A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 47 : Siaga - 2


__ADS_3

Sebuah kelompok prajurit yang terdiri sepuluh orang anggota mulai memasuki hutan dengan langkah mantap. Seluruh anggota berkekuatan di tingkat gold level, lebih tepatnya satu orang di tingkat gold level 3 sedangkan tiga orang di tingkat gold level 2 dan enam orang di tingkat gold level 1.


Dengan susunan anggota semacam ini, masyarakat umum sudah dapat mengatakan bahwa kekuatan kelompok ini sangat kuat.


Kelompok ini adalah regu satu dari divisi yang berada di bawah pimpinan Ditch secara langsung, dan kini mereka bertugas untuk membasmi bandit yang membuat beberapa pelancong yang menuju Kota Dee menghilang.


Dugaan awal Reutania Kingdom adalah bahwa peristiwa ini didalangi Beatria Union yang membuat mereka berhati-hati. Namun, setelah ada korban selamat dan memastikan bahwa ini adalah ulah sekelompok bandit, misi penumpasan pun segera diberikan. Bagaimanapun, dalam pandangan Reutania Kingdom, mereka tak butuh kehati-hatian setinggi itu untuk menghadapi para bandit.


Seorang pemuda berbadan tinggi besar dengan otot-otot yang kuat berjalan paling depan di antara yang lain, memimpin langkah kelompok ini sejak mereka berangkat.


“Berhati-hatilah Dany,” Sebuah suara yang mengingatkan orang itu datang dari belakang.


Membalikkan badannya, Dany pun mengangguk. “Baik Simon, aku akan lebih berhati-hati, tapi kamu juga jangan terlalu khawatir. Jika ada masalah di depan, aku saja cukup untuk menghadapinya.”


Simon, sosok yang sebenarnya menjadi pemimpin dalam regu ini menggelengkan kepalanya pada sikap Dany. Meski di sisi lain dia dapat memahami sikap Dany karena dialah orang terkuat di kelompok ini, tapi di sisi lain dia tetaplah harus meluruskan sikap Dany ini.


Aturan kepemimpinan di setiap negara berbeda, salah satunya jika di Beatria Union berdasarkan kekuatan siapa yang lebih menakutkan. Maka mayoritas negara manusia berdasarkan sikap kepemimpinan, walau hal yang terjadi saat ini di mana orang yang menjadi pemimpin berada di level yang lebih rendah dari anggotanya tergolong jarang.


Bagaimanapun, orang yang berada di tingkat kekuatan lebih tinggi akan relatif tumbuh lebih bijak. Seperti yang dikatakan sebelumnya, setidaknya sifat bijak yang datang itu relatif.


Seperti Dany, meski dia adalah yang terkuat di kelompok ini, tapi perangainya sangat tidak cocok untuk menjadi pemimpin. Dengan semua ini, Simon walau memiliki tingkat kekuatan gold level 2, tapi karena sikapnya yang cukup tenang itulah yang membuatnya terpilih.


Untungnya tak ada gesekan hebat akibat hal ini karena yang lainnya juga tidak memperebutkan jabatan itu. Semua karena mereka menyadari jika mengambilnya, maka akan menghadapi sikap Dany yang membuat sakit kepala.


Lebih kurang semua karena Dany yang telah mencapai tingkat kekuatan gold level 3 baru-baru ini. Meski itu pasti masih jauh dari puncaknya. Namun menilik usianya yang masih muda dan jalannya seluruh misi yang selama ini mampu ditangani dengan mudah. Semua itu secara tak langsung membuatnya sedikit besar kepala, tapi dalam menghadapi tatapan Simon yang terus diarahkan padanya, dia pun akhirnya menyerah dan menurutinya.

__ADS_1


Malam segera datang bersama setelah rona jingga memudar dari langit, dan regu ini tengah mempersiapkan rencana pencarian mereka. Pekatnya nan gelapnya malam mereka lalui tanpa penerangan sedikit pun di sekitar, baik itu obor atau sihir penerangan tidak digunakan, semua demi menghindari perhatian apa pun yang mungkin terjadi.


“Magic: Detect.”


