
Seriana membawa Rion ke suatu ruangan terlebih dahulu sebelum ke lapangan untuk latihan yang dibicarakan sebelumnya.
“Letakkan tanganmu di lempengan batu tersebut,” perintah Seriana.
Rion mengangguk patuh, lalu melangkah tanpa sedikit pun penundaan. Terlihat sebuah lempengan batu yang merupakan alat mengukur kapasitas mana terletak di atas meja, untuk jenisnya sendiri Rion mengetahui bahwa ini adalah jenis yang dapat mengukur mana hingga 1.000.000 kapasitas, termasuk tingkat yang lumayan tinggi.
Metode alat ini bekerja sebagai pengukur sendiri dapat dikatakan masih kasar, alat ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menyerap mana dan jika terlalau banyak mana yang ditampung maka wadah itu akan hancur.
Memiliki fungsi untuk menentukan secara pasti tingkat kekuatan pemakai, alat ini tergolong mahal bagi rakyat biasa.
Untuk pembagian tingkat kekuatan, menurut informasi yang dimasukkan ke kepala Rion sendiri yaitu:
Orang biasa, yang tidak mengolah kekuatannya, biasanya memiliki kapasitas mana <1000.
Tingkat bronze, memiliki >1.000 – 10.000 kapasitas mana, terdiri dari sepuluh tingkatan di dalamnya.
Tingkat silver, memiliki >10.000 – 100.000 kapasitas mana, terdiri dari sepuluh tingkatan di dalamnya.
Tingkat gold, memiliki >100.000 – 1.000.000 kapasitas mana, terdiri dari sepuluh tingkatan di dalamnya.
Tingkat platinum, memiliki kapasitas mana >1.000.000, sering disebut sebagai master dalam sistem kekuatan yang diambilnya.
Orang-orang masih percaya ada tahap di atas platinum tapi bagi masyarakat umum sendiri belum memiliki cara mengetahuinya dan mengukurnya. Alat pengukur tertinggi pun hanya dapat mencapai titik ukur lebih kurang 6.000.000 kapasitas mana.
Tangan Rion menyentuh lempengan batu tersebut dan dia dapat merasakan bahwa mana dalam tubuhnya mengalir ke lempengan batu itu.
Lempengan tersebut mulai bereaksi, mengeluarkan sebuah cahaya merah terang, yang mulai merambat dari ujung satu ke ujung lainnya.
Seriana menyaksikan hal ini dengan penuh perhatian, sembari menyembunyikan antusiasme dalam dirinya sehingga tidak dapat dilihat dari ekspresinya. Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan.
__ADS_1
Terlihat alat ukur tersebut menunjukkan bahwa Rion memiliki kapasitas mana 200.000, walau dapat dikatakan besar, tapi masih jauh dari harapannya.
Mengingat semua emas yang Seriana habiskan untuk proyek penelitian Rion. Seriana sedikit berharap bahwa Rion dapat mencapai tahap platinum bahkan jika itu adalah titik terendah.
Menyembunyikan semua itu, dia berucap, “Ayo kita ke pelatihanmu.”
“Baik, Nona.”
Rion masih bersikap seperti biasanya sembari berusaha menyembunyikan kelelahan mentalnya, saat mananya mulai mengalir ke lempengan batu tersebut, dia berusaha mati-matian menghambat aliran energi dalam tubuhnya.
Sebagai perumpamaan, energi dalam tubuh Rion semula dalam bentuk gas yang dapat memenuhi wadah. Akan tetapi, Rion berusaha mengubah gas tersebut menjadi wujud cair bahkan padat, sehingga hanya mampu mengisi sedikit ruang di wadah itu. Sehingga walau secara kapasitas berbeda, tapi dalam segi kekuatan kurang lebih sama.
Tersadar dari kelegaannya untuk dapat tidak menarik banyak perhatian, Rion telah sampai di lapangan tanding belakang kastel.
“Nona, apakah dia adalah orang yang Anda maksud sebelumnya?” tanya seorang kapten ksatria yang telah berdiri di tengah lapangan
Seriana mengangguk pelan sebagai jawaban. Menatap kapten ksatria itu, Seriana berucap, “Marco latih dia sekeras mungkin. Aku yakin bagaimanapun kamu memperlakukannya dia akan dapat bertahan.”
“Apakah Anda yakin, Nona?”
