Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
AMPP 2 (Bab 19)


__ADS_3

"Kali ini pasti enak." Mencicipi lagi nasi goreng buatannya yang ternyata malah terasa sangat asin.


"Ya ampun, susah juga ternyata masak nasi goreng." Menuangkan nasi goreng buatannya kedalam wadah.


Rafa pun akhirnya membuat lagi nasi goreng dari awal lagi. Dia akan membuatkan nasi goreng terlezat untuk istri tercinta.


"Sabar ya sayang, mas akan membuatkan nasi goreng terlezat yang hanya khusus untukmu." Bisik Rafa pada dirinya sendiri yang kembali mulai lagi dari awal yaitu mengupas bawang merah, dan bawang putih serta perlengkapan lainnya.


Sementara itu, Cinta sedang merajut sambil menonton tv. Bibirnya sesekali terlihat mengembangkan senyum senang dengan sesuatu yang ditontonnya di layar tv itu.


"Sayang, nasi gorengnya sudah jadi." Memberikan nasi goreng buatannya pada Cinta.


Tanpa ragu Cinta langsung mencicipi nasi goreng buatan suaminya. "Rasanya enak, tapi akan lebih enak lagi kalau garamnya dikurangi." Komentar Cinta.


"Oya? Padahal mas cuma memasuklan sedikit saja garamnya. Ya sudah tidak usah dimakan. Kita pesan saja nasi goreng yang baru."


"Tidak Mas. Aku suka nasi gorengnya. Nggak terlalu asin juga kok, masih enak dilidah." Ucap Cinta sebelum suaminya memesan nasi goreng gang baru.


"Benarkah?" Duduk disebelah Cinta dengan membuka lebar mulutnya. Rafa minta disuapi. Dengan segera Cinta menyuapi Rafa satu sendok nasi goreng. "Mhh, enak kok. Tapi memang asinnya agak mencolok." Komentarnya.


Cinta tersenyum mendengar celoteh suaminya. Kemudian dia pun melanjutkan makan nasi goreng itu.

__ADS_1


Drriittt.


Ponsel Rafa berdering. Rupanya panggilan dari seseorang yang misterius. Rafa menjauh dari Cinta, dia tidak ingin pembicaraannya mengganggu istrinya itu.


"Apa yang dia lakukan di perusahaan?" Tanya Rafa.


"Dia tidak melakukan apapun. Dia benar benar wanita yang bodoh. Dia dikantor hanya bermain main saja."


"Lanjutkan saja sepeti rencana."


"Baik tuan."


"Sayang benar benar lapa atau hanya sebagai rasa penghormatan?" Tanya Rafa heran. Karena beberapa hari ini sebenarnya Cinta tidak begitu nafsu makan.


"Aku suka mas. Nasi gorengnya enak. Makanya habis." Ucapnya, lalu mereguk segelas air putih.


"Enak yak. Jadi besok besok mau mas bikinkan lagi?"


Cinta mengangguk bahagia. "Nasi goreng buatan mas sangat enak. Tapi, kalau bikin nasi goreng lagi, garamnya dikurangin aja. Pasti sangat enak."


"Tentu sayang. Mas akan mengurangi takaran garamnya." Senyuman Rafa membuat Cinta bahagia.

__ADS_1


Lain dengan Rafa dan Cinta. Saat ini Jack dan Hana sedang menonton Tv. Si kecil Jaya malah tertidur pulas.


"Tadi Jaya sudah bisa berdiri sendiri loh, mas." Ujar Hana.


"Yang benar?" Jack menoleh pada Hana.


"Iya. Bahkkn sudah berani melangkah satu langkah. Tadinya aku mau merekam, tapi pas lagi sibuk cari HP, Jaya udah kembali duduk dan tidak mau lagi di suruh berdiri." Tutur Hana bahagia.


"Jagoan Papa makin jago ya. Cepat bangun dong, kita belajar jalan lagi. Papa mau melihat jagoan papa jalan sendiri." Jack gemas sambil mengelus pelan pipi Jaya.


"Sejak ada Jaya, mas jadi kurang perhatian loh sama aku." Ungkap Hana yang membuat Jack terdiam.


"Maksud kamu apa?"


"Ya, mas jadi jarang peluk sama.cium aku." Hana mengatakan itu dengan malu mmlu.


"Sini mas peluk." Jack memeluk erat tubuj Hana. Lalu memberikan ciuman dipipi dan kening Hana. "Aku bahagia, mas. Sangat bahagia." Hana merasa sangat nyaman dan hangat dalam pekan suaminya.


"Tetaplah seperti ini selamanya, mas. Jangan pernah berubah. Karena aku dan Jaya sangat membutuhkan mas. Kami bergantung pada mas. Karena kami tidak punya apapun selain kamu mas." Tiba tiba Hana mengatakan itu dengan air matanya yang menetes.


"Aku juga membutuhkanmu sayang. Kamu dan Jaya adalah segalanya utuk mas" Jack mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Hana

__ADS_1


__ADS_2