A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 92 : Segera Beranjak - 1


__ADS_3

Suara langkah menggema di lorong yang sunyi. Meski begitu suara itu segera teredam, seolah tak ingin siapa pun untuk dapat memperhatikan suara itu.


Kilasan bayangan bergerak cepat, walaupun gerakan mereka terkesan terkejar oleh waktu. Namun, bayangan itu benar-benar muncul dalam kilasan. Jika mata tak cukup jeli, maka benar sudah bayangan itu tak akan sempat disadari.


Asal dari semua bayangan itu, tim Night Eye memasang wajah suram menakutkan. Walaupun kondisi Xion telah melewati masa kritisnya, tapi dia masih tak akan dapat bergerak untuk waktu yang lama. Bahkan kemungkinan untuk denyut nadinya terhenti pun masih terbuka lebar.


Keracunan mana. Itu adalah kasus yang dialami oleh Xion.


Mana dalam diri makhluk hidup yang lebih kurang adalah sumber energi alami mereka, dan oleh sebab itu pula penggunaan mana memerlukan latihan karena sifat tubuh untuk menolak energi itu dikuras.


Bagaimanapun, empat jalur pelatihan pada dasarnya akan memberikan kekuatan tertentu dengan biaya mana tertentu. Dalam artian lain, konsep kesetaraan antara pengajuan dan pengembalian diterapkan di sini.


Namun, penggunaan yang berlebih pun akan memberi resiko sepadan karena mana itu sendiri adalah sumber energi alami yang tanpa syarat diperlukan tubuh. Kini, Xion tengah mengalami imbas dari hal tersebut.


Dengan memaksakan [Wild O Rage] ke titik tertinggi untuk dapat bertahan melawan orang itu, Xion telah merasakan efek pembalikan di kala kekuatan itu sendiri bergerak liar.


Selain itu, luka yang dideritanya pun mengandung sifat korosif meski dapat Yuzu hentikan dengan serangkaian sihir penyembuhan khusus.


‘Sungguh tindakan bodoh!’ pikir Yuzu. Bahkan jika pun dia dapat meredakan efek korosif itu, dia tak akan dapat melakukan apa-apa tentang kondisi keracunan mana Xion. Memandang Xion yang kini bawa oleh Wess, dia tak dapat menahan rasa sedih.


“Tapi, jika dia tak melakukan itu maka kami telah tiada,” gumam Yuzu bocor, menunjukkan isi pikirannya dengan jelas.


Karena alasan ini pulalah Yuzu menyarankan kepada Wess dan Zee untuk segera kembali. Bagaimanapun, Reutania telah mengetahui keberadaan yang membuat misi semakin tidak mungkin.


Namun, lebih daripada itu adalah tujuan misi mereka telah tercapai. Jadi, jika pun para petinggi militer bertanya maka alasan mereka kembali dapat diterima. Menambah resiko yang tidak perlu jelas tak dibutuhkan.


Bahkan jika ada orang yang memendam perasaan untuk mencari lebih jauh, tapi keadaan mereka tak memungkinkan untuk melakukan hal itu.


Memberi sinyal tangan pada Wess dan Zee untuk berhenti, Yuzu segera merunduk. Berusaha menyembunyikan hawa keberadaannya.


“Sepertinya mulai sekarang akan sedikit lengket,” gumam Yuzu tanpa daya.

__ADS_1


Bahkan jika mereka telah memetakan banyak bagian dari keseluruhan konstruksi saluran bawah tanah dan jadwal penjagaan. Yuzu merasa bahwa akan tetap sulit melewati barikade Reutania.


Selain itu, Reutania Kingdom terlihat telah memperketat penjagaan, baik frekuensi maupun volumenya. Dapat dilihat bahwa mereka akan membiarkan tim Night Eye dapat masuk dan keluar semaunya sendiri di halaman mereka.


Menoleh ke arah Wess, Yuzu bertanya, “Bagaimana kondisi Kapten sekarang, Wess?”


“Aku merasa bahwa napasnya menjadi semakin lemah.” Seusai berkata demikian dia berucap dengan rasa penyesalan. “Jika saja aku dapat membantu mungkin kondisi Kapten tak akan seburuk ini.”


“Bukankah sudah kubilang jangan terlalu dipikirkan Wess?” Berucap Demikian, Zee berusaha menenangkan diri Wess.


Mengalihkan pandangannya kepada Yuzu, Zee menatap Yuzu dalam sebelum dibalas anggukan oleh Yuzu. Seolah dapat mengetahui maksud yang lain hanya dari tatapan matanya, mereka berdua telah menyepakati hal tertentu.


‘Kapten harus selamat!’ pikir keduanya.


“Wess, apa ada gerakan aneh di sekitar?”


