A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 22 : Pembebasan Gerbang - 2


__ADS_3

Gerbang barat Benteng Arcchild kini telah menjadi Medan pertempuran.


Suara logam yang saling beradu memenuhi telinga, anak panah dilesatkan hingga membentuk lintasan energi yang menghujani. Elemen api, angin, dan tanah mengamuk tak terkendali saat sihir dilepaskan bersama lantunan mantra yang menggema di udara.


"Jangan biarkan makhluk-makhluk ini lolos!" Salah satu dari banyaknya teriakan disuarakan. Namun, orang yang menyuarakan hal itu sendiri segera dibungkam dengan kematiannya.


Yuzu dan Zee saling mendukung satu sama lain, sihir air Yuzu serta sihir angin Zee menyapu medan pertempuran.


Banyaknya prajurit lemah berdasarkan kekuatan mereka membuat keduanya dapat mengatasi situasi. Namun, mereka yang terus berdatangan tanpa henti terus menekan mereka.


Salah seorang prajurit berhasil memperpendek jarak ke arah keduanya, tapi segera sekelebat cahaya melintas bersama dengan darah yang tumpah ke tanah. Saat sosok yang melakukan hal ini, Xion, mendarat, dia mengambil napas sejenak sebelum kembali menghabisi lebih banyak prajurit musuh.


Mereka bertiga telah menjalin koordinasi serangan untuk mengatasi lautan musuh di depan mereka. Xion yang tidak dalam kondisi prima memilih untuk menjaga Yuzu dan Zee yang merupakan penyihir dalam tim mereka. Sementara itu, dua anggota lain yaitu Dian dan Wess telah memisahkan diri untuk membunuh lawan dengan amukan mereka.


Sekarang, tim mereka harus berpacu dengan banyaknya prajurit yang ada dan sedikitnya waktu yang mereka miliki. Bagaimanapun, jika pasukan utama musuh yang tengah pergi kembali, maka kesempatan mereka untuk bertahan hidup adalah nol besar.


Musuh yang fokus pada Xion, Yuzu, dan Zee yang bekerja sama tidak memperhatikan kehadiran Dian yang bekerja seorang diri dalam bayangan.


Bersama dengan senjata jenis belati yang lengket dengan tangannya, Dian memberi pukulan mematikan di titik vital musuh melalui tekniknya yang secara efektif meningkatkan tingkat pembunuhan.


Meskipun tekniknya lebih didominasi dengan jenis serangan mendadak yang mana sangat tidak sesuai dengan kondisi ini. Namun, dia dapat mengatasi hal ini dengan pengalamannya selama beberapa tahun terakhir saat pertempuran menjadi semakin lumrah terjadi.


Akan tetapi, Wess adalah yang paling gila dari semua. Dia menerjang ke lautan musuh bagaikan badai yang mengamuk. Setelah [Armour of Iron Body] dirapalkan, tubuhnya membesar dengan ketahanan tubuh yang melampaui batas.


"Raghhh!" Wess meraung, selayaknya sesosok monster yang melibas semua musuh yang menghalanginya.


Darah dimuntahkan ke tanah, jatuh membasahi dengan warna merah segar dan bau anyir darah yang kian menjadi-jadi. Namun, pasukan Eugary Empire tak gentar, mereka terus melawan musuh di depan mereka meski melihat secara langsung bagaimana rekan yang berada tepat di samping mereka tewas.


Akan tetapi, momentum yang dimiliki Wess segera tertahan.

__ADS_1


Tang!


Dentangan menggema, bersama sebuah tombak kuat nan lentur yang menahan serangan Wess.


Wess tersenyum saat merasakan kekuatan Demand sang wakil kapten ksatria yang berada di tingkat gold level 5.


Segera rentetan serangan yang dilancarkan, menghujani lawannya saat tombak di tangan Demand mulai berayun dengan indahnya.


Tombak kuat nan lentur Demand dan cakar keras Wess terus berbenturan, membuat bunga api memercik di udara.


Merasakan kekuatan yang ditunjukkan lawannya, hari Wess bersuka ria bersama rasa semangat yang kini meluap. Dia yang memang selalu ingin menantang lawan yang lebih kuat darinya karena dengan begitu dia percaya bahwa kekuatannya akan berkembang cepat, dan kini dia memfokuskan diri.


