
Di ruang operasi, Joy sudah sangat siap dengan semua peralatan operasi ditubuhnya. Dia berbaring dengan nyaman. Dokter mulai menyuntikkan obat bius pada Joy. Dan hanya hitungan detik Joy terlelap.
Tidak lama setelah Joy terlelap, Petugas kepolisian datang dan membawa tubuh tak sadarkan diri Joy ke kantor polisi. Joy ditangkap karena pembunuhan yang dilakukannya. Empat hari yang lalu Joy membunuh seorang Dokter yang menolak untuk membantunya melakukan operasi bedah plastik.
Ditambah dengan laporan langsung dari Tuan Lim. Saat ini tuan Lim sudah menunggu di kantor polisi bersama dengan Rafa dan juga Jack.
Begitu tubuh tak sadarkan Diri Joy dibawa masuk oleh petugas polisi dan langsung dikurung dengan tangan di ikat ke atas. Tidak lama dia tersadar. Matanya menangkap keadaan dirinya yang kini terkurung dalam penjara bawah tanah, dengan tangan terikat ke atas dan kaki berlutut dilantai.
Tuan Lim menyetujui untuk memberikan hukuman mati pada Joy. Dia tidak mau melihat Joy lagi berkeliaran dengan bebasnya dan membunuh manusia manusia yang tidak bersalah. Cukup sudah perjalanan Joy di dunia ini. Tuan Lim ingin langsung mengirimkan putra angkatnya itu ke neraka segera.
Sebelum meninggalkan kantor polisi, tuan Lim menyempatkan diri melihat keadaan Joy untuk terakhir kalinya.
"Papa... Pa, syukurlah Papa datang. Kenapa aku disini, Pa? Apa yang mereka lakukan padaku?" Teriak Joy saat melihat tuan Lim berdiri diluar jeruji besi itu.
Tuan Lim melangkah mendekat. Matanya tidak lepas dari wajah menyedihkan Joy.
"Aku memberimu kasih sayang yang penuh Joy, tapi mengapa kamu membunuh anakku?" Teriak tuan Lim lantang penuh emosi.
Mendengar itu Joy terdiam sejenak. Kemudian dia tertawa terbahak bahak dengan puasnya.
"Dia pantas mati, Pa. Dia merencanakan untuk menyingkirkan aku. Sebelum itu terjadi, aku harus mengambil tindakann terlebih dahulu, dong?" Kembali tertawa.
Tuan Lim hanya terdiam menahan segala letupan emosinya. Dia menyaksikan kegilaan seorang Joy yang ternyata adalah seorang kriminal yang menakutkan.
Rafa datang menghampiri tuan Lim. Dia pun nenatap Joy yang saat ini sedang merasakan tidak nyaman dengan posisinya yang seperti itu.
__ADS_1
"Good bye Joy. Nikmati sisa hidupmu, sebelum semuanya berubah menjadi gelap gulita..." Ucap Rafa menegaskan sekaligus bentuk ucapan perpisahan.
Setelah memastikan keadaan dan posisi Joy. Rafa dan Jack langsung kembali ke Jakarta lagi.
Sementara itu di Jakarta, Hana yang mendapat kabar bahwa mereka harus menikah hari itu juga pun, segera meminta untuk segera menyiapkan gedung dan segala hal untuk pernikahannya. Tidak lupa Hana juga memesan gaun pengantin untuknya dan jas untuk Jack.
Skipp...
Saat ini, Hana sudah memakai gaun pengantinnya. Dia berdiri di depan para tamu undangan yang hanya terdiri dari orang terdekat saja dan karyawan kantor. Maklum, Hana tidak memiliki keluarga lagi.
Cinta berdiri sambil menggenggam erat tangan Rafa. Kepalanya bersandar didada bidang suaminya itu. Mereka menyaksikan pemberkatan pernikahan Rafa dan Hana di depan sana.
"Terimakasih Mas." Ucap Cinta.
"Untuk apa berterimakasih?" Mencium puncak kepala Cinta.
Rafa tersenyum senang mendengar ucapan Cinta. Ditariknya tubuh Cinta hingga masuk dalam gendongannya.
"Mas, apa yang mas lakukan?" Protesnya.
"Saatnya kita pulang, sayang. Biarkan Hana dan Jack menikmati hari bahagia mereka. Dan kita juga akan menikmati hari bahagia kita." Bisiknya ditelinga Cinta.
Tubuh Cinta dibawa keluar dari gedung itu. Rafa membawanya kembali ke rumah. Dan setibanya dirumah, merekapun kembali menikmati bulan madu season 2 mereka dengan penuh Cinta dan kebahagiaan.
Sementara itu, Febi dan juga kedua orangtuanya kini sudah berada dipenjara. Mereka mendekam dengan tuduhan perampasan paksa perusahaan dari tangan pemiliknya. Dan Mila, dia melarikan diri dengan bersembunyi di kampung halamannya.
__ADS_1
Mereka semua menerima hasil panen dari bibit yang mereka tanam. Begitu juga dnegan Cinta dan Rafa. Saat ini merekapun sedang menikmati hasil panen dari bibit yang mereka tanam sendiri.
"Jangan pernah menghilang lagi, sayang." Ucap Rafa lembut ditelinga Cinta.
Cinta hanya menggeleng, tangannya membelai lembut wajah suaminya yang sangat dicintainya itu.
"Mas juga jangan pernah berpura pura tidak mengenalku. Aku hanya punya mas dan hanya mas yang aku cintai, rindukan dan inginkan." Jawabnya.
Rafa mempererat pelukannya. Saat ini mereka berada dikamar. Berada dibawah selimut dan saling berpelukan erat.
"Mas, apakah baby akan kembar juga?" Tanya Cinta tiba tiba.
Sejenak Rafa terdiam. Lalu tangannya beralih mengelus perut yang masih datar itu.
"Apa sayang menginginkan baby kembar?" Tanya Rafa sambil menciumi ceruk leher Cinta.
"Baby kembar akan sangat lucu, Mas." Tersenyum membayangkan.
Rafa merubah posisinya yang tadi berbaring dibelakang Cinta menjadi diatas. Dia menatap wajah cantik nan imut Cinta yang pasrah saja mendapati suaminya sudah berada diatasnya lagi.
"Bagaimana kalau kita buat baby lagi, supaya babynya benar benar kembar!" Ucap Rafa yang tanpa menunggu persetujuan Cinta sudah memulai aksinya untuk membuat baby kembar.
"I love you, sayang." Ucapnya lembut ditengah pergulatan mereka.
"I love you too, sayang." Jawab Cinta yang semakin