
Beberapa bulan kemudian.
Waktu berlalu begitu tenang. Tidak banyak yang terjadi. Semua dilakukan oleh Rafa dengan sangat sembunyi sembunyi dan sedikit demi sedikit untuk menjebak semua musuhnya.
Ting tong.
Bel rumah bersuara. Ada tamu penting untuknya hari ini. Mereka adalah Via dan Dito.
"Hallo Tuan, Nyonya." Sapa mereka saat melihat Rafa dan Cinta menyambut kedatangan mereka.
"Dito…" Rafa mempersilahkan Dito duduk, sementara Cinta mengajak Via untuk membantunya menyiapkan makanan di dapur.
"Bagaimana perusahaan?" Tanya Rafa langsung pada inti pembicaraan mereka.
"Dua hari yang lalu, Febi melakukan transaksi gelap menggunakan uanng perusahaan." Dito menjelaskan sambil memperlihatkan foto foto Febi saat melakukan transaksi gelapnya dengan Mr.Bami.
"Lalu, tentang Febi dan Hendra, bagaimana?"
"Saya sudah mengirimkan foto perselingkuhan mereka pada Istri Hendra. Dia berterimakasih sama saya dan dia juga mengatakan akan segera menceraikan Hendra. Dia juga menyerahkan sahamnya untuk membantu Tuan Rafa.
"Good. Kamu memang bisa diandalkan." Rafa tersenyum senang mendengar semua kerja keras Dito berhasil.
"Lalu tentang Riko dan Jesika. Mereka saat ini sedang bersembunyi di Bali. Polisi mulai melacak keberadaan mereka. Saya mengirimkan rekaman transaksi gelap mereka pada polisi." Semua yang Dito laporkan benar benar membuatnya puas.
"Tidak salah Jack menempatkan kamu untuk mengerjakan semua pekerjaan berbahaya ini." Puji Rafa.
"Terimakasih atas pujiannya tuan. Tapi, ada satu masalah."
"Masalah apa?" Rafa sedikit khawatir.
"Mr.Bami semakin meraja lela. Dia semakin kuat. Karena antek anteknya semakin bertambah. Kalau kita masih terus bergerak perlahan seperti ini, Mr.Bami benar benar akan menghancurkan RC Holding." Tutur Dito.
Rafa menekan tombol dilayar ponselnya. "Jack, apa kamu mendengarnya?" Tanya Rafa.
"Iya tuan. Saya mendengarnya." Jawab Jack yang mendengar memalui alat pelacak yang dipasagnya untuk mengawasi Dito, sekaligus membantu Dito disaat mendapat kesulitan.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Rafa pada Jack.
"Dito, bagaimana dengan gedung? Sudah berapa persen?" Tanya Jack serius.
__ADS_1
"Saat ini sudah hampir sembilan puluh persen, mas Jack."
"Ok, jadi mulai sekarang, hubungi semua orang orang kita yang berada dibawah Mr.Bami. kita lakukan penyapuan bersih. Sedot habis semua saham dan uang Mr.Bami. Serta kumpulkan semua bukti tentang siapa sebenarnya Mr.Bami. kirimkan pada polisi Thailand."
"Siap, mas Jack. Saya akan segera melakukan semua itu." Jawab Dito bersemangat.
Beberapa detik kemudian, Via dan Cinta datang dari arah dapur dengan membawa berbagai jenis makanan. Mereka menatanya dengan rapi diatas meja.
"Meetingnya dilanjutkan nanti saja. Sekarag kita makan dulu." Saran Cinta pada Rafa dan Dito.
"Terimakasih nyonya. Kita disuguhkan makanan yang banyak dan enak ini." Ucap Dito dan Via.
Cinta hanya tersenyum. Kemudian merekapun menyantap makanan itu dengan nikmat sambil bercerita santai tanpa ada unsur pekerjaan dalam perbincangan tersebut.
"Awalnya saya takut sama Febi. Takut ketahuan. Tapi ternyata dia benar benar percaya padaku dan orang orang yang masih tinggal diperusahaan." Tutur Via.
"Dia memecat semua karyawan yang mendukungnya. Dia mudah sekali dikecoh." Sambung Dito.
"Dia hanya wanita bodoh yang ambisius untuk menjadi kaya raya dengan cara instan. Makanya kita tidak perlu khawatir padanya. Yang perlu dikhawatirkan hanya Joy atau Mr.Bami." Jelas Rafa.
"Tenang saja Tuan. Sebentar lagi, Mr.Bami akan kembali meringkuk dalam penjara." Dito tersenyum membayangkan saat Mr. Bami harus kembali ke penjara sebagai Joy Lim.
"Tidak terasa sudah hampir melewati bulan kedelapan." Jawab Cinta sambil mengelus perutnya.
"Waktu berjalan dengan cepat, saat kita merasa nyaman, nyonya."
