
Di sebuah sudut yang gelap gulita, Ci melaju dengan kecepatan tinggi dan mengabaikan sekelilingnya. ‘Kenapa bisa jadi begini?’ pikirnya.
Mengawasi sekeliling dan menemukan bahwa tak ada satu pun orang yang menyadari keberadaannya. Ci berhenti lalu merenung dalam. Dia adalah pihak lain yang sebelumnya mengikuti pembicaraan antara Lion —Rion— dan tim Night Eye.
Namun, setelah Rion mengungkap keberadaannya, Ci tak memiliki banyak pilihan selain meninggalkan tempat itu. Mau dilihat dari sudut mana pun, meski dia juga memiliki misi yang sama dengan tim Night Eye secara garis besar. Namun, tujuan utama dari misinya sendiri sangat berlawanan dengan tujuan dari misi yang dijalani tim Night Eye.
“Bagaimana mereka dapat menemukanku?” tanya Ci. Namun, tak ada siapa pun untuk dapat menjawabnya kecuali kesimpulan yang dapat dia hasilkan.
Memang seseorang dapat merasakan kehadiran orang lain yang sedang mengawasi mereka. Meski begitu, terdapat berbagai batasan untuk dapat melakukannya.
Sebagai contoh adalah kekuatan pribadi yang diawasi jauh lebih tinggi daripada pihak lawan, dan tim Night Eye yang mengawasi Lion dapat dijadikan contoh dalam kasus ini. Namun, terdapat juga batasan lain dan ini bukanlah faktor utama.
“Lalu apa?” Dan ini menimbulkan kontradiksi lain.
Dari sudut pandang mana pun yang ingin dia gunakan, Ci belum dapat menemukan hal yang sesuai keinginannya. Lion lemah, dalam sudut pandang pribadinya kekuatan Lion jauh lebih lemah daripada yang dibayangkannya.
Dari fluktuasi energi yang Lion pancarkan dam dapat dia rasakan. Ci memperkirakan bahwa Lion berada di antara sudut tingkat kekuatan platinum level 7-9.
Dengan kekuatan pribadinya yang jauh melampaui tingkatan itu, membuat Ci berpikir bahwa faktor kekuatan pribadi menjadi tak mungkin. Meski demikian halnya yang terjadi, dia kini harus memeras otaknya dan berpikir ulang.
Rasa permusuhan adalah salah satu dari beberapa faktor, mungkin ini adalah faktor yang paling besar dalam peran untuk dapat membuat orang lain merasakan kehadiran lawan.
Meski ini adalah hal yang mendekati mustahil karena dirinya tak menunjukkan emosi apa pun dalam pengawasannya, hanya diam dan tenang. Terlebih dengan keahliannya dalam hal menyembunyikan kehadirannya pulalah alasan mengapa dia dipilih pilih oleh Jenderal Liar dalam misi ini daripada agen lainnya.
Dengan dua faktor besar yang ditolak mentah-mentah oleh pikirannya, Ci mencoba mencari alternatif lain. Pikirannya berpacu, tapi tetap tertahan seolah mengalami kesulitan dalam mengeluarkan sebuah sumbat yang menghalangi laju air.
__ADS_1
‘Faktor lain selain kedua hal itu. Coba pikirkan ...,’ Berbagai hal dia pertimbangkan tapi selalu disangkal karena ketidaksesuaiannya. Mendapati satu kemungkinan, mata Ci melebar.
“... Oversense?” Dan hal itu tak sengaja dia suarakan.
Apa itu Oversense? Itu adalah kemampuan khusus ... tidak, menyebut itu sebagai kemampuan khusus kurang tepat. Karena Oversense sama sekali tak berhubungan dengan faktor kemampuan khusus. Namun, lebih terkait ke satu bidang.
Kesadaran.
Mendapati kemungkinan yang dirasa paling mendekati titik kebenaran, punggung Ci merasa sedikit dingin. Pengembangan hal kesadaran adalah yang paling mustahil dari semua, itu jauh melampaui kesulitan menembus batas antara platinum level dan yang di atasnya. Bahkan itu tak bisa dijadikan suatu pembanding yang mendekati ‘setara’.
‘Dan apa kesadaran itu?’ Ci menggelengkan kepalanya kuat, tak ingin lagi memikirkan hal yang dirasanya benar ini lebih lama lagi.
