A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 80 : Menilik - 4


__ADS_3

Hening. Keheningan mencekam ialah apa yang kini menggantung di udara. Meski Rion maupun Lily tak membalikkan badannya, tapi kata-kata mereka cukup untuk mengguncang batin para penguntit itu.


Mata salah satu sosok yang selama ini mengikuti mereka selama ini terlihat tak stabil. ‘Sejak kapan?! Tidak akankah itu sejak awal?!’


Meskipun kecurigaan memang telah sedikit timbul pada awalnya setelah Rion dan yang lain mulai berjalan berliku seolah ingin melepaskan diri dari sesuatu. Mereka tetap tak bisa menerima fakta ini dengan mudah.


Dengan mata yang bersinar dalam gelap, mereka ragu untuk menunjukkan dirinya. Bagaimanapun, apakah ada orang yang ingin ditangkap saat mengikuti orang lain? Apalagi jika itu adalah target dalam misi yang mereka jalankan?


Ekor yang dimiliki salah satu sosok bergerak tak menentu, seolah mempresentasikan kekhawatiran dirinya. “Bagaimana ini, Kapten?”


“Glup.” Menelan ludahnya, Xion tetap diam dan masih merenung dalam.


Ya, mereka adalah Xion dan Yuzu. Anggota dari tim Night Eye yang diutus Beatria Union dalam usahanya mencari keberadaan Rion. Namun, fakta bahwa bahkan saat mereka hanya mengawasi sosok yang dicurigai, dan langsung tertangkap pihak lain membuat mereka tak tahu harus bagaimana.


Meskipun mereka telah mengurangi bagian di mana hanya dua orang yaitu Xion dan Yuzu yang dikerahkan, untuk mencegah perhatian lebih. Karena dengan keberadaan Wess jelas itu akan sulit karena dia —dengan tubuh kekar nan besarnya— telah menjadi pusat perhatian itu sendiri. Maupun Zee yang tidak terlalu gesit yang mana faktor itu sangat diperlukan agar tak kehilangan jejak target, lebih daripada itu, dia sedikit terlalu kaku dalam menghadapi beberapa situasi.


Dengan demikian, membuat pilihan jatuh ke tangan keduanya. Walau keadaan Xion sendiri belum pulih total setelah pertarungan terakhir, tapi dia bersikap bahwa keadaannya sangat baik membuat rekannya yang lain tak menyadari situasinya.


Namun, kini semua itu tetaplah tidak berguna. Bahkan tanpa menjulurkan leher mereka, keberadaan dari mereka telah diketahui pihak lain.


Bahkan mereka masih belum yakin apakah pemuda berambut cokelat di depan mereka ini adalah orang yang sama dengan yang mereka cari. Meski mereka telah menggunakan kemampuan khusus Yuzu yang membuat pengumpulan informasi berjalan jauh lebih cepat terutama di tempat keramaian seperti distrik komersial, tapi hal ini sama sekali tak dapat dipastikan.


Alasannya sederhana, penampilan pemuda itu jauh dari yang ada di ingatan mereka. Secara tak langsung menghapus jejak yang dapat mereka manfaatkan. Namun, bau khas seseorang tak akan dapat dihapus dengan mudah.


Dengan mengandalkan kelebihan mereka dalam hal ini dan jejak bau yang akrab pun membuat mereka tetap mengikutinya. Tidak diketahui dari mana tapi, mereka merasa bahwa pemuda itu adalah pemuda yang mereka cari walau kebenaran itu sendiri belum dapat dibuktikan.

__ADS_1


“Aku tak menyangka keberadaan kita akan segera diketahui ...,” gumam Xion, tak menjawab kekhawatiran Yuzu. Dia hanya memikirkan cara terbaik untuk keluar dari tekanan ini.


Melihat bahwa tak ada reaksi di sekitarnya, Rion berbalik. Hanya sedikit memutar kepalanya dan memandang jauh, seolah mengetahui tepat di mana tempat tim Night Eye berada.


Dingin. Tatapan yang Rion berikan sangat dingin seolah dapat membuat mereka yang melihatnya secara langsung akan segera membeku. Ini adalah jenis pandangan yang telah jarang dia berikan akhir-akhir ini.


