A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 90 : Bergerak - 3


__ADS_3

Saat matahari telah tergelincir, mulai condong ke barat. Rion dan Lily berdiam di sebuah atap bangunan berlantai empat. Ini bukanlah tempat tertinggi di sekitar, ada beberapa bangunan yang jauh lebih tinggi. Namun, ini adalah titik tengah dari lokasi kasar keberadaan Yurei.


Lily telah lama mengurus beberapa orang yang mungkin akan mengganggu Rion menyelesaikan diagram. Karena bangunan ini adalah sebuah ruko, dia lebih leluasa dan tak perlu menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan hal itu.


[Hide and Seek]. Itu adalah jenis diagram sihir yang dapat menemukan keberadaan pihak yang ditunjuk. Namun, itu juga memiliki kelemahan bahwa harus ada hubungan dan keinginan pihak lain untuk ditemukan. Jika syarat di atas tak terpenuhi, maka diagram ini pun akan sama sekali tak berguna.


Oleh sebab itu, diagram ini hanya digunakan untuk menemukan rekan yang disekap atau dijadikan tawanan musuh. Tidak dapat secara aktif menemukan lokasi musuh dan bahkan akan mengekspose diri mereka jika tak waspada.


Di samping penggunaannya yang terbilang memiliki beberapa syarat tak menguntungkan. Sihir ini sendiri termasuk sihir inkonvensional yang mana itu membutuhkan beberapa penunjang lain, tak seperti halnya sihir konvensional —sihir yang lumrah digunakan dalam pertarungan dan hanya memerlukan rapalan mantra serta jumlah mana terkait.


Srak Srek Srak Srek


Garis demi garis terbentuk, melengkung hingga menjadi bentuk diagram yang saling bertumpuk satu sama lain. Tiap diagram adalah betuk dari pengaktifan rapalan mantra nantinya, tapi dengan banyaknya mantra yang harus dirapalkan membuat bentuk diagram kian rumit.


Menghembuskan napas panjang, Rion menarik tangannya dari susunan diagram.


"Kau cepat juga ya, Rion," puji Lily.


Meski pujian ini terdengar tidak tulus, itulah yang sebenarnya terjadi. Bahkan saat Rion mulai menggambar simbol-simbol yang akan menyusun diagram, dia tak menunjukkan kehati-hatian khusus yang biasa ditunjukkan saat menggambar diagram.


Namun, itu dapat dimaklumi dengan tingkah lakunya yang seperti itu. Mengabaikan perkataan Lily, Rion mulai menggenggam bijih perak di tangannya erat-erat.


"Huh ... Magic: Burn ...."


Tangan Rion mulai menyela, menunjukkan kilau yang turut memanaskan bijih itu. Membuat cairan perak panas mengalir keluar dari genggaman tangannya dan mulai mengisi diagram.


Mata Rion fokus, mantra demi mantra tambahan dia rapalkan segera. Berusaha membuat sihir ini jauh lebih sempurna. "Hide and Seek ...."

__ADS_1


Mantra terakhir diucapkan, segera mengaktifkan diagram dan membuatnya bercahaya dengan kilau ungu muda terang. Begitu cahaya itu redup, pola demi pola yang membentuk diagram mulai menyusut dengan cepat.


Bak sebuah jaring laba-laba yang dipintal, diagram ditarik ke pusatnya. Menyatu menjadi sebuah bola besi panas yang kemudian mengembang sejenak, membentuk sebuah piringan sebelum jatuh. Kembali berubah menjadi lelehan besi panas yang meluncur ke arah Yurei berada.


Tanpa banyak bicara, mereka berdua pun segera mengikuti arah yang dituju oleh lelehan perak itu.


Pemandangan di sekitar mereka berubah, dari gemerlap nan riuhnya perkotaan menjadi gelap nan suram. Mereka terus menuju ke bayang-bayang yang disembunyikan Kota Sourt.


Kecepatan lelehan perak itu tak terlalu cepat, tapi karena medan yang dilalui adalah jalur tercepat menuju posisi Yurei, terkadang membuat itu menyusahkan untuk Rion dan Lily. Dengan terus mengikuti itu, mereka tiba di saluran bawah tanah kota.


"Ini sepertinya tak terhubung dengan saluran lain.' Meski dia memperhatikan ini, Rion tak menunggu lama dan terus mengikuti arah lelehan itu menuju.


Namun, sebagaimana jejak itu tertinggal, lelehan itu hanya semakin menipis hingga lenyap. Meski begitu, dengan hanya ada satu jalur yang tersisa, membuat baik Rion maupun Lily yakin hanya inilah jalan menuju posisi Yurei.


"Setelah kita membuka pintu di depan, kemungkinan besar Yurei akan segera ditemukan."


Meski Rion tak begitu paham dengan gelombang mana yang Lily bicarakan, tapi dia tak menyinggung hal itu lebih jauh. Sekarang bukan waktu yang tepat, selain itu, hal itu dapat dia tanyakan kapan saja.


Bunga-bunga es mulai terbentuk di tangan Lily. Segera membesar hingga berubah menjadi sebuah tombak, dia merasa tak perlu menyembunyikan kemampuan ini sekarang dan segera meluncurkan tombak es itu.


Crak!


Suara renyah terdengar. Tombak es berhasil mendobrak pintu itu, membuatnya terbuka secara paksa. Seperti dugaan sebelumnya, Yurei berada di sana tapi melihat bahwa keadaan Yurei tengah terikat lemah, baik Lily maupun Rion menunjukkan pandangan dingin.


Mata Lily menyapu, menemukan keberadaan yang berusaha bersembunyi dan kembali menyerangnya. Memaksa pihak lain menunjukkan dirinya tepat di depannya.


Orang itu panik, jika bukan karena But telah pergi dari sini dan meninggalkannya sendiri, mungkin dia akan terus bertahan. Namun, usaha pihak lain berhasil dan tanpa ampun memaksanya keluar dari persembunyian.

__ADS_1


Meski begitu, setelah melihat dengan jelas siapa sosok yang ada di depannya tubuh orang itu bergetar hebat. Mata yang selama ini tak kenal takut dan diam, sekarang menunjukkan ketakutannya.


Dua orang memandang dengan mata dingin. Namun, kedinginan ini jauh lebih luar biasa dari gertakan But.


"Wind Stree!" Pikirannya berpacu cepat, tak berulang atau ragu. Dengan teknik ini semburat hijau berkumpul di kakinya dan menambah kecepatan larinya secara gila.


"Apa kau ingin lari?" suara Lily yang sama dinginnya dengan pandangannya terdengar. Seolah nada yang keluar telah mencapai lubuk hati terdalam.


Namun, orang itu tak membalas dan terus berusaha meninggalkan tempat ini.


"Magic: Ice Lance!" Lily kembali menyerang. Rapalan kini menggema karena dia tetap berusaha menyembunyikan keterampilannya, lawan kali ini jelas bukan orang yang dia cari. Keterampilan yang ditunjukkan terlalu rendah.


Tombak demi tombak meluncur, berusaha memakukan lawan. Namun, orang itu mengabaikan serangan yang mengarah padanya. Bahkan matanya tak melirik pihak lain lagi. Hanya fokus pada apa yang ada di depannya, mencari jalan teraman dan tercepat.


"Ahh! Rion, mengapa kau tidak membantuku menghentikan dia?' tanya Lily geram setelah kehilangan pihak itu.


Menghembuskan napas panjang, Rion menjawab, "Sedikit tenanglah Lily. Keselamatan Yurei adalah yang utama, selain itu kita tak akan kehilangan orang itu."


"Huh ... kau benar." Setelah mendapatkan cukup ketenangannya kembali, Lily bertanya, "Apa kau telah menerapkan Magic: Trace pada orang itu?"


Seolah tak perlu ditanyakan lagi, Rion menjawab pertanyaan itu dengan senyum tipis. Namun, senyuman itu menghilang begitu dia memeriksa kembali keadaan Yurei.


"Sepertinya Yurei telah kehilangan banyak mana." Melirik rantai yang sebelumnya membelit tubuh Yurei, Rion menyimpannya.


Jelas sudah bahwa karena rantai inilah Yurei dalam kondisinya sekarang, rantai yang memiliki sifat menyerap mana secara perlahan. Seperti lintah yang menyedot darah orang yang dihinggapinya. Meski tak secara langsung atau sekejap dan hanya perlahan, jelas itu mengganggu terlebih saat Yurei dalam kondisi melemah.


Mengembalikan Yurei pada Lily, Rion akhirnya bertanya, "Apa kita akan mengikuti orang itu?"

__ADS_1


Namun, itu sama saja seperti menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.


__ADS_2