"Iron Claw!" Bersama mantra yang dirapalkan, kepadatan cakar Wess seketika menjadi sekeras baja.


Serangan liar Wess lancarkan, dia sempat memprovokasi lawannya tapi percuma. Menghadang tombak yang datang, dia mulai terdorong mundur begitu bentrokan demi bentrokan terus berlanjut.


Selagi Wess masih menahan serangan yang Demand lakukan, pria itu sendiri telah menyiapkan serangan lain untuk menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat. Bagaimanapun, dia masih harus mengurus pengacau lainnya.


"Eugary Spearmanship: 2nd Style Knock Down!" Pukulan berat seketika jatuh menghujani Wess dari atas hingga mengenai pundaknya.


Darah tumpah dari luka yang timbul akibat serangan itu. Wess meraung, dia mulai melakukan serangan secara serampangan untuk memukul mundur lawan. Bagaimanapun, setelah merasakan kekuatan ini dua paham bahwasanya tidak mungkin memenangkan pertarungan ini sendirian, dia harus meminta bantuan kapten mereka.


'Ternyata seperti inilah kekuatan gold level 5 ...,' batin Wess penuh dengan perasaan kagum.


Meskipun Wess telah beberapa kali bertarung melawan Xion, karena kapten mereka itu tak pernah mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam pelatihan, maka dia baru merasakan arti dari tingkat kekuatan gold level 5.


Demand terpaksa mundur setelah menerima serangan lawannya beberapa kali. Melihat hal ini sebagai kesempatan, Wess berlari mundur.


Namun, sebuah senyum menghina terbentuk di wajah Demand. "Ingin lari?"

__ADS_1


Demand mengambil sikap, tombaknya kini condong ke depan dengan warna merah dari mana yang mengisi ke dalamnya. "Eugary Spearmanship: 3rd Style Pursuit!"


Demand menghilang dari tempatnya semula, bagai sambaran kilat saat dia menerjang ke arah Wess yang telah menjaga jarak darinya.


Jarak mereka yang semula terpaut cukup jauh dengan cepat segera dipersempit menggunakan teknik yang Demand gunakan. Bahkan Wess sebagai beast-kin ras kucing yang memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan kelincahan tersusul segera.


"Arghh!" teriak Wess menahan sakit saat tombak Demand kini telah menembus perutnya, menyebabkannya kehilangan keseimbangan saat berlari dan terjatuh, tersungkur tak berdaya.


Demand tak melepaskan kesempatan ini, setelah dia menarik tombaknya rentetan serangan menghujani lawannya yang kini tanpa daya berusaha bertahan di tengah serangan yang terus menekan dirinya.


Semakin Wess mencoba bertahan, semakin besar tekanan yang diberikan Demand padanya. Beban berat semakin memuncak saat dia mulai mendekat ke titik kekalahan.


"Sekarang, mati dan enyahlah dengan keagungan Eugary Empire!" Mengambil jeda sejenak, terlihat tombak di tangan Demand kini mulai diselimuti aura merah gelap yang merembes keluar darinya. "Eugary Spearmanship: 5th Style Conquer!"


Bahkan sebelum tombak itu mengenainya, Wess dapat merasakan tekanan kuat yang seolah membisukannya, membuatnya tak dapat mengelak atau bereaksi.


Sekarang ini, Wess hanya dapat melihat tombak yang mengarah ke kepalanya yang secara pasti akan membuat dirinya tewas.


"Wess!" teriak salah satu rekannya. Namun, Wess mungkin harus menyalahkan dirinya sendiri yang telah masuk terlalu dalam ke lautan musuh, membuat rekannya kemungkinan besar tidak akan tepat waktu untuk dapat menolongnya.


"Dews of Mist ...," suara lirih terdengar.


Boom!


Ledakan berlangsung terdengar serangan Demand telah menembus tubuh lawannya bersama tanah yang kini tenggelam. Namun, tubuh Wess yang dia lawan segera berubah menjadi kabut.


Demand mengalihkan pandangannya mencari-cari keberadaan Wess. Setelah beberapa saat dia menemukan bahwa Wess telah berada di tempat yang cukup jauh dari tempatnya semula.


Wess yang dalam kondisi tubuh bersimbah darah akibat luka yang menyelimuti, terlihat dibawa seorang pemuda berambut hitam.

__ADS_1


__ADS_2