"Kamu benar Via. Waktu akan terasa lambat, saat kita tidak nyaman menjalani kehidupan, karena terlalu banyak masalah atau tekanan tekanan lainnya.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, Tuan, Nyonya. Saya akan pastikan bulan depan saat nyonya melahirkan, semuanya sudah beres. Sehingga semua keberhasilan ini menjadi hadiah untuk persalinan nyonya." Dito meyakinkan Cinta dan Rafa akan hal itu.
SATU BULAN KEMUDIAN
Jack dan Dito melakukan misi mereka dengan sangat baik. Seperti yang Dito janjikan akan menyelesaikan semuanya dalam waktu satu bulan. Dan mereka berhasil.
Hendra dan Febi dipenjara atas tuduhan penggelapan uang perusahaan milik Istri Hendra yang mereka gunakan untuk membeli barang barang terlarang dari Mr.Bami. Riko dan Jesika juga tertangkap di Bali. Dan Mr.Bami tertangkap atas transaksi ilegalnya dan karena memang dia buronan yang melarikan diri dari penjara.
"Misi selesai." Dito dan Jack bangga dengan hasil kerja mereka.
Sementara itu, saat ini Rafa sedang di rumah sakit. Dia menunggu Cinta yang sedang berjuang melahirkan bayi mereka. Rafa tidak ikut kedalam ruang operasi, karena merasa takut. Dia tidak mau melihat dokter membedah perut istrinya.
__ADS_1
"Tuan Rafa tenanglah. Cinta akan baik baik saja." Hana mencoba menenangkan Rafa yang mondar mandir khawatir.
"Eee, Jaya sayang. Jalannya pelan pelan saja. Jangan berlari, nanti jatuh." Hana mengejar Jaya yang melangkah semakin jauh darinya.
Rupanya Jaya berlari mengejar Papanya. Jaya dapat merasakan kedatangan Papanya. "Jagoan papa. Ya ampun, lucunya." Jack langsung menggendong Jaya dan membawanya mendekat pada Hana dan Rafa.
Dito dan Via mengekor dibelakang Jack. Mereka datang ke rumah sakit untuk melihat bayi nyonya Cinta dan tuan Rafa. Sekaligus, mereka mau memberikan undangan pernikahan mereka yang akan dilangsungkan tepat sebulan lagi.
"Eeeaakk… eeaeaakkk." Terdengar suara bayi.
"Bayinya lahir, tuan."
Rafa langsung masuk kedalam ruang operasi. Dilihatnya Cinta mulai membuka mata. Langsung saja, Rafa mendekat dan mencium kening wanita yang sangat dicintainya itu. Sementara bayi mereka digendong oleh dokter dan didekatkan pada Rafa.
Rafa pun langsung iqomah dikuping kanan bayi perempuan itu. Rafa iqomah sambil menangis. Dia benar benar merasa terharu, bangga dan bahagia. Akhirnya mereka bisa memiliki bayi. Akhirnya mereka bisa melihat bayi itu lahir kedunia untuk menjadi pelipur lara bagi mereka.
"Terimakasih sayang." Rafa mencium lagi kening Cinta yang mulai kembali terpejam, karena perutnya akan kembali dijahit.
Skiip…
Kini Cinta sudah berada diruang VIP. Dia menggendong bayinya untuk pertamakalinya. Dia menangis haru melihat bayi mungil itu benar benar nyata ada dalam gendongannya.
"Apa tuan dan nyonya sudah menyiapkan nama?" Tanya Via penasaran.
"Namanya Permata Aditya Wijaya." Jawab Rafa yang juga ikut memegang tangan mungil bayi mereka.
Dan nama perusahaan baru Rafa pun berubah menjadi Permata Holding. Perusahaan baru Rafa ada di Lombok Bali. Semuanya sudah siap dan ditata langsung oleh Jack, Hana, Via dan Dito. Seminggu lagi, perusahaan akan diresmikan. Cinta, Rafa dan bayi mereka akan pindah ke Lombok. Rumah mereka juga sudah siap di Lombok.
Jack dan Hana juga ikut pindah ke Lombok. Via dan Dito pun kebagian resepsi pernikahan mereka di Lombok juga.
Kebahagiaan utama adalah saat kita bisa saling membantu sesama. Menghormati perbedaan dan saling menguatkan satu sama lain.
"Bye bye semua. Terimakasih sudah membaca kisah ini dan menunggu dengan sabar. Maaf jika endingnya tidak memuaskan." INI UCAPAN RESMI DARI THOR UNTUK PARA PEMBACA YANG SELALU SETIA MENDUKUNG DAN MENSUPPORT THOR DALAM MENYELESAIKAN NOVEL INI.
THE END (SELESAI)
"SAMPAI BEREMU DI NOVEL TERBARU THOR."
TERIMAKASIH SEMUANYA.😉😍😍😘😘
__ADS_1