Namun, efek yang diberikannya luar biasa. Saat sebuah mata lain memandang, maka kengerian lah yang dapat mereka rasakan. Membuat tubuh Xion maupun Yuzu tanpa sadar bergetar, mungkin ini adalah intuisi alami seseorang akan sebuah bahaya.


‘Ya, dia adalah orang yang kita cari,’ pikir Kedua Beast-kin itu seketika.


Tekanan yang diberikan ini tak salah lagi adalah tekanan yang pemuda itu berikan. Mereka yakin bahkan jika itu orang lain dengan tingkat kekuatan jauh di atas mereka, dia tak akan dapat mereproduksi pandangan dan tekanan yang sama. Sebab tekanan itu tak berdasarkan tingkat kekuatan, melainkan sebuah tekanan yang mengikat langsung ke hati seseorang.


Berbagai kemungkinan yang ada berputar di kepala mereka, hingga mendapati kesimpulan bahwa pemuda itu tengah berada dalam sihir penyamaran. Sama seperti yang mereka lakukan dan karena Itulah dia terlihat sedikit berbeda dari ingatan mereka.


Mengingat sedikit hubungan (?) yang pernah keduanya miliki, Xion memberanikan diri untuk keluar dari dalam kegelapan. Meski ini adalah tindakan yang setara dengan bunuh diri dalam misi mereka.


Memperhatikan pergerakan ini, Rion membalikkan tubuhnya sepenuhnya. Diikuti dengan Lily dan Yurei yang melakukan tindakan serupa. Meski begitu, pandangan dingin yang dia berikan tidak berubah.


“Aku akan sedikit bersiap jika saja ada beberapa hal tak terduga.”


Mendengar ini Rion mengangguk ringan. “Itu akan sangat membantu.”


Sementara itu, Yuzu terus mencurahkan keraguannya pada Xion dengan lirih, “Kapten, mau dilihat dari mana pun ini adalah hal gila!”


“Tenanglah Yuzu, aku tahu apa yang aku lakukan.”

__ADS_1


“Tidak. Kau sama sekali tak mengetahui apa yang kau lakukan.”


Namun, kata-kata itu tak berguna bagi Xion. Dia entah bagaimana merasa bahwa ini adalah tindakan terbaik. Dengan segera, mereka pun keluar dari bayang-bayang, menunjukkan dirinya secara langsung.


Meski ada beberapa sihir penyamaran yang juga ditumpangkan pada tubuh Xion dan Yuzu. Namun, dengan tingkat kontrol yang tak sampai ke titik mengerikan seperti milik Lily dia dapat segera mengetahuinya.


“Bukankah sudah aku bilang untuk lebih baik menunjukkan diri kalian?”


Menyesap udara dingin, Yuzu tak berdaya lagi dan dia melepaskan sihirnya. Kekuatan gold level 5-nya sama sekali tak berharga di mata Rion.


Dengan sihir yang terangkat, fitur berupa telinga kucing dan ekornya pun mulai terlihat. Ini mungkin bukanlah sihir penyamaran [Magic: Mimic] seperti yang Lily gunakan, tapi Rion merasa prinsip dasarnya tak jauh dari itu.


Dengan penampilan yang terasa akrab, Rion segera tahu di apa mereka dan bergumam, “Jadi itu mereka.”


“Kau mengenal mereka Rion?” tanya Lily. Bahkan jika dia sedikit mengetahui apa yang pernah pemuda itu alami. Dalam pandangannya Rion lebih seperti serigala penyendiri.


“Setengah benar, setengah salah. Aku hanya pernah bersentuhan dengan mereka karena secara garis besar tengah memiliki tujuan yang sama.”


“Ohh ....”


Dengan pemahaman Lily tentang Rion yang sangat baik —atau itulah yang terjadi dalam pandangannya. Dia dapat menebak 80% peristiwa yang kala itu berlangsung.


Menatap Rion sejenak, Lily menggelengkan kepalanya. ‘Rion. Kau benar-benar serigala penyendiri, ya.’


Mengabaikan pemikiran Lily. Rion bersikap tak tahu siapa yang ada di depannya. “Siapa kalian?”

__ADS_1


“Kami adalah pihak dari Beatria Union.”


Bersikap seolah dia baru mengetahui hal ini, mata Rion sedikit menunjukkan ketertarikan.


__ADS_2