
Rion dapat mengambil nafas lega sejenak setelah jarak antara posisinya saat ini dengan Benteng Arcchild terpaut cukup jauh. Dengan ini pelarian yang dia rencanakan dapat dihitung berhasil dengan kepergiannya dari benteng itu. Namun, rencana pelarian ini belumlah sukses sepenuhnya.
Meskipun terdapat beberapa perubahan pada rencana semula yang telah direncanakan sebelumnya. Namun, hasil ini lebih baik dari apa yang telah Rion harapkan, terkhusus pengetahuan baru dari area khusus yang telah dia dapatkan.
Salah satu dari hasil yang Rion dapatkan adalah ledakan yang tepat terjadi pada saat dia keluar dari benteng.
Ledakan itu sepenuhnya berkat [Magic: Delay] yang Rion terapkan pada sihir api dan angin yang dia kombinasikan lalu dikompresnya hingga menjadi sangat kecil, sekecil mungkin dari apa yang dia bisa untuk membuat ledakan pada saat perilisan.
Dari hasil ini saja Rion sudah dapat dilihat bahwa buku-buku yang ada di area khusus itu sangatlah berharga. Mungkin ada sihir lain yang lebih berguna daripada ini, tapi menurutnya sihir ini sangat berguna bagi serangan diam-diam atau untuk perangkap.
Akan tetapi, karena kurang handalnya Rion menggunakan sihir ini, waktu pelepasan sihir yang telah dia atur sebelumnya ternyata lebih lama dari apa yang terjadi. Karena hal ini pula dia harus bertarung seperti sebelumnya, membuat dia harus mengukur waktu lebih lama lagi.
Namun, Rion belum dapat merasa lega dan dia kembali fokus.
“Mereka pasti akan mengirimkan pengejar,” Inilah yang membuat Rion belum bisa lega. Melirik ke sekitar, dia bergumam, “Setidaknya aku akan mencari sumber air lalu menggunakannya untuk menghilangkan jejak bauku sebelum mencari jalur pelarian yang benar-benar aman.”
Menetapkan rencana baru dia pun bergegas menyusuri hutan yang luas ini.
Meskipun Rion telah mendapatkan banyak informasi berguna dari perpustakaan, tapi informasi medan di sekitar benteng sendiri disimpan di ruang yang ditempati Seriana, dan secara tak langsung menjadikan tembok tak terlihat baginya.
Hari semakin larut, tapi Rion belum juga menemukan sumber air untuk menghilangkan jejak baunya. “Jika terus seperti ini aku akan terkejar,” gumamnya cemas.
Rion memutar otaknya, mencari cara lain untuk keluar dari keadaan ini. Jika dia menggunakan sihir air untuk menghilangkan baunya kemungkinan besar hal itu tak akan banyak berpengaruh, mengingat mereka dapat melacak bau yang baru lewat sisa air yang ditinggalkan.
‘Ini semakin sulit,’ Menyerah tak menemukan ide lain, Rion bergumam lirih, “Sepertinya aku memang harus mencari sumber air seperti sungai.”
Rion menggaruk kepalanya, walau dia membaca banyak pengetahuan baru di buku-buku area khusus. Namun, dia tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk mengatasi permasalahannya.
__ADS_1
Jika pun ada, tapi dalam kemampuan Rion saat ini hal itu masih belum dapat dia lakukan.
“Bahkan penggunaan delay saja aku masih merasa sulit, apalagi sihir yang kontrolnya lebih sulit dari itu ...,” Benar-benar tidak memiliki pilihan lain, Rion pun menghela napas.
Rion terus berjalan, meski minimnya informasi telah menjadi kendala besar baginya. Hal yang dia ketahui hanya sebatas melirik peta yang terkadang Seriana keluarkan saat dia mengekor di belakangnya.
Cahaya bulan kini telah menjadi penerangan utama untuk Rion, dan dia masih belum dapat menemukan cara untuk mengatasi masalahnya.
‘Aku hanya punya waktu setengah hari lagi,’ pikir Rion dengan asumsi bahwa pertempuran berlangsung selama dua hari.
Akan tetapi, tiba-tiba sebuah serangan datang padanya dengan kecepatan tinggi. Rion mengelak dengan cepat, meski begitu serangan itu masih meninggalkan sedikit goresan pada lengan kirinya.