Setelah mantra dirapalkan, sejumlah gelombang aliran mana mulai mengalir keluar dari tubuh anggota yang merupakan penyihir. Menggunakan sihir pendeteksi yang memiliki cara kerja hampir mirip dengan radar, yaitu mengirimkan gelombang mana yang mengenai benda-benda di sekelilingnya lalu memberi sinyal balik, membuatnya kini memiliki visi lebih daripada rekannya yang lain.


Memiliki radius maksimal berjarak 300 meter dengan tingkat kekuatan gold level 2. Dia mengangguk pada rekannya yang lain dan menjadi pemandu jalan, bahkan Dany pun kini diam.


Regu berjumlah sepuluh orang mulai bergerak, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mendeteksi perubahan pada lingkungan di sekitar mereka, dan pencarian di malam yang panjang terjadi. Namun, hasil yang didapat cukup mengecewakan, mereka sama sekali tidak menemukan sebuah petunjuk tentang posisi bandit.


“Lebih baik kita mengecek tempat kejadian yang ditulis dalam detail misi,” saran penyihir yang selama ini menjadi pemandu.


“Aku rasa itu benar,” Menoleh ke arah Dany, Simon memberikan perhatian khusus. “Dany kita akan bergerak diam-diam, hindari untuk menarik perhatian sebisa mungkin.”


“Ya, ya. Aku paham.”


“Melihat dari bekasnya memang, ini kelompok bandit yang cukup berpengalaman. Aku rasa semua kejadian hilangnya para pedagang akhir-akhir ini memang benar bukan ulah Beatria Union.”


“Menurutmu begitu Simon?”


“Ya, aku rasa hal ini benar, kau lihat itu,” Simon menunjuk pada sebuah tanah yang terlihat lebih rata dari yang lain.


“Itu tanda bahwa mereka telah menahan pergerakan cukup banyak orang sebelum menyerang, penyerangan itu telah diperhitungkan secara matang.”


Shut

__ADS_1


Namun, sebuah anak panah menyerang Simon, tapi dia berhasil selamat setelah dia didorong oleh Dany yang berada di sampingnya.


Segera tahu apa yang terjadi, Simon berteriak, “Semuanya bersiap!”


Dany beserta yang lainnya mengambil posisi siap tempur. Berusaha memaksimalkan kepekaan indera mereka hingga titik puncaknya.


Dengan tanah yang mulai bergetar, sekelompok bandit terlihat menyerang ke arah mereka dengan gila. Dany serta yang lain maju, dan pertempuran pecah.


Saat mereka merasakan kekuatan lawan mereka bahkan tak menginjak tingkat gold level, kesiagaan kelompok ini pun perlahan mengendur. Pertarungan antara pemilik tingkat kekuatan gold level dengan tingkat kekuatan silver level layaknya permainan anak-anak yang berat di satu sisi, tanpa banyak hambatan berarti kelompok Simon pun mendominasi.


Namun, tiba-tiba angin berembus kencang datang ke arah mereka. Dengan cahaya hijau yang menyertai sebuah sihir angin datang!


Dany bergerak cepat, menahan serangan itu dengan gauntlet yang selalu dipakai dan meninggalkan bekas goresan di gauntletnya. Merasakan kekuatan lawan, dahinya mengerut dalam.


‘Mereka ada di tingkat gold ....’


Akan tetapi, sebelum dia dapat memperingatkan yang lain pohon di sekitar mereka mulai bergoyang, entah karena angin atau ada seseorang yang menggunakannya sebagai pijakan.


Saat sesosok bayangan keluar, sebuah teknik dilepaskan. “Crescent Slashs!”


Bersama dengan itu, belasan bilah-bilah energi berbentuk sabit keluar dari hutan dam mengarah langsung ke kelompok ini.


Membalikkan badannya dengan cepat, Dany tak mau kalah. “Rain Fist!”


Cahaya jingga menyelimuti tangannya saat pukulan demi pukulan Dany lepaskan. Menghantam setiap bilah energi yang datang, membuat serangan mendadak itu dapat diatasi untuk sementara.

__ADS_1


Melihat serangan kejutan mereka yang tidak efektif. Sepuluh orang bandit lainnya pun keluar, berpakaian serba hitam terlihat keluar dari hutan Dany tahu bahwa merekalah kekuatan sebenarnya kelompok ini.


__ADS_2