
Rion mendecakkan lidah sejenak, meski telah memperkirakan akan sulit untuk dapat mengenai But, saat kenyataan itu benar-benar terjadi rasa pahit tetap tertinggal di lidahnya. Bangun dari kekesalan itu, dia bangkit dengan cepat dan mengerahkan sihir lain.
Mana di sekitar Rion mulai mengental, kian padat bersama percikan kilat yang terus-menerus hadir di tangannya. "Magic: Snacth from The Light!"
Energi di sekitar Rion kian liar hingga empat tombak kilat terbentuk, hasil dari kondensasi mana yang sebelumnya terkumpul. Kilau terang segera terjadi, membutakan mata dan dalam waktu singkat membuat warna putih memenuhi pandangan.
Duar!
Ledakan keras menyusul, saat untaian garis biru terus melesat dari bawah, dari banyak hingga akhirnya bersama-sama mengejar satu titik dan berusaha mengenai target. Serangan berlangsung lebih dari enam detik, waktu yang terdengar singkat tapi nyatanya tidak, terutama untuk But —target yang selama ini dihujani serangan.
Uap memenuhi pandangan setelah serangan terhenti, seolah berasal dari udara itu sendiri. Bahkan suhu udara di sekitar pun terus naik.
Namun, serangan Rion tak berhenti dan sihir lain segera dia lancarkan. "Magic: Snacth from The Flame ...."
Letupan kecil hadir di udara begitu mantra selesai dirapalkan, menghasilkan beberapa bola api yang kian membesar seiring waktu berjalan. Tangan Rion sedikit bergerak, mengendalikan bentuk bola-bola api itu, mengubahnya menjadi bentuk dengan karakter yang lebih tajam.
"Lepaskan!"
Suhu naik dengan cepat, sejalan dengan lintasan merah yang kini tersalur di langit, memberi warna sendiri. Lintasan terus bergerak, mengkung dan lurus, berakselerasi dengan indah nan rumit bersama kecepatan yang semakin meningkat seiring waktu.
Ledakan hadir di udara, tak lain dan tak bukan berasal dari serangan Rion. Bahkan jika But dapat menangkis serangan itu, api itu akan segera menimbulkan ledakan, menyapu ke sekitar dan membuat sebuah 'bunga kol' berkembang.
Meski begitu, itu bukan serangan sekali jalan. Ledakan demi ledakan lain menyusul, berasal dari serangan serupa dan tak dapat ditangani dengan benar. Walaupun sihir ini sendiri bukanlah Grandmagic, tapi dengan kualitas mana Rion kekuatannya benar-benar meningkat sampai taraf tertentu.
__ADS_1
Apalagi ini adalah sihir modifikasi lain, meski bukan murni dari usaha Rion dan ada campur tangan Lily. Namun, dengan pengalaman memodifikasi sihir sebelumnya, semua berjalan menjadi lebih mudah.
Selain itu, Rion juga masih menahan diri untuk tidak melakukan sihir selain sihir elemen api dan kilat. Setidaknya fakta bahwa dirinya dapat mengendalikan hampir semua elemen ingin dia sembunyikan, jika hak ini keluar bukan hal yang mustahil bahwa pengejaran yang dilakukan Reutania. Tidak, bahkan beberapa kekuatan lain mungkin akan turut serta dan membuatnya semakin gencar.
Alasan mengapa Rion hanya menggunakan dua elemen itu dan bukan satu saja sendiri sangat sederhana. Itu adalah elemen yang telah terpapar olehnya, elemen api saat berada di Benteng Arcchild dan elemen kilat saat berada di Kota Dee.
Dengan fakta ini, dan pengetahuan akan dirinya dan orang yang meratakan Overflow sendiri adalah individu yang sama, Rion akhirnya memilih menunjukkan semuanya. Jika tidak, bukan tak mungkin akan ada kewaspadaan lain karena ketidaksusuaian informasi.
Di samping itu, hanya sihir elemen inilah yang kompatibel dengan lawan. Setidaknya dapat mengimbangi kecepatan But dan membuatnya secara aktif menghindar. Membuat mata Rion terus bergerak, mengamati pergerakan But dengan teliti demi mendapat informasi lebih.
"Aku butuh serangan yang dapat menyusul kecepatannya itu." Namun, ide untuk melakukan itu dengan segera Rion tolak. "Sepertinya ada cara lain yang lebih layak," sambungnya.