“Aku tidak akan mengatakan hal yang tidak kuyakini,” tegas Seriana. Menatap Rion, dia berucap, “Juga kamu dapat menangani hal semacam ini, kan?”
“Tentu saja,” ucap Rion saat mengangguk tanpa penundaan.
Menemukan bahwa tak ada keraguan sama sekali dalam nada Rion, Marco pun menerima tugasnya ini dan berjanji pada diri sendiri untuk memberikan pelatihan seperti yang Seriana minta.
‘Tampaknya aku sudah meremehkan pemuda ini,” pikir Marco.
Dengan Rion yang telah mengambil kuda-kuda yang sudah dicontohkan sebelumnya, Marco pun memulai tahap awal latihannya.
__ADS_1
“Ha!” Tanpa langkah berarti, pukulan kuat dilayangkan Marco.
Pukulan itu menghantam tubuh Rion, meski tubuhnya lebih kuat. Namun, Rion terhuyung mundur.
“Perkuat kuda-kudamu! Ini adalah dasar, dan dasar ialah yang terpenting!”
Mengulang sikapnya, Rion kembali dihadapkan dengan serangan Marco.
Suara ‘pengeroyokan’ memenuhi lapangan, Rion telah secara sepihak dipukuli Marco untuk menguatkan dasar dari semua yang nantinya akan dipelajari.
Seriana menonton sejenak sebelum membalikkan tubuhnya, meski hasil sebelumnya jauh dari harapannya. Namun, dia yakin bahwa logam terbaik pun harus ditempat terlebih dahulu sebelum menunjukkan kualitasnya.
Sementara itu Marco serta Rion masih berada di lapangan. Sepanjang hari mereka melakukan latihan sampai matahari akan segera kembali ke ufuk.
Tubuh Rion terlihat penuh dengan luka lecet, walau dengan segera sembuh. Sekarang dia telah memegang pedang kayu di tangannya, beradu pukulan dengan Marco sekaligus mengajarkan Rion dasar berpedang sebelum melangkah ke tahap pelatihan teknik pertempuran.
Merasa bahwa hari telah larut, Marco berucap, “Kita akhiri pelatihan hari ini.”
Rion mengangguk sebelum membalikkan badannya, dia berjalan ke arah yang telah ditentukan sesuai informasi yang dimasukkan ke kepalanya.
Berada di samping Seriana sampai dia tertidur, waktu bebas untuk Rion akhirnya datang. Rion menyusuri benteng area sekitar kastel sejenak sebelum menuju perpustakaan, menghabiskan waktu di sana, dia mulai membaca sebanyak apa pun yang dia mampu dalam waktu bebasnya.
Hari berlalu dan Rion melakukan beberapa latihan lain. Selain latihan berpedang dengan Marco, Rion juga berlatih sihir bergantian dengan latihan berpedang. Sedangkan saat malam hari dia menemani Seriana sebelum ke perpustakaan untuk memperbanyak jumlah informasi yang dimilikinya.
Memiliki pengalaman lima tahun tanpa istirahat, meski hanya kondisi pikirannya membuat Rion tak merasa terlalu lelah. Namun, dengan fisik yang juga aktif dia harus beristirahat setidaknya empat hari sekali.
Kehidupan dengan jadwal serupa terus Rion lakukan. Tak banyak rutinitas lain yang dilakukan Rion selain hal-hal yang telah terjadwal dalam pikirannya kecuali mengunjungi perpustakaan serta mengelilingi benteng untuk mencoba menghafal strukturnya. Meski jika ada orang yang mendengar ini maka Rion akan ditertawakan mengingat betapa rumitnya struktur benteng ini.
Perhatian yang ditempatkan pada Rion pun semakin berkurang, karena dia tidak menunjukkan bakat memukau pada pelatihannya. Meski hasil dari pelatihan dapat dikatakan baik, tapi tak lebih. Juga dengan jumlah kapasitas mana Rion sendiri yang tidak banyak meningkat, hanya mencapai titik 300.000, ketertarikan padanya semakin minim.
__ADS_1
Bagi Seriana yang telah mengucurkan dana lebih dari satu juta keping emas —mengingat satu keping emas cukup memenuhi kebutuhan keluarga kecil di kota besar selama sebulan— hasil ini tentu saja mengecewakan.
Hari berganti dan bulan baru telah hadir. Bersama rutinitas yang Rion lakukan, tiga bulan telah berlalu.