Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 50


__ADS_3

Ting tong...


Bel rumah berbunyi, pertanda ada tamu yang datang. Lalu, kemana satpam. Kenapa membiarkan tamu melewati pagar rumah begitu saja tanpa melapor terlebih dahulu. Namun, meski begitu Imah langsung bergegas membukakan pintu.


"Maaf anda siapa?" Tanya Imah saat melihat tamunya itu.


"Cinta nya ada?" Tanya pria itu pada Imah.


Sejenak Imah terdiam, dia tidak tahu harus menjawab bagimana. Karena pria ini sangat mencurigakan dimata Imah. Tidak berapa lama, mobil Rafa datang. Imah tersenyum lega. Karena Rafa datang disaat yang tepat.


"Joy?" Panggil Rafa begitu keluar dari mobilnya.


"Aku datang lagi untuk memastikan sesuatu." Jawabnya santai.


Rafa melangkah semakin dekat. Senyum tidak pudar dari wajahnya. Dia pun langsung merangkul bahu Joy dan mengajaknya masuk.


Imah mengikuti dari belakang, dan berbelok menuju dapur untuk menyiapkan minum. Sedangkan Rafa dan Joy sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Apa yang mau kamu pastikan?" Melirik keatas, tepatnya pintu kamar Cinta.


"Begini, aku diberitahu Febi, katanya Cinta bekerja disini." Ucapnya.


Rafa tersenyum. Tangannya menarik dasi yang terasa terlalu mencekik lehernya.


"Lalu, jika Cinta bekerja disini, apa yang kamu inginkan?" Selidik Rafa ragu.


Mata Joy mematap tajam mata Rafa. Untuk beberapa detik mereka saling beradu pandangan.

__ADS_1


"Silahkan diminum Tuan." Meletakkan dua gelas orange jus di hadapan Rafa dan Joy.


Kedatangan Imah mengalihkan pandangan mereka.


"Bik, panggilkan Nyonya Cinta." Ucap Rafa dengan seulas senyum menegaskan.


Mata Joy menyipit mendengar Rafa menyebut Cinta dengan panggilan Nyonya.


"Baik Tuan." Melangkah menuju kamar Cinta.


"Silahkan diminum." Ajak Rafa yang sudah lebih dulu mereguk jusnya.


Joy pun ikut meminumnya, untuk membuat dirinya tenang dari perasaan yang mulai tidak menentu saat menunggu kedatangan Cinta.


Sementara itu, Imah baru tiba di kamar Cinta.


Cinta yang baru saja melepas mukenanya tersenyum menanggapi Imah.


"Siapa, Bik?" Merapikan kembali jilbab dan cadarnya.


"Tuan memanggilnya dengan Joy." Ucap Imah mengingat.


Sebentar Cinta terdiam. Matanya mulai tidak fokus. Tangannya terasa sedikit gemetar, begitu juga kakinya yang terasa lemas. Dia akhirnya terduduk diatas tempat tidur.


"Nyonya kenapa?" Tanya Imah khawatir.


"Tidak, Bik. Aku baik baik saja." Tersenyum dan kembali berdiri.

__ADS_1


"Apa Tuan sudah pulang?" Memasang cadarnya.


"Sudah, Tuan menemani tamu di bawah. Tuan yang meminta saya memanggilkan Nyonya." Jelas Imah.


Selesai memakai cadarnya, Cinta pun turun dengan digandeng oleh Imah. Dia berjalan dengan anggunnya dan dengan menegakkan kepalanya. Matanya tampak biasa saja jika dilihat dari jauh. Tapi, sebenarnya matanya menahan banyak air yang ingin tumpah.


Rafa dan Joy menatap kearah Cinta tanpa berkedip. Cinta terlihat anggun sekali dan bagaikan seorang putri yang melangkah untuk menemui tamunya.


"Sayang, kenapa tidak memberitahuku bahwa sayang sudah pulang." Melepas tangan Imah melangkah cepat menuju Rafa.


Rafa sedikit terkejut dengan cara Cinta memanggil dan menunjukkan cintanya di hadapan Joy yang jelas jelas pria itu adalah cinta pertamanya dan yang masih ingin dia temui.


"Mas hanya pulang untuk memastikan, apakah tuan putri baik baik saja." Mendekap tubuh Cinta.


Joy hanya terdiam menyaksikan kemesraan dua insan itu. Dia merasa semakin tersingkir dari kehidupan Cinta. Tadinya, dengan bangga Joy membayangkan Cinta akan berlari menujunya. Ternyata Cinta mengabaikannya.


"Kita kedatangan tamu." Ucap Rafa melepas dekapannya.


Cinta menoleh pada Joy. Senyum manis terlihat dari sudut matanya diarahkannya pada Joy sambil sedikit menunduk.


"Joy, apa kabar?" Sapanya ramah.


"Cinta. Ternyata kamu masih mengingatku." Ucapnya senang tanpa melepas tatapannya dari Cinta.


"Tentu, Joy. Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu." Ucapnya.


Mendengar ucapan itu, Rafa melepas tangannya yang tadi menggenggam erat tangan Cinta. Merasa tangannya dilepas, Cinta sedikit kehilangan kepercayaan dirinya untuk berdiri tegap dan tersenyum pada Joy.

__ADS_1


__ADS_2