“Tidak ada Zee, tapi seperti yang kau tahu. Kemungkinan bahwa Reutania mengawasi kita tak dapat dilepaskan.”


Mendengar ini, Zee menghela napas. Bahkan jika mereka telah menentukan jalur mundur sebelumnya. Namun, kala mereka benar-benar harus menggunakan jalur itu jauh lebih cepat, perasaan gundah tak dapat hilang.


Namun, bahkan setelah beberapa waktu berlalu tak ada gerakan yang terjadi membuat mereka diam-diam, mengambil napas lega. Meski begitu, saat langkah kaki mereka ka terus berlanjut, rapalan tiba-tiba terdengar.


“Magic: Booming!”


“Magic: Hit the Strom!”


“Magic: Sidewall!”


Cahaya sihir memenuhi pandangan, api, angin, dan tanah bergabung mengurung tim Night Eye di tengah. Mata para Beast-kin itu menyala cemas, hal yang mereka takutkan benar-benar terjadi.


Tanah terangkat di sisi kiri dan kanan, mengurung mereka di tempat sihir itu mencapai membuat mereka tak bisa mengelak, atau itu adalah skenario Reutania. Karena kelebihan Beast-kin ras kucing dalam kelenturan tubuh bukanlah omongan belaka.

__ADS_1


Tim Night Eye melompat, menunjukkan kelenturan fisik yang mengagumkan dan berusaha melintasi barikade yang ada. Bahkan jika itu sulit, mereka harus memaksakan diri, bahkan Zee yang memiliki keterampilan fisik terendah pun memeras diri hingga batasnya.


BOOOMMM!


Ledakan hebat terjadi, tapi sayang itu tak mencapai targetnya. Walau begitu, rantai serangan belum berakhir. Anak panah demi anak panah meluncur, mendatangkan kesulitan bagi tim Night Eye, memaksa mereka terus mundur.


Namun, itu belum selesai. Bak sebuah kandang berisi banteng marah yang akhirnya dibuka, regu garis depan segera merangsek ke depan.


“Sial!” umpat Yuzu. Menggertakkan giginya, semburat kebiruan mulai terbentuk di tangannya dengan cepat. “Magic: Water Whips!”


Dengan itu, tentakel demi tentakel air meluncur, menahan serangan sementara waktu tapi tak akan dapat bertahan lama dengan tingkat tekanan yang lawan berikan.


“Yuzu, Zee, jaga Kapten. Aku akan masuk ke depan.” Mengatakan ini, Wess meletakkan Xion dengan lembut dan segera maju, bahkan tanpa menunggu jawaban dari rekannya.


Namun, Zee juga tak menghalangi tingkah Wess dan mulai merapalkan sihir untuk melindungi Xion. “Magic: Air Barier!”


Situasi berubah dengan cepat, ketenangan di perbatasan antara Kota Sourt dengan hutan di luarnya segera menjadi kusut. Wess meraung murka, wajahnya merah padam, dan dia menyerang secara membabi buta.


“Iron Body! Iron Claw!”


Dentangan menggema, Wess terus mencoba menahan sebanyak mungkin orang yang dia mampu. Dia sama sekali tak Memfokuskan serangan pada satu orang, tapi menyebar dan berusaha mengambil beban sebanyak mungkin.


Namun, tindakan Wess itu hanya seperti menambal bendungan yang telah jebol di tengah banjir. Tidak dapat membuat banyak perbedaan hingga membuatnya meraung murka.


“HAAAAHHHH! DASAR KALIAN MANUSIA LAKNAT!” Mengepalkan tangan erat-erat hingga berdarah, Wess akhirnya berteriak, “Blood Stuck!”


Tubuh Wess mengalami perubahan besar. Tubuh yang semula penuh luka mengalami regenerasi dengan kecepatan yang dapat dilihat dengan mata telanjang! Jalur arteri dan vena miliknya berdenyut menonjol keluar, juga warna merah darah yang kini menggantikan warna bulunya.


“Wess?!” teriak Yuzu dan Zee setelah pulih dari keterkejutan akan langkah yang Wess ambil.


Teknik [Blood Stuck], ini adalah teknik rahasia bagi para Beast-kin. Teknik yang terkenal kuat dengan memberikan kekuatan melampaui akal sehat untuk sementara waktu.

__ADS_1


Namun, kekuatan yang hebat juga memerlukan biaya yang sepadan, bahkan jika itu hanya untuk sementara waktu, dan ... biaya untuk teknik ini adalah energi kehidupan sang pengguna. Dengan terus menerus menguras energi kehidupan tiap detiknya, yang akhirnya akan membawakan hasil pasti jika energi tersebut terkuras habis ....


Kematian!


__ADS_2