Mengambil satu dua teguk napas dalam, tangan Rion terangkat bersama dengan kenaikan suhu yang menyertainya. Energi di sekitar mulai tersedot ke tangannya, membuat aliran mana menjadi semakin kacau bersama kilau sihir yang kian bersinar terang.
"Grandmagic: Great Autumn and Fall ...."
Pemandangan yang indah, tapi hanya itu dan terjadi untuk sesaat saja, detik berikutnya gambar itu pecah. Seperti sebuah daun yang berguguran dari dahannya, sebuah film tipis terus keluar dan terbang. Dengan bebas menuju ke arah But.
Jika ini hanya beberapa puluh mungkin But akan bisa sedikit rileks, terlebih dengan kecepatan serangan yang terhitung lambat. Namun, jumlah dari film itu sendiri sudah tak terhitung lagi. 'Daun' pun terus berguguran, membuat kumpulan dari mereka berkembang dengan semakin liar bersama pohon yang kian layu.
Dengan jumlahnya kini, dia memanipulasinya sedikit dan membuat mereka menyebar, tak menjadi bentuk pasti. Sebuah garis ditarik dari mulutnya dan membuat senyum kini menghiasi bibir Rion, But bergerak sesuai apa yang dia inginkan.
But yang berada di udara terus bergerak, berusaha menghindari serangan ini tapi itu juga membuat pergerakannya menjadi sangat terbatas. "Ini lebih sulit dari yang kukira."
__ADS_1
Namun, tubuhnya tiba-tiba sedikit melambat. Tidak, waktu itu sendirilah yang seolah melambat untuk beberapa detik. Mata But menyapu dengan cekatan mencari asal dari mana hal ini, ini adalah pertanda bahaya yang sering dia alami.
Saat sebuah cahaya biru terang terlihat, mata But segera menguncinya bersama bel peringatan yang kian deras.
'Di sana!' jerit But. Namun, sayangnya dia telah sedikit terlambat.
"Grandmagic: ...!" Mengangkat bola kompresi energi padat yang telah dia kumpulkan, mata Rion mulai membidik But, menguncinya sebagai sasaran yang tak ingin dilepaskan. "The Glittering Light!"
"Sialan!" Dan waktu pun kembali berjalan normal bagi But.
BOOOMMM!
Ledakan keras menyapu, setiap dari guguran daun sebelumnya yang Rion ledakan pada waktu yang hampir sama. Membuat udara panas segera menyapu ke sekitar, mengusir gelapnya malam dengan cahaya ledakan yang kini mengisi langit. Bahkan Kota Sourt pun ikut tersapu oleh cahayanya.
Di tengah semua ini, cahaya biru terang tiba-tiba melintas. Terlontar dari bawah ke atas, menyapu langit dengan garis lurus yang berakselerasi dengan kecepatan tinggi. Seolah serangan ini sendiri berkeinginan membelah secara penuh serangan sebelumnya. Lebih daripada itu, kepadatan energi yang dapat orang-orang ini rasakan adalah ... menakutkan!
Hening. Keheningan kini memenuhi medan pertempuran. Orang-orang yang berada tepat di mana serangan itu diluncurkan tak dapat bergerak, mereka masih terpaku oleh rangkaian serangan itu. Bahkan Ci masih belum bergerak lagi dari posisinya, serangan Rion sebelumnya benar-benar sedikit melampaui harapannya.
Namun, ekspresi Rion tak terlalu baik dengan senyum kecut yang terbentuk. "Orang itu masih dapat menghindari serangan ini."
Target dari serangan itu masih mengambang di langit. But membenarkan posisi tubuhnya setelah rantai serangan Rion, mengambil beberapa teguk napas untuk menyeimbangkan dirinya, hingga akhirnya tatapannya pun beralih kepada Rion dengan tajam.
"Pemuda itu ... 'sedikit' tak dapat diduga sama sekali ...," gumam But dengan nada ambigu. Tidak ada emosi kuat yang dapat dirasakan dari perkataannya lagi, hanya beberapa emosi samar yang tak dapat dijelaskan.
__ADS_1
Melirik bagian kiri tubuhnya yang sebagai besar terpanggang dengan sempurna oleh serangan sebelumnya, But berdecak kesal. Walaupun dia dapat sedikit mengelak dan membuat titik vitalnya tak terpukul, tapi dengan lengan dan kaki yang terluka seperti ini, gerakannya pun pasti akan terganggu.
"Kuberi sedikit peringatan. Ke mana matamu melihat dasar Manusia!" bisik sebuah suara yang tiba-tiba terdengar di telinga But.