
“Uhh ....”
Dengan suara lemah, Yurei membuka matanya berat. Rasa kantuk hebat masih menguasainya sama sekali tak membuat dirinya tak peka pada lingkungannya. Dia menyadari bahwa dia berada di tempat yang gelap dan lembab, meski begitu itu indra Yurei terhalang atau mengalami gangguan
Bagaimanapun, dirinya adalah seorang Demon Beast. Jika dalam tempat seperti ini saja indranya terhalang, Yurei mungkin akan mempermalukan nama Demon Beast yang ditakuti akan teror yang dapat mereka berikan.
Ingatannya pada beberapa jam ke belakang agak kabur, mungkin ini adalah efek dari pihak ketiga yang dimaksud. Membuat Yurei masih merasa linglung.
“Papa? Mama?” Mengatakan ini, Yurei menengok ke kiri dan kanan. Namun, dia tak menemukan keberadaan Rion maupun Lily di mana pun, dan itu membuatnya mencoba bergerak dari posisinya.
Namun, sebuah rantai ditemukan merantai tangan dan kaki Yurei. Mengikatnya pada dinding tebal nan kuat. Mungkin ini adalah pilar bawah tanah kota, dan dengan ibu jelas telah membuat dia tidak dapat melarikan diri dari tempat ini.
Yurei memberontak. Mencoba melepaskan diri dari jeratan rantai itu dan membuat suara berderak memenuhi telinga, menggema di tempat ini dengan suara keras. Namun, rantai itu tak banyak bergeming akan kekuatannya sama sekali.
Merasa kesal, Yurei kembali mencoba memberontak sekuat tenaga. Berniat melepaskan dirinya.
Derak Derak Derak Derak
Suara itu semakin menggema dengan keras, membuhi tempat ini dengan nada tingginya. Namun, Yurei masih gagal untuk melepaskan dirinya.
Saat suara langkah kaki terdengar dari kejauhan menuju arahnya, Yurei diam. Dengan indra pendengarannya yang tajam, tidak mungkin dia akan melewatkan hal ini.
“Grrr ...."
Yurei menggeram dengan nada rendah, berisi kemarahan pada apa pun yang merupakan asal suara. Setelah sampai pada titik ini, tidak mungkin dia tak menyadari sesuatu.
__ADS_1
Sosok yang menuju kemari pun segera menampakkan dirinya. Dengan seragam pelayan normal dan rambut yang mulai memutih, sekilas tidak akan ada yang khusus darinya. Kecuali, sebuah kilau cahaya yang berusaha disembunyikannya seolah menjadi tanda bahwa dia bukan hanya pelayan biasa.
But telah masuk ke mode bertempurnya.
Namun, But tak sendiri. Di belakangnya ada seseorang yang menutupi tubuhnya dengan pakaian serba hitam dari ujung rambut hingga ke ujung kakinya.
“Huh ... aku memang terlalu tua untuk urusan yang seperti ini.”
“Kau mencoba merendah terlalu bayak Pak Tua," balas orang itu setelah mendengar perkataan But.
But hanya tersenyum tipis pada sindiran orang itu. Mungkin memang akan menjadi terlalu merendahkan, jika bicara bahwa dia telah terlalu tua untuk melakukan hal semacam ini. Walau itu sebenarnya juga tidak salah, mengingat bahwa usai But yang sebenarnya masih menjadi misteri.
Bagaimanapun, selain penampilannya yang masih berupa pria di usia empat puluhan tahun. But telah hidup jauh lebih lama daripada itu. Bahkan dia telah mengawal keluarga George Emanuelle selama beberapa generasi, dan membuat usia serta banyak hal terkait tentangnya tertelan waktu.
“Tapi kenapa kau turun tangan langsung? Bukankah sebenarnya aku sudah lebih dari cukup untuk misi sederhana ini?" tanya orang itu. Pada mulanya ini adalah misi yang harus dia lakukan, tapi But telah mengambil alih tepat sebelum misi dimulai.
