini hilang. Ditch tak dapat menahan keringat dingin karena itu akan membuat mereka terus menjaga seekor serigala berbulu domba.


Sebuah garis vena muncul di dahi Dany, Huge menyadari perubahan pada salah satu rekannya ini membuatnya berusaha menahan Dany. “Tenanglah Dany. Meski kita tahu informasi ini tapi kita tetap tidak bisa bergerak semaunya.”


“Kenapa?! Akan kuhampiri mereka lalu menampar mereka di wajah!”


“Apa kau tahu kenapa kami diam sedari tadi?” tanya Huge. “Kekuatan Overflow itu besar dan tidak dapat diremehkan. Bahkan jika kita melakukan hal seperti menghukum mereka atau semacamnya sekarang, selain membawa kekacauan dalam kota juga akan membuat mental para prajurit turun selama perang yang akan datang. Jika hal itu terjadi seharusnya kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya bukan?”


Tak menunggu Dany berbicara, Ernest segera melanjutinya. “Kita akan saling curiga dan membuat kerja sama antar satuan peleton menjadi sulit. Setelah semua, hanya akan ada satu hasil bagi Reutania dalam perang nanti, kekalahan.”


“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Pertanyaan Dany ini membuat semua orang terdiam dan mulai tenggelam dalam pikirannya masing-masing.


Akan tetapi, semua itu segera berakhir saat suara berderak memenuhi telinga dan sinar rembulan mulai terhalang pekatnya awan.


Cahya terang mulai menyinari kota Dee, membuat Ditch, Huge, dan yang lain mulai menatap langit.


Seolah kejutan di hati mereka masih belum cukup, delapan ekor naga kilat mulai turun. Membuat pikiran mereka yang terus terbenam sejak tadi seolah-olah menjadi terhenti, tak mampu menanggapi peristiwa ini lagi.


“Apa yang terjadi?” Sebuah gumaman keluar dari mulut Ditch. Menatap kosong ke arah para naga yang terus meraung, berputar di langit menunjukkan sosoknya.

__ADS_1


***


Medan pertempuran antara Rion dan Overflow kini benar-benar tenang, tak ada satu pun gerakan atau suara yang terjadi di sana.


Semua mata kini fokus pada bayang seorang pemuda yang berdiri gagah tak terusik oleh sebaran mayat dan darah di mana-mana. Tangan pemuda itu terangkat, cahaya biru terang menyilaukan mata terkumpul di tangan pemuda itu.


Saat sosok dari naga kilat menunjukkan dirinya, mengguncang Kota Dee dengan kehadirannya cahaya di tangan pemuda itu seolah merupakan bentuk kendalinya atas para naga yang muncul.


Ular-ular kilat yang terlepas terus mengamuk, menjatuhkan baut kilat yang memberi kehancuran pada beberapa tempat di sudut kota.


Langit yang seharusnya gelap gulita kini terang benderang, mendapat cahaya dari tubuh para naga. Suara berderak terus terdengar, kian keras seolah mereka ingin memberi teror, menanamkan rasa takut di hati setiap individu yang melihatnya.


Para naga itu berputar di angkasa lepas, seolah menelusuri kota tempat kemunculan mereka.


Mata pemuda itu yang semula terpejam kini terbuka. Dengan tatapan tajam, dia menurunkan tangan, seolah menjadi tanda dimulainya amukan yang akan dilakukan para naga itu.


Delapan naga yang muncul di langit kini turun. Tubuh mereka berubah menjadi sinar perkasa, segera menghantam kota bersama kekuatan destruktif yang dibawanya.


Medan pertempuran ini, yang juga menjadi tempat tujuan sang naga menunjukkan kekuatannya kini berwarna hitam arang. Bau hangus gosong memenuhi indra penciuman, baik itu mayat atau orang yang bersembunyi kini telah terpanggang habis.


