
Setibaya di puncak, mereka memang benar menemukan kebun pohon manggis. Betapa Cinta merasa sangat bahagia. Dia langsung memanjat pohon manggis yang buahnya sudah matang dan siap dipanen itu.
"Hati hati sayang." Rafa membantu memegangkan tangga yang menjadi lonjakan untuk Cinta tiba diatas pohon.
"Mas, aku dapat buah manggisnya." Memetik satu buah manggis yang besar dengan warna hitang keunguan.
"Coba deh sayang tebak isi manggisnya ada berapa?" Sahut Rafa dari bawah.
"Tunggu aku tebak." Cinta mulai menghitung jumlah isi manggis melalui bagian buntut buah manggis tersebut. "Isinya ada enam." Tebak Cinta dengan langsung membuka manggisnya untuk membuktikan jawabannya.
"Gimana? Benaran enam." Rafa penasaran.
Cinta tersenyum, lalu memperlihatkan buah manggis yang sudah dibukanya itu. Rafa pun mulai menghitung isinya dari bawah. "Wah, ternyata benar." Rafa merasa bersemangat karena bisa mengetahui berapa isi buah manggis tampa harus membuka terlebih dahulu.
"Mas juga mau metik buahnya langsung." Rafa ikut manjat dan memetik beberapa buah manggis. Cinta juga kembali memetik yang banyak tidak mau kalah dari Rafa.
"Mas plastiknya sudah penuh. Turun yuk." Ajak Cinta yang sudah selesai memenuhi kantong plastiknya.
"Tunggu, mas yang duluan turun." Dengan segera Rafa turun lebih dulu, lalu dia memegang tangga dengan erat saat Cinta mulai turun.
"Sayang senang, bisa memetik buah manggis langsung?" Tanya Rafa saat Cinta sudah berada dibawah.
"Senang dong. Terimakasih ya mas. Mas adalah suami terbaik." Memeluk haru tubuh Rafa yang juga menyambut pelukan itu dengan mesra.
Sementara itu, saat ini Jack sedang bersantai bersama Hana dan juga Jaya. Mereka menikmati hari kebersamaan mereka dengan penuh kebahagiaan. Seperti saat ini, Jack berenang sambil mengajarkan putra kecilnya juga. Dan Hana mengabadikan momen itu melalui kamera ponselnya.
__ADS_1
"Sayangnya Papa sudah bisa berenang." Bahagia sambil terus memegang erat tubuh Jaya yang sangat gembira bermain air.
Drrriiitt…
Ponsel Jack yang dipegang Hana berdering. Nama Rafa tertera dilayar ponselnya itu. Tampa memberitahukan terlebih dahulu pada Jack, Hana langsung menjawab panggilan itu.
"Ada apa tuan Rafa?"
"Jack ada?"
"Ada tuan, dia sedang berenang dengan Jaya. Ada hal mendesak apa Tuan?"
"Tidak ada hal mendesak apapun. Aku hanya ingin memastikan bahwa kalian baik baik saja." Ucapan Rafa membuat Hana merasa tersentuh.
"Sudah dong. Ini nyonya Cinta sedang menikmati manggisnya."
"Syukurlah."
Sejenak terasa sunyi, baik Rafa maupun Hana sama sama tidak bicara. Hana menatap Jack yang sedang bermain air bersama Jaya. Sedangkan Rafa tersenyum senang melihat Cinta menikmati buah manggisnya.
"Tuan, apa rencana tuan berjalan lancar untuk mengelabui Mr.Bami?" Tiba tiba Hana menanyakan hal yang dirahasiakan Rafa dari Cinta dan Hana sendiri.
"Apa Jack mengatakan tentang itu padamu?" Menyelidik Hana.
"Tidak Tuan. Aku mengetahui hal itu saat membantu nyonya Hana meretas akun Mr.Bami." Dan kali ini jawaban Hana membuat Rafa terkejut.
__ADS_1
"Maksudmu, nyonya Cinta meretas akun Mr.Bami?"
"Iya Tuan. Kami berhasil meretas akun asli milik Mr.Bami atau yang sebenarnya adalah Joy Lim." Jelas Hana.
Sebentar Rafa menatap kearah Cinta yang masih menikmati buah manggis. Menyadari Rafa menatapnya, Cintapun menatap sambil tersenyum pada suaminya tampa mengetahui apa yang sedang dibicarakan suaminya dengan Hana.
"Lalu apa lagi yang kalian lakukan?" Rafa sedikit menjauh dari Cinta.
"Ya, setelah mengetahui ternyata Mr.Bami adalah Joy, nyonya langsung mencari semua informasi yang berkaitan dengannya. Banyak hal yang nyonya temukan termasuk tentang Febi dan juga Jesika."
"Apa lagi yang kalian ketahui?"
"Tentang saham yang tuan serahkan pada Reyhan." Hana menjawab dengan jujur semua pertanyaan Rafa. Karena sudah mendapat persetujuan Cinta untuk mengatakan semuanya dengan jujur saat akhirnya Rafa bertanya. Tapi, ternyata Rafa tidak pernah menanyakan apapun, sehingga Hana memulai membuka pertanyaan seputar hal itu.
"Sejauh itu kalian menyelidik."
"Lebih jauh dari itu Tuan."
"Ceritakan semuanya, Hana."
Hana pun mulai menceritakan semua yang pernah dilakukannya bersama Cinta. Termasuk, tentang mereka yang meminta Reyhan berpura pura menyerahkan semua saham milik Rafa pada Mr.Bami. Tapi, langkah yang mereka lalui ternyata sudah lebih dulu di lakukan oleh Jack. Hanya saja Jack hampir tertipu oleh Reyhan.
Mendengar hal itu membuat Rafa benar benar ingin marah. Bukan pada Cinta atau Hana bahkan Jack. Tapi, dia marah pada Reyhan yang hampir saja memberikan sahamnya pada Mr.Bami alias Joy.
"Apa yang membuat Reyhan gagal mengkhianati saya." Tanya Rafa yang sudah tidak sabaran dan merasa sangat marah pada Reyhan.
__ADS_1