A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero
Arc I - Chapter 19 : Kekacauan Dalam Benteng - 6


__ADS_3

Tersadar dari keterkejutannya. Rion mulai menyusun rencana untuk memanfaatkan kebingungan para prajurit, setelah menetapkan ‘rencana extra’ dia segera meninggalkan posisinya saat ini.


Akibat cahaya suar yang mengisi langit, kini Rion menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang menyebabkan keributan ini.


“Huh ... Kutak tahu siapa pihak yang ikut membuat keributan ini, tapi jika memang seperti itu aku dapat pergi ke perpustakaan,” gumamnya.


Setelah memikirkannya, Rion mengangguk menyetujui ide untuk memanfaatkan peluang yang ada di depan matanya. Selagi dia memiliki kesempatan untuk membaca buku-buku yang belum pernah dibaca di area khusus, dia akan mengambilnya. Selain itu, dia yakin bahwa mereka pasti memperketat penjagaan di sekitar gerbang keluar.


Rion terus berjalan dalam bayang, selain menghindari serangan para pengejar dia juga ingin memanfaatkan kekacauan. Saat melihat bahwa prajurit yang mengejar telah kehilangan jejaknya, dia baru dapat bernafas lega.


Kehati-hatian lebih Rion terapkan, bagaimanapun dia tidak ingin ditemukan kembali setelah memutuskan untuk singgah sejenak ke perpustakaan. Walaupun ini akan memakan sedikit waktu, tapi dengan adanya pihak tak dikenal yang ikut menyebabkan kekacauan, maka semuanya menjadi sedikit lebih mudah baginya.


Melewati jalan berliku yang sangat dikenalnya, bangunan perpustakaan mulai terlihat. Rion memata-matai sejenak, setelah memastikan penjagaan yang tengah menurun akibat penanganan situasi darurat diprioritaskan.


“Argh—“


Rentetan erangan ringan terdengar dalam waktu dapat saat Rion melumpuhkan penjaga perpustakaan. Menghembuskan napas panjang, dia mulai memasuki area khusus yang tak dapat dimasukinya selama ini.


Mengambil sebuah buku, Rion terus membolak-balik halaman buku dengan cepat seolah hanya melihat sekilas lalu menuju halaman selanjutnya.


Walaupun Rion memiliki kondisi khusus bernama [Perfect Memory]. Namun, jika apa yang dilihatnya itu tidak jelas, maka tetap saja dia tidak akan dapat mengetahuinya apa yang ada di dalamnya. Meski begitu, kemampuan analisisnya sendiri lebih kurang dapat menutupi kelemahan itu.


Selain hal itu, dalam waktu singkat nan sangat terbatas ini Rion berusaha mendapatkan sebanyak mungkin informasi yang berguna untuk dirinya. Setelah mengobrak-abrik perpustakaan, dia menemukan sebuah hendak yang sama sekali tidak diduga ada di tempat ini.


“Peta benteng!” Senyum kecil terbentuk di wajah Rion. Mengamati peta dengan cermat, dia mencoba memahami sebaik mungkin yang dia bisa dalam waktu singkat ini.


Melihat rentetan peristiwa yang menguntungkannya, Rion tak dapat menahan pikirannya bahwasanya Dewi Keberuntungan tengah tersenyum padanya. Saat pemahaman Rion mengenai benteng ini telah mencukupi, dia menutup peta lalu membakarnya.

__ADS_1


Menghela napas, Rion tak dapat menahan mulutnya untuk tidak berkomentar, “Benteng Arcchild ... sungguh selera penamaan yang buruk!”


Keluar dari perpustakaan Rion mengatur pikirannya. “Dengan ini semua yang aku inginkan di benteng ini telah lebih kurang telah kudapatkan. Untuk Seriana ...,” Setelah memikirkannya, dia menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran untuk membalas segera. “Mungkin aku harus mencari waktu lain khusus baginya. Sekarang, prioritasku adalah berhasil kabur dari benteng ini.”


***


Dalam kantornya, mulut Seriana terbuka lebar saat langit terang benderang diterangi oleh cahaya suar atau sihir penerangan sesuai perintah yang sebelumnya dia berikan.


“A-apa ini ...,” gumam Seriana mengekspresikan keterkejutannya.


Pintu tiba-tiba terbuka saat seorang prajurit masuk. “Lapor! Nona, keberadaan Subjek E-R1203 sempat ditemukan, tapi kini dua menghilang dan tak dapat ditemukan di mana pun.”


Akan tetapi, segera prajurit lain datang. “Lapor Nona! Beberapa orang penyusup telah ditemukan! Dari regu patroli yang melihatnya, dapat dikonfirmasi bahwa mereka adalah beast-kin rasial kucing dan membuat pengejaran yang kita lakukan mengalami jalan buntu.”