Memang saat mereka bertemu kemarin, But telah menyampaikan misi ini untuk dilaksanakan oleh orang itu. Namun, saat orang itu ingin melakukan misi ini, dia langsung dihentikan But, dan seluruh misi ditangani langsung olehnya .
Alasan sebenarnya adalah karena intuisi But yang seolah berkata hal-hal buruk akan segera terjadi jika orang itu lah yang melakukan misi ini. Dengan pengalaman yang telah terkumpul selama ini, tidak mungkin dia tidak mempercayai intuisinya.
Hal-hal semacam intuisi ini kadang dianggap lebih pasti daripada apa yang dilihat di lapangan bagi orang semacam But. Orang 'hidup' dengan kekuatan yang telah melebihi platinum level.
Mereka percaya bahwa intuisi adalah sejenis penglihatan atau perasa dari masa depan, dan intuisi mereka jarang sekali salah. Sebab itu But mengambil alih ini semua, tapi menjelaskannya ke orang yang tak memahami cara berpikir orang-orang ini adalah sebuah pemborosan menurutnya.
Orang yang tak memahami ini akan menganggap hal itu percuma, dan bagi orang semacam But sendiri hal itu wajar. Bagaimanapun, dirinya dulu sama, hal ini karena intuisi mereka belum mencapai tahap ‘mengintip masa depan’ melalui intuisi mereka.
__ADS_1
Walau tahu ada yang disembunyikan oleh But, orang itu memilih diam dan menurut. Dia sebenarnya berada di posisi yang sangat beresiko, dan dia adalah orang yang paling akan dirugikan jika terjadi sesuatu pada pihak Reutania Kingdom
Orang itu sadar bahwa orang seperti dirinya hanya akan disingkirkan jika dinilai akan mengganggu. Bahkan jika tidak mengganggu sekalipun, orang sepertinya biasanya akan tetap disingkirkan demi kerahasiaan intelijen.
Dilihat dari sudut mana pun, posisinya tak akan dipercaya sepenuhnya oleh suatu pihak. Apalagi mereka adalah orang yang dapat mengkhianati teman-temannya sendiri, terlebih kepada pihak yang tidak memiliki ikatan emosional kuat dengan mereka, kemungkinan berkhianat pun menjadi lebih tinggi.
“Jadi akan kita apakan gadis kecil ini?” tanya orang itu sembari menunjuk Yurei.
“Soal itu aku telah membuat perencanaannya, dan ini akan menjadi lebih dan lebih meriah serta mudah bagi kita untuk hari ini dan esok.”
Mendengar ini, raut muka orang itu di balik penutup wajahnya memburuk saat dia bergumam, “Aku justru merasakan hal yang buruk dari ini ....”
Menepuk pundak orang itu ringan, But berbisik, “Tenanglah tidak akan terjadi hal-hal buruk.”
“Bagaimana kau sangat yakin Pak tua?”
But hanya tersenyum tipis sebagai jawaban. Tidak menanggapi pertanyaan orang itu lebih jauh, semua ini kembali lagi pada intuisinya.
Namun, tiba-tiba raut wajah But sedikit berkedut. Menyadari hal ini pun membuat orang itu merasa sedikit penasaran akan hal yang diketahui oleh But hingga sangat yakin berkata demikian.
“Ada apa Pak tua?”
“Tidak! Tidak terjadi apa-apa,” jawab But saat berusaha menjaga ketenangan dirinya di permukaan.
Meski begitu, sekarang di dalam hatinya, But tengah dilanda kegundahan hebat. Bel tanda bahaya dalam dirinya kembali berdering, dan sekarang itu jauh lebih keras daripada sebelumnya.
__ADS_1
Semua perasaannya kacau seolah arah yang dia tahu telah dibalik, diputar sepenuhnya dan itu seketika! Bahkan jika intuisi itu berubah, setidaknya akan ada beberapa pertanda tapi kini itu sama sekali tak terjadi!
Ini adalah sebuah perasaan yang pertama kali But alami sepanjang hidupnya, dan ini membuatnya dalam keadaan yang benar-benar kusut. 'Bagaimana hal ini bisa terjadi?!" pikirnya kacau.