Namun, kehancuran di tempat ini sebenarnya tak seberapa. Dua tempat lain yang menjadi markas sementara Overflow juga dihujani amukan sang naga, tapi tempat itu tak seberuntung tempat ini karena tiga di antara delapan naga itu mengamuk di sana.


Dengan satu di sini dan yang satu di tempat Rion memiliki pertarungan singkat dengan anggota Overflow sebelumnya yang juga dihantam oleh seekor naga. Namun, itu hanya berfungsi untuk ‘pembersihan’ dari kekacauan yang dia buat sebelumnya.


Bersyukurlah pada Heran. Karena dia, Rion dapat melihat catatan lengkap dari letak markas Overflow di Kota Dee.


Membuatnya harus menekankan kontrol lebih pada [Grandmagic: Dragon Lightning Chains] untuk dapat mengenai tepat di tempat yang dimaksud. Apalagi ini bukan hanya satu, tapi delapan dari bentuk sihir ini setelah didorong secara maksimal oleh [Magic: Multiplications] yang diterapkan padanya.


Meski persiapan di mana rapalan internal harus memakan waktu yang cukup besar, tapi hasilnya juga sebanding dengan itu.


Rion melirik, melihat para penjaga yang sejak tadi memperhatikan jalannya pertarungan dari jauh yang kian berisik.

__ADS_1


“Lebih baik aku segera pergi sebelum ada yang melihatku,” gumam Rion pada diri sendiri.


Namun, sebelum itu Rion merasakan aliran mana di sekeliling. Setelah memastikan bahwa seluruh orang di sini telah tewas atau setidaknya mendekati kematian. Dia menghilang, seolah ditelan kegelapan malam.


Menjauh dari gelombang pasang yang akan timbul akibat tindakannya ini.


Beberapa saat setelah semua ini selesai, sekelompok bayangan bergerak cepat menuju ke tempat ini.


“Kapten Ditch!” panggil sang asisten saat berlari menghampiri Ditch yang baru tiba.


“Tolong segera jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.”


“K-kapten Ditch ... sebenarnya seluruh bangunan ... tidak. Kelompok Overflow itu sendiri hancur lebur.”


Mendengar ini Ditch bersama lainnya uang baru tiba mematung sejenak. Apakah begitu mudah menghancurkan kelompok seperti Overflow? Jelas tidak, dan karenanya hal ini sulit untuk diterima segera.


“Apakah ada informasi relevan, bahkan jika itu hanya dugaan mengenai siapa pihak yang terkait dengan ini?


“Sayangnya belum Kapten, tapi kami mendapat sebuah laporan dari anggota Overflow yang berhasil kabur jauh sebelum tepat ini menjadi seperti ini,” Meski tidak yakin dengan apa yang akan disampaikannya, asisten itu mengatakan informasi itu. “Dia berkata bahwa semua ini disebabkan oleh satu orang.”


Ditch menghirup napas dingin. Jika hal ini memang benar, lalu seberapa kuat orang itu?


“Apa informasi ini lebih yang dapat dipastikan kebenarannya?”


“Maaf, tapi kami sendiri tidak percaya akan hal itu. Namun, pemuda itu memiliki ciri khas berupa rambut hitamnya.”


Meski hal itu tak banyak berarti jika mereka ada di Benua Sylius karena orang seperti itu cukup umum di negara bernama Satific Republic. Namun, di Benua Zestia hal ini terbilang penting, orang dengan ciri semacam itu tidak banyak karena negara yang dimaksud tidak ikut andil bagian dalam invasi ke benua ini.


“Baiklah, aku rasa itu sudah cukup untuk sekarang,” ucap Ditch saat masih berusaha mencerna situasi.


“Sekarang prioritaskan tujuan untuk meningkatkan keamanan dan menenangkan kepanikan publik. Setelah itu tangkap anggota Overflow yang selamat untuk dimintai keterangan. Juga ...,” Mengambil jeda sejenak, Ditch akhirnya berucap, “Kita harus mencari tahu siapa pemuda berambut hitam itu.”

__ADS_1


“Baik Kapten!”


__ADS_2