Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 7


__ADS_3

Sepanjang perjalan pulang hingga tiba di rumah, Cinta hanya diam. Dia bahkan tidak mau memandang wajah Rafa. Sedangkan Rafa, dia biasa saja. Masih tetap dengan sikap dinginnya dan mata yang berapi-api.


Begitu tiba di rumah. Cinta langsung berganti pakaian dan menenangkan diri di dalam kamarnya.


"Sudah tidur?" Tanya Rafa yang tiba-tiba masuk ke kamar Cinta.


Cinta masih belum tidur, tapi dia memejamkan matanya erat-erat. Dia pura-pura tidur, dia tidak ingin melihat atau mendengarkan Rafa.


Sedangkan Rafa, perlahan mulai berbaring di samping Cinta. Diposisikannya pergelangan tangannya kebawah kepala Cinta. Diraihnya tubuh Cinta hingga menghadap padanya. Dan jadilah saat ini Cinta berada dalam dekapannya.


"Wajahmu begitu halus dan sangat indah." Membelai lembut wajah Cinta.


Cinta masih tetap memejamkan matanya. Dia tidak ingin melihat wajah Rafa. Sedangkan Rafa mulai mencium kening Cinta. Detak jantung Cinta berdegup lebih cepat dari biasanya, membuat Rafa tersenyum senang mendengar detak jantung itu. Dia tahu kalau istrinya itu tidak sedang tertidur.


"Apa kamu marah?"Bisik Rafa ditelinga Cinta.


Cinta tidak menjawab, dia masih terus memejamkan matanya.


"Aku tahu kamu tidak tidur. Tapi, baguslah kamu memejamkan matamu. Karena dengan begitu, aku bisa melakukan apapun yang ingin aku lakukan." Bisiknya ditelinga Cinta.


Detak jantung Cinta semakin kencang. Tapi, dia masih memejamkan matanya. Sedangkan Rafa sudah berkelana jauh dengan tangannya.


Sekitar lima menit Rafa hanya bermain-main. Dia tersenyum senang saat melihat wajah Cinta yang memperlihatkan ekspresi berbeda-beda.


Rafa sangat senang saat Cinta menampakkan ekspresi seperti itu. Rafa mempermainkannya. Rafa melakukan hal yang dia sukai pada Cinta berulang-ulang. Saat ini terhitung empat kali Rafa menjahili Cinta.

__ADS_1


"Akui saja kamu menyukainya, kan sayang?" Bisiknya.


Tidak ada jawaban dari Cinta. Dia hanya terus memejamkan matanya meski wajahnya yang memerah menegaskan bahwa dia mulai menyukai sentuhan Rafa.


Rafa kembali melanjutkan aksinya. Dia memulai lagi dari awal. Benar, Cinta akhirnya mengeluarkan suara saat Rafa menyentuhnya. Itu tandanya Cinta menyukainya.


Rafa tersenyum penuh kemenangan. Dan kali ini dia tidak lagi mempermainkan Cinta. Rafa benar benar memulainya.


Tangan Cinta melingkar indah di leher Rafa. Napasnya tidak beraturan. Dia mendapatkan rasa yang belum pernah dirasakannya sebelumnya, rasa ini berbeda bagi Cinta.


Tidak sengaja Cinta mengeretkan pelukannya di punggung Rafa. Sementara Rafa membelalakkan matanya. Dia merasakan keindahan yang luar biasa untuk pertama kalinya juga.


Tapi, harusnya Cinta tidak akan merasa seperti ini. Sebab sudah pernah menikah sebelumnya. Ingin rasanya Rafa mempertanyakan hal itu segera. Tapi melihat rintihan dan air mata Cinta membuatnya berhenti sejenak.


Dibelainya wajah Cinta yang kini berada tepat dalam pelukannya. Diciumnya kening, hidung, mata dan bibir Cinta.


Rafa melakukannya sangat luar biasa. Cinta belum pernah merasakn seperti ini di masa lalunya. Rafa memang terlihat agak kasar padanya, tapi justru setiap sentuhan Rafa membuatnya merasa dicintai dan mendapatkan kasih sayang dari Rafa. Dan rasa itu sangat berbeda baginya.


Merasa Cinta mulai menerimanya, Rafa semakin mempercepat geraknya. Tidak lupa Rafa terus memberi Cinta ciuman, agar sedikit menyamarkan rasa sakit yang dirasakan Cinta sebelumnya.


Tiba tiba Cinta menangis. Dan Rafa mulai merasa khawatir.


"Kenapa? Apa sangat menyakitkan?" Tanya Rafa sambil membelai wajah Cinta.


"Tidak, hanya saja saya takut…" Isaknya tertahan.

__ADS_1


"Takut kenapa?"


Cinta hanya menggeleng. Rafa kehilangan kendali, dia marah karena Cinta tidak mau menjelaskan ketakutannya. Hingga membuat Rafa kembali kehilangan kendali. Hal Itu membuat Cinta memukul punggung Rafa dan berusaha mendorong Rafa agar berhenti.


Namun, sayangnya Rafa semakin menggila dan mulai menciumi lagi seluruh wajah Cinta tanpa memberi ruang untuknya menghirup udara.


"Berhenti…" Rengek Cinta mengiba.


Dia hampir kehabisan napas, seluruh tubuhnya gemetar. Sedangkan Rafa masih belum ada tanda-tanda akan selesai.


Cinta pasrah dengan seluruh tubuh yang gemetar. Air matanya terus menetes. Tangannya menggenggam erat sprei menjadikan pelampiasan rasa yang sulit untuk dijelaskan.


Hingga Rafa mencapai akhir. Dia menikmati segala rasanya dengan merebahkan kepalanya di bahu Cinta dan mendekapnya erat.


"Terimakasih sayang. Sampai kapanpun, kamu satu-satunya untukku. Tidak akan ada yang lain." Bisiknya di telinga Cinta.


Lalu, mereka tertidur pulas saling mendekap. Tidak sedikitpun Rafa memberi celah untuk Cinta lepas dari pelukannya.


"Kamu milikku selamanya. Jangan pernah pergi dariku apapun yang terjadi padaku." Mencium kening Cinta.


"Hanya percaya padaku. Jangan pernah percaya pada siapapun kecuali aku." Sambungnya.


Cinta terdiam, air matanya kembali mengalir. Dia bahagia mendengar ucapan Rafa. Tapi, sangat sulit baginya untuk percaya pada ucapan Rafa.


Cinta sangat paham posisinya. Dia tidak sepenting itu dalam kehidupan seorang Rafa. Dia tahu Rafa hanya mengigau saat mengatakan kata-kata indah itu.

__ADS_1


Tapi meski begitu, untuk malam ini saja setidaknya. Cinta memeluk erat tubuh Rafa. Dia menyerahkan dirinya seutuhnya dalam dekapan suaminya itu.


Cinta juga berharap, agar malam tidak cepat berlalu. Cinta tidak ingin kehangatan ini berganti dingin lagi di esok hari.


__ADS_2