A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 99 : Perubahan Situasi - 1


__ADS_3

Sosok hitam berdiri dengan teguh di sebuah batu besar, meski di sekitarnya telah lama rusak parah hingga tak akan dapat tertolong lagi. Namun, orang itu sama sekali tak terganggu dan hanya menatap But dengan fokus.


"HOI! DASAR PAK TUA SIALAN!" teriaknya lantang.


Sebelumnya dia telah ke Manor Kota Sourt hanya untuk menemukan bahwa But tak ada di sana. Setelah melewati beberapa peristiwa 'kecil' tersendiri, dia telah 'dijinakkan' dengan keputusan Earl Gray, mengatakan yang sesungguhnya bahwa But telah pergi mengawasi jalannya misi Tenor dan yang lain.


Tentu hal itu sedikit aneh di hati Earl Gray, karena But dalam kondisi normal tak akan tertarik pada masalah seperti ini. Membuatnya memberi tahu kondisi ini pada orang itu dan memanfaatkan sebagai mata pribadi.


Meskipun latar belakang orang itu sedikit mencurigakan, tak diketahui sama sekali. Namun, dari sikap tak bermusuhannya serta sikap But belakangan yang kerap menyembunyikan beberapa detail 'kecil', Earl Gray lebih memilih menceritakan semua.


Setelah orang itu mendapat informasi terkait yang dibutuhkan dia segera pergi dan untuk menemukan But. Bagaimanapun, dia tak memiliki niatan untuk bertindak keras kepada Earl Gray demi kebaikannya sendiri.


Sebagai hasilnya, adalah situasi saat ini. Semua mata kini memandang padanya, tapi sikap tak gentar tetap dia tunjukkan. Atau mungkin, lebih tepat untuk dikatakan bahwa dia sama sekali tak melihat apa yang tengah terjadi di sekitar dan hanya fokus pada masalahnya?


But menoleh padanya, tampak menggumamkan sesuatu sebelum memilih mendekat. Tampaknya But sendiri juga memiliki beberapa ketertarikan atas alasan mengapa orang itu kemari.


Meninggalkan Ci yang telah dalam kondisi memprihatinkan, But menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di samping orang itu. "Apa yang kau inginkan, Nak?"


Namun, pertanyaan But yang agak dingin tak menghalangi nada panas orang itu. "Kau telah menyikut orang yang salah Pak Tua!"


"Apa maksudmu Nak?"


"Orang yang telah kau ambil! Kau seharusnya tak melakukannya, Pak Tua!"


Mendengar ini, But mengerutkan keningnya. Bahkan meski tim Night Eye telah dapat bertindak secara bebas, dia tetap mengawasi mereka dan melacak dengan siapa mereka bertemu. Bahkan jika kemungkinan itu kecil, dia ingin menggali informasi dari pihak terakhir yang ditemui tim Night Eye.

__ADS_1


Selain itu, ada masalah apa? Bukankah mereka —Rion, Lily, dan Yurei— hanya seorang keluarga biasa?


Orang itu hanya mengeluarkan suara tidak puas, jelas bahwa But tak memahami maksudnya. Namun, dengan dirinya yang tak mengetahui dengan pasti target pasti But —informasi mengenai orang yang meratakan Overflow dan untuk menghilangkan perasaan bahaya di hati. Sepertinya akan sulit menjelaskan semua ini.


Namun, dia tak berbasa-basi lagi dan dengan marah berucap, "Orang yang kau ganggu itu adalah orang yang sama dengan orang yang kami cari!"


Mata But terbuka lebar, seolah ini adalah informasi paling tak dapat dia percaya. Bagaimana bisa orang yang dia cari dengan yang dia ganggu adalah orang yang sama? Bahkan dari ciri-ciri fisik yang dimiliki pihak lain pun sangat berlawanan!


Keterkejutan yang mengisi hati But itu hanya sesaat sebelum dia mengerutkan kening. Mengabaikan pernyataan orang itu, dia sendiri telah menimbang dengan matang sebelum bertindak, mulai dari identitas, latar belakang, dan tentu saja kekuatan pihak lain. Dengan semua itu dia yakin bahwa manfaat tindakan ini telah jauh lebih besar dari resiko yang dapat terjadi.


Dengan semua fakta inilah yang membuat But berani bertindak sejauh ini. Namun, ternyata itu adalah sebuah kesalahan?


Bersama keyakinan sebelumnya dan fakta yang dia ketahui —meski dalam banyak hal itu salah. Tentu saja But tak dapat langsung percaya begitu saja.


"Dari mana kau bisa begitu yakin akan hal ini?" tanya But. Meski dia yakin kemungkinan kesalahan itu kecil, dia juga perlu melihat dari mana asal keyakinan orang itu.


"Tentu saja karena dia telah melepaskan sihir penyamarannya tepat di depanku!"


Bom telah dijatuhkan ke hati But. Jika benar demikian maka itu adalah masalah besar, di samping hal itu dia juga tak menemukan anomali mana apa pun di sekitar mereka, dan karena itu pulalah dia berani bertindak. Namun, kini dia tahu bahwa itu hanyalah kulit?


Ketidakpuasan di suarakan But, kini dia harus menangani masalah ini segera. Kemungkinan besar, pemuda yang mereka cari lah asal dari perasaan tak menyenangkan ini.


Namun, situasi di depannya juga tak dapat dibiarkan begitu saja. Melirik orang itu, But memiliki rencana untuk membuat tujuan misi ini tercapai dengan cepat. Sekarang ada masalah lebih mendesak untuk dia tangani.


"Hei, Nak, kurasa kau harus bekerja sama jika kau ingin aku mengurusnya." Mata But seolah menunjukkan senyum jahat. Dia telah menebak alasan mengapa orang itu dengan panik mencarinya, tentu karena itu sejalan dengan tujuannya, But pun setuju atas hal ini.

__ADS_1


Meski sebenarnya dia juga harus mengatasi ini, tentu But tak ingin melepas kesempatan untuk memukul mental pihak lain. Anggap saja itu adalah pembayaran di muka yang harus orang itu berikan padanya.


"Apa yang kau ingin aku lakukan, Pak Tua?"


But tersenyum kecil sebelum mendekat, membisikkan kata demi kata yang membuat raut wajah di balik penutup muka itu terus berubah-ubah. Menarik dirinya, But tetap memasang senyum kecilnya.


"Jadi, bagaimana keputusanmu?"


Orang itu menghela napas berat sebelum melirik situasi saat ini. Kini dia baru memperhatikan bahwa terdapat barisan penyergap dari Reutania Kingdom dan tim Night Eye dari Beatria Union. Namun, pandangannya terkunci pada Ci sejenak sebelum beralih.


Permintaan yang diinginkan But dapat dia nalarkan sebagai hal wajar, tapi tentu saja tetap berat untuk melakukannya. "Baiklah, akan aku penuhi hal itu," jawabnya lirih.


Dia maju ke depan beberapa langkah dan sontak menjadi pusat perhatian. Tidak, dengan fakta bahwa dia telah menjadi pusat perhatian karena But sebelumnya, maka kini tingkah dirinya sendiri lah yang lebih diperhatikan.


Di bawah tatapan keingintahuan, penasaran, dan ketertarikan dari pihak penyerang Reutania Kingdom, dia masih berjalan normal. Namun, di sisi lain permusuhan, kemarahan, kebencian diarahkan oleh tim Night Eye.


Dia yang tengah berada dalam sorot berbagai macam emosi kompleks yang menjadi satu masih mempertahankan sikap acuh tak acuh. Namun, matanya yang sesekali bergerak ke arah tim Night Eye sulit disembunyikan.


Tangan orang itu mulai terangkat, kain yang membalut seluruh tubuh mulai mengendur. Kain yang melilitnya mulai jatuh bersama fitur fisik yang mulai diperlihatkan. Dengan bulu yang senada dengan kegelapan malam, ekor lurus panjang mulai bergerak, telinga di kepalanya jelas bukan telinga manusia tapi ras lain.


Saat topeng yang menutup wajahnya jatuh, semua orang terkejut. Orang itu bukanlah seorang manusia, melainkan seorang Beast-kin!


Namun, lebih dari semua orang yang ada di sini mata Wess, Yuzu, dan Zee melebar seketika.


"DIAN?!" teriak Yuzu.

__ADS_1


__ADS_2