Bagaimanapun, pengembangan kesadaran sangat erat kaitannya dengan aspek jiwa yang masih abstrak. Namun, satu hal yang pasti adalah semakin kuat suatu jiwa maka semakin tinggi kesadaran itu, dan semakin kuat suatu jiwa maka semakin mengerikan pula pengalaman yang harus dilalui.
Melihat penampilan Lion yang masih berusia 16-18 tahun, bahkan Ci yakin bahwa usia sebenarnya tak jauh dari penampilannya. Namun, itu jugalah fakta yang membuatnya tak dapat membayangkan apa yang harus dilalui pemuda itu.
“Sekarang, bagaimana aku akan menjalankan misi ini? Informasi yang kumiliki terputus karena hal sebelumnya.” Mengabaikan kesulitan yang harus dia hadapi, Ci menghela napas. “Sepertinya aku harus mencari beberapa informasi lebih mengenai Lion dari tim Night Eye.”
Menetapkan keputusannya, Ci sekali lagi menghilang.
***
Dalam saluran bawah tanah Kota Sourt, Wess dan Zee berjaga salah satu titik yang telah mereka tetapkan sebagai titik bertemu sebelumnya. Dengan Xion dan Yuzu yang mencari pemuda itu, mereka berdua memilih untuk menyisir saluran ini kembali. Bagaimanapun, waktu satu malam jelas tan cukup untuk mengetahui setiap sudut saluran ini.
“Apakah kau kira Kapten dan Yuzu akan dapat menemukan pemuda itu?”
__ADS_1
“Aku rasa hasilnya tak akan jauh dari itu. Wess, kau juga mengetahui dengan betul kan tentang kemampuan khusus yang Yuzu miliki? Itu akan sangat mendorong hasil yang didapat dalam situasi semacam ini.” Memikirkannya sejenak, Zee bertanya, “Apa kau mengkhawatirkan sesuatu?”
“Tidak, hanya saja Kapten sepertinya terlalu memaksakan dirinya.”
Dengan wajah rumit, Zee menghela napas panjang, dia telah menyadari maksud Wess. Dengan sifat Xion yang mereka kenal, pasti dia akan sangat memaksakan dirinya, terlebih karena kejadian sebelumnya.
Tuk Tuk Tuk Tuk
Saat suara langkah mulai menggema, mereka berdua segera bersembunyi. Bersiap akan kemungkinan bahwa itu adalah pihak musuh.
Saat bayangan mulai terlihat, Wess dan Zee mengambil napas lega sebelum keluar. “Apakah semua berjalan dengan baik Kapten?” tanya Zee.
“Kurang lebih begitulah, tapi Zee ... ada masalah baru yang harus kita hadapi.”
Dengan kebingungan yang terukir jelas di matanya, Zee memandang Xion. Menantikan kelanjutan dari pernyataan kaptennya ini.
“Kemungkinan besar Reutania Kingdom masih mengamati kita.”
Begitu kata ini jatuh layaknya sebuah bom, baik Zee maupun Wess tak dapat mempertahankan ketenangannya. “Dari mana kau bisa mengetahui ini Kapten?”
“Pemuda yang menjadi tujuan misi kita. Dia yang memberitahukan hal ini. Meski awalnya dia hanya mengira bahwa pihak lain itu adalah rekan kita, tapi seperti yang kau ketahui ....”
“Selain kita seharusnya tak ada orang lain lagi, kan?” sambung Zee. Dengan wajah rumit, dia menghela napas. “Selain itu dia tak memiliki motif yang bisa mendatangkan keuntungan baginya jika melakukan itu.”
Xion mengangguk berat pada Zee, sekarang mereka memiliki hal yang mana membuat mereka harus mengutamakan keamanan diri. Dengan informasi terkait Rion yang telah didapat, Xion sadar bahwa dia harus menyampaikan informasi ini.
__ADS_1
Namun, jika mereka tak selamat maka akankah informasi ini sampai ke para petinggi militer? Tentu tidak, dan dengan ini jelas sudah bahwa mereka harus selamat.
Suara percikan air tiba-tiba terdengar. Sangat lemah, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat tim Night Eye yang dalam posisinya saat ini menyiagakan kewaspadaan mereka ke titik tertinggi.