“Hahahaha!” Sebuah tawa menggema.


Menghembuskan napas panjang untuk menenangkan diri, Seriana menurunkan perintah, “Perintahkan ke semua prajurit untuk memperketat penjagaan terkhusus di sisi luar benteng. Selain itu, siagakan beberapa prajurit di pintu gerbang utama, pintu gerbang barat, dan kamar Duke Arcchild. Suar hanya boleh dinyalakan oleh mereka yang berada di pinggiran Benteng.


“Untuk para penganggu lain ... tidak usah terlalu dipedulikan. Untuk mereka hanya jika bertemu di jalan segera lumpuhkan, jika pun gagal jangan mengejarnya. Segera koordinasikan dengan tim lain guna membuat pengepungan pada target!


“Fokus utama tetap pada keamanan Duke dan jangan membiarkan musuh berhasil keluar dari Benteng!”


“Baik.”


Para prajurit yang menghadap Seriana segera langsung pergi setelah mendapat perintah, membuat mereka segera meneruskannya pada yang lain.


Menghembuskan napas panjang, Seriana menyadarkan tubuhnya bersama kelelahan mental yang dialami. Memejamkan matanya, dia berusaha menyingkap apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Jari Seriana mulai mengetuk meja, dia menemukan kemungkinan menarik.


‘Jadi penyebab ini semua bukan hanya Subjek E-R1203 saja yang tidak dapat aku prediksi gerakannya, tapi tim dari Beatria Union juga ikut terlibat dalam kekacauan ini. Kehancuran laboratorium serta guncangan yang terjadi sebelumnya dapat dipastikan adalah ulah Subjek E-R1203, hanya ... bagaimana dia bisa lolos dari metode pengendalian pikiran itu?’


Ini adalah faktor yang belum dapat Seriana pecahkan. Pasalnya prosedur pengendalian pikiran yang dilakukan bukan hanya kekuatan kemampuan, tapi juga dengan tambahan rune kontrak terkuat.


Seriana mau tak mau menghela napas, hal yang tak sepatutnya dia lakukan sebagai seorang bangsawan. Berusaha menjaga pikirannya tetap jernih, dia melanjutkan analisisnya dengan asumsi bahwa Rion memiliki cara untuk mengatasi prosedur pengendalian pikiran.


‘Nyala suar di langit yang menyebabkan kebingungan pasukan dapat dipastikan itu ulah tim dari Beatria Union. Untuk tujuannya sendiri mudah aku dapat menebaknya dengan mudah,’ Seriana mengalihkan tatapannya ke kamar Duke, sebuah senyum kecil terbentuk di bibirnya. “Mereka ingin membunuh pemimpin musuh di sini!”


Jika Ayah Seriana, Duke Arcchild terbunuh di kediamannya sendiri, maka moral pasukan pasti akan turun drastis. Pasti, Seriana yakin bahwa Beatria Union akan menggunakan momentum itu untuk menjatuhkan benteng ini. Namun, Seriana tidak ambil pusing.


“Sayang sekali pemimpin pasukan di benteng ini sekarang adalah aku. Yah, bahkan meski itu untuk sementara waktu sebelum bangsawan lain menggantikan posisi ini. Juga karena Duke telah jatuh sakit selama beberapa bulan terakhir, aku yakin efeknya tidak akan sampai seperti apa yang mereka harapkan.”


Setelah menemukan ini, Seriana bergumam, “Sepertinya saluran intelijen mereka cukup ketinggalan informasi. Yah, akibat dari hal ini posisi Duke juga akan jatuh ke padaku tanpa harus mengotori tanganku sendiri. Anggap saja membunuh dua burung dengan satu batu. Selain itu...”


Jari Seriana berhenti mengetuk meja, memutar tubuhnya. Kini dia tatapannya tertuju pada keseluruhan benteng.


“... Itu hal yang membosankan. Subjek E-R1203 sendiri lebih menarik bagiku, siapa namanya kalau tidak salah ...”


Seriana berusaha mengingat nama subjek yang dulu dianggapnya tidak penting. Saat dia berhasil mengingatnya, dia tersenyum manis.


“Rion!”


Tangan Seriana menutupi bibir mungilnya saat mulai mengeluarkan suara tawa kecil. Wajahnya sedikit memerah serta nafas yang menjadi lebih berat.


Bersama dengan atmosfer aneh yang mulai mengisi ruangan, Seriana bergumam, “Hihihihi, Ini benar-benar menarik! Aku tidak pernah merasa setertarik ini pada suatu hal sebelumnya. Rion, tolong berikan aku lebih banyak hiburan lagi ....”

__ADS_1


__ADS_2