Rion mengalihkan perhatian, memerhatikan sekeliling dan kini dia menyadari bahwa beberapa sosok bayangan hitam yang terlihat bergerak dengan cepat dari satu pohon ke pohon lain.
Sekarang Rion lebih memfokuskan perhatiannya, meski dia memiliki asumsi dari pihak mana mereka tapi tetap tak bisa menahan keterkejutan. “Mereka selesai lebih cepat dari dugaanku ....”
“Oo ... bahkan serangan itu dihindarinya, sepertinya orang ini cukup hebat,” ucap Fold dalam bayangan hutan.
“Cukup bicaranya Fold, kita selesaikan ini dengan cepat! Aku ingin segera beristirahat!” sahut anggota lain.
“Benar!” Saat Ale mengatakan ini, dia tak lupa melancarkan anak panah pada Rion.
Rion berhasil menghindari serangan yang datang dengan sedikit kesulitan, walau dia dapat menyadari arah serta bentuk serangan. Namun, tubuhnya lebih lambat dari pemikirannya membuat gerakan tersebut sering kali lebih terlambat.
Pikiran Rion semakin fokus saat menghadapi rantaian serangan berkecepatan tinggi yang datang dari segala arah.
‘Pembunuh! Tak diragukan lagi sepuluh dari mereka pasti seorang pembunuh terlatih!’
__ADS_1
Setelah bertahan dari serangan musuhnya selama ini yang terus melancarkan serangan dari segala titik dan selalu mengarah ke titik vitalnya, mana mungkin Rion tidak dapat memastikan bahwa lawannya terlatih dalam teknik pertarungan yang berspesialisasi di bidang pembunuhan.
“Ini semakin gawat ...!” Menggertakkan giginya, Rion akhirnya menyadari siapa identitas orang kesebelas yang sedari tadi hanya melihat pertarungan dari jauh ... sang kapten ksatria, Marco.
Semakin Rion memperhatikan, semakin dia menyadari bahwa dia berada di ujung tanduk. Jika orang itu terus menganalisis pergerakannya, maka dapat dipastikan kelemahannya akan segera terlihat. Mengingat t kebanyakan gerakan yang Rion lakukan, berasal dari pelatihan serta pengamatannya pada Marco.
Selama pelatihan, walaupun Rion tidak menunjukkannya, tapi sebenarnya dia dapat melakukan sebagian besar gerakan yang diajarkan.
Akan tetapi, demi pelariannya maka Rion tidak melatihnya dengan sempurna untuk mencegah dirinya lebih diperhatikan lagi. Dengan semua itu, dia hanya memahami gerakan dasar tanpa pernah dilatih dengan sempurna menyebabkan banyak gerakannya yang kaku.
Setelah mengamati Rion, Marco menghembus napas panjang. ‘Sepertinya ini alasan Nona Seriana memintanya dibawa dalam keadaan hidup-hidup.’
Sebelumnya dia berpikir bahwa Seriana ingin menghukum Rion secara pribadi dan lebih berat. Namun, setelah mengamati pemuda itu dapat dia pastikan bahwa pemuda itu memiliki kekuatan yang hebat hanya dari pengamatan saja.
Sebagai contoh adalah situasi saat ini di mana Rion dapat bertahan menghadapi sepuluh orang di tingkat kekuatan gold level 4.
Meskipun banyak gerakan yang Rion lakukan masih kaku, tapi Marco dapat menyimpulkan semua itu karena pemuda itu masih belum memiliki banyak pengalaman dalam pertempuran yang sebenarnya.
Banyak gerakan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, serta reaksinya yang cukup lambat pada beberapa kesempatan.
Jika mereka berhasil mengendalikan Rion, dapat dipastikan bahwa ini akan menjadi senjata yang hebat dalam pertempuran melawan bangsa demi-human. Seperti perintah kaisar, kuasai tanah di Benua Zestia.
“Semuanya dengarkan perintahku!”
Namun, jika hanya itu, maka Marco tidak perlu turun tangan, pengalamannya lebih dari cukup untuk memenangkan pertempuran ini.
Sesuai janjinya pada diri sendiri, perintah Nona mereka akan terpenuhi.
__ADS_1