Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 78


__ADS_3

Rafa sudah mendengar kabar tentang Joy. Bukan dari Reyhan, tapi Rafa punya seorang teman yang bekerja sebagai seorang dokter ahli bedah plastik. Dia mengabarkan tentang Joy yang berupaya merubah wajahnya.


Untungnya teman Rafa sendirilah yang akan melakukan operasi tersebut. Setelah mendapat arahan dari Rafa tentang apa yang harus dia lakukan, temannya itu sudah menjadwalkan operasinya akan dilakukan besok.


Sementara Jesika, bagaikan keluar dari sarang ular malah masuk ke kandang harimau. Jesika tertangkap oleh anak buah Reyhan. Dan saat ini di sedang di sekap di ruang bawah tanah tempat Reyhan menyiksa mangsa mangsanya.


"Thanks Rey. Aku benar benar khawatir kalau saja Jesika benar benar berhasil membantu Joy." Ungkap Rafa melalui sambungan telepon.


"Dont worry. Tugasmu cukup menjaga Cinta dengan baik. Tentang Joy, kamu percayakan saja pada Georgi. Dia seorang dokter yang handal." Ujar Reyhan menenangkan kekhawatiran Rafa.


Sambungan pembicaraan mereka berakhir. Rafa kembali ke kamar untuk menemui Cinta yang saat ini sedang tidur pulas.


"I love you, sayang." Berbaring disammping Cinta.


Tangannya membelai lembut wajah itu. Senyum bahagia terlihat dibibirnya.


"Mas..." Ucap Cinta yang terbangun saat merasa ada yang mengganggu tidurnya.


"Tidurlah." Menarik tubuh Cinta masuk dalam pelukannya.

__ADS_1


Cinta pun kembali tertidur nyenyak dalam pelukan hangat suaminya.


Meninggalkan Cinta dan Rafa. Di apartemennya, Jack sedang berduaan dengan Hana. Dia tadinya hanya berniat menjemput Hana sepulang kerja dan mengantarnya pulang. Tapi, semua itu berubah, karena pengakuan Hana yang ternyata juga mencintainya.


Jack membawa Hana ke apartemennya. Terhitung hampir satu jam mereka hanya duduk diam saling berpegangan tangan menikmati segelas kopi panas buatannya.


"Besok kamu kerja?" Tanya Jack memberanikan diri memulai pembicaraan.


"Tidak. Besok aku diizinkan libur." Jelasnya.


"Bemarkah?"


Hana mengangguk, dan anggukan itu disambut Jack dengan sebuah ciuman mesra. Hana kaget, tapi juga senang. Keduanya terlarut dalam ciuman itu.


Hana diam sebentar, dia masih menetralkan napasnya yang masih terengah engah akibat ciuman Jack tadi.


"Apakah tidak aneh, jika aku menginap disini?" Tanya Hana ragu.


Meski dia memang bukan perempuan baik baik, tapi Hana juga punya etika dalam menjalani kehidupannya. Dia juga tahu tentang tabunya seorang perenpuan menginap dirumah lelaki.

__ADS_1


"Maafkan aku, Hana. Aku tahu, di Negara kita memang masih aneh saat perempuan menginap di rumah pria. Tapi, percayalah padaku. Aku akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang akan terjadi kedepannya. Aku sangat mencintaimu, Hana." Jelasnya dengan menggenggam erat kedua tangan Hana.


Dengan ragu Hana akhirnya mengangguk, menyetujui ajakan Jack untuk menginap diapartemennya. Jack sangat bahagia. Dia memeluk erat tubuh Hana dalam waktu yang cukup lama hingga Hana protes.


"Gerah, Jack. Aku bahkan belum mandi." Ucap Hana mendorong tubuh Jack agar menjauh darinya.


"Aku juga belum mandi." Bisik Jack ditelinga Hana.


Hana tersenyum malu dan mebenamkan wajahnya di dada Jack.


"Haruskah kita mandi bersama?" Ajak Jack dengan suara yang menggoda.


Bukan menjawab, Hana hanya memukul pelan dada bidnag Jack. Merasakan pukulan pukulan pelan itu, Jack pun langsung menggendong tubuh Hana dan membawanya ke kamar mandi.


"Jack apa yang kamu lakukan?" Pekik Hana didalam kamar mandi.


"Membuka bajuku. Bukankah kita mau mandi?" Ucap Jack santai tanpa ada perasaan canggung.


"Lepaskan juga bajumu, atau mungkin kamu mau aku yang melepaskannya?" Goda Jack.

__ADS_1


"Gak mau. Dasar nakal." Teriak Hana.


Llalu terdengar suara gemuruh dalam kamar mandi. Entah apa yang terjadi di sana, hanya mereka berdua dan Tuhan saja yang tahu.


__ADS_2