
Di kantor pusat Overflow, Lech tengah mengerahkan otaknya untuk dapat memunculkan sebuah ide. Suatu hal yang tak akan pernah dia lakukan jika bukan karena keadaan.
Meski sebelumnya seluruh wakil ketua Overflow yang lain bahkan adiknya telah menentang keputusannya, Lech tetap berpegang teguh dan akan tetap melakukan apa yang diinginkan. Namun, karena kekeraskepalaannya itu pulalah yang membuatnya terjebak dalam keadaan ini.
“Sebaiknya apa cara yang harus kulakukan untuk itu? Jelas sudah aku tak dapat menggerakkan banyak anggota dengan situasi saat ini,” gumam Lech.
Saat Lech masih sibuk terjebak di tengah-tengah labirin pada hal apa yang dipikirkannya, pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Dua orang masuk ke ruangan, tak menyapanya atau bahkan sekedar memberi salam hanya memilih untuk langsung duduk.
Lech memberi tatapan tidak senang, tapi hanya itu dan tak lebih. Bagaimanapun karena keputusan yang diambilnya dia dapat memahami perubahan sikap yang ditunjukkan kedua orang itu —Gadi dan Pirlo— padanya.
“Setidaknya kalian bisa menyapaku bukan?”
“Yah, itu tergantung bagaimana sikapmu Lech,” balas Pirlo.
Dengan posisinya yang dapat dibilang lebih aman daripada milik Gadi, setidaknya dia dapat bertindak lebih di saat-saat seperti ini. Melirik Gadi di sampingnya, dia memberi tanda isyarat untuk memberitahukan informasi yang setidaknya harus Lech ketahui.
Tanpa sengaja helaan napas panjang keluar dari mulut Gadi, menyadari bahwa ini tak akan mudah. “Lech, buanglah dulu pikiranmu pada hal yang kemarin. Kita punya hal yang tepat di depan mata kita dan bersifat lebih mendesak daripada hal itu.”
Mendapat ketertarikan pada informasi yang akan di bahas, Lech menjawab dengan cepat. “Cepat katakan saja.”
“Hah ... setidaknya kau harus memperhatikan hal ini dengan cermat. Lech, apa kau sadar gerakan para anjing Reutania yang kian terlihat sibuk?”
__ADS_1
“Bukankah hal itu sudah jelas?” jawab Lech dengan tidak senang. ‘Jika hanya informasi seperti ini lantas kenapa dia harus diberi tahu sekali lagi?’ pikirnya.
“Karena itu kau harus mendengarnya Lech. Meskipun kita tidak tahu apa yang sebenarnya tengah dikerjakan mereka, tapi jelas bahwa gerakan tidak normal sekecil apa pun akan mengundang perhatian mereka.”
“Dengan kata lain, kau harus mengalah pada anganmu itu sekarang,” imbuh Pirlo.
“Kalau untuk hal itu tidak bisa. Bagaimanapun, aku telah memutuskannya dan aku tak akan menjilat ludah yang telah kukeluarkan,” Namun, jawaban yang datang dari Lech tetap sama. Dengan penegasan bahwa dia tak akan mundur apa pun yang terjadi, bahkan di dalam nadanya tidak ada rasa gentar sedikit pun.
Wajah Gadi dan Pirlo jelas menjadi buruk, kenyataan bahwa Lech tak segan untuk menyerah pada Overflow dan memilih mengejar ambisinya bukanlah sekedar perasaan buruk yang datang dan segera pergi. Namun, itu adalah apa yang benar-benar akan dilakukan Lech jelas membuat ketidaksenangan.
Lebih dari itu, Pirlo yang telah bergabung sejak kelompok tentara bayaran ini tak memiliki nama hingga dapat dikenal seperti sekarang. Dengan demikian, sangat jelas baginya tidak ingin hasil dari usaha yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun itu akan menjadi sebuah kesia-siaan.
Begitu pun halnya dengan Gadi yang tak ingin kehilangan kehidupannya saat ini hanya karena sebuah ambisi bodoh. Meski dia baru bergabung jauh-jauh hari setelah kelompok ini tercipta, dia tahu betul keprihatinan yang dirasakan Pirlo karena siapa yang mau hal semacam itu terjadi.
“Lech, kau harus ingat bahwa kau tidak dapat bertindak semaunya.”
“Dan aku akan membuat apa pun itu untuk bertindak seperti apa yang kumau.”
“Tidak semua hal dapat berjalan seperti apa yang kau inginkan Lech.”
Namun, Lech terus membalas peringatan Pirlo yang semakin lama semakin membuatnya geram. Setelah itu, pertukaran kata yang keluar dari mulut mereka terus terjadi dengan sengit, membuat suasana di ruangan ini semakin tegang, panas di antara mereka, dan kian tak kondusif.
__ADS_1
Gadi dan Pirlo kini ingin menyerah, Lech telah menutup mata dan telinga atas apa yang mereka berdua katakan. Tidak mau sedikit pun memasukkan peringatan mereka berdua pada neraca untung-rugi di kepalanya.
“Untuk terakhir kalinya, kau harus mempertimbangkan dengan cermat,” Sebuah peringatan terakhir yang diberikan Pirlo pada Lech sebelum keluar, pergi dari tempat ini karena tidak ada hasil yang dapat diperolehnya.
Brak!
Suara keras terdengar, saat Pirlo menutup pintu dengan sebuah bantingan, seolah melepaskan kekesalannya.
Mata Lech sedikit bergerak, tapi tak ada gerakan yang dia ambil. Menyandarkan tubuh lelahnya, dia menutup mata. Stamina yang dia miliki seolah telah terkuras habis untuk berdebat dengan Gadi dan Pirlo, dan setelah pertukaran itu mana mungkin dia tak menyadari resiko besar yang telah diambilnya.
Namun, juga jelas bagi Lech bahwa dia tak ingin menyerah begitu saja, setidaknya kini dia tahu langkah pertama seperti apa yang harus diambil.
“Aku harus cepat tapi ...,” Mengingat penjabaran Gadi sebelumnya yang sangat gamblang dan jelas, Lech tak dapat menahan diri untuk tidak menahan napas sejenak. “Aku tidak menyangka bahwa gerakan Reutania akan sekeras itu.”
Dengan demikian, jelas sudah bahwa semakin banyak faktor-faktor yang harus dia bebankan pada pekerjaan di otaknya. Bagaimanapun, Lech bukan orang bodoh yang akan terus mengejar suatu hal tanpa pertimbangan. Jika dia seperti itu maka akan sangat diragukan bagaimana dia dapat menghindari mengembangkan kelompok tentara bayaran yang dikepalainya hingga dapat seperti sekarang ini.
Namun, hal itu juga bukan berarti bahwa dia akan sangat berhati-hati dengan ketelitian ekstrem. Selama ada sebuah ketertarikan, maka dia akan memperjuangkannya.
Lech memijat keningnya yang kini mulai berdenyut, bersama dengan beragam pemikiran yang mulai memenuhi kepalanya hingga membuat otaknya terasa panas.
Menuliskan rencana kasarnya, Lech terus mencoret satu demi satu hal yang tak sesuai. Terus dan terus direvisi hingga membuat rencana yang setidaknya adalah terbaik dari semua pilihan di kepalanya.
__ADS_1
Namun, Lech tetap merasa tidak puas. “Sebaiknya aku mengirim beberapa orang untuk mengawasi mereka. Dengan begitu aku akan mendapatkan beberapa informasi lebih. Seperti kata mereka, untuk memastikan kemenangan aku harus mengenali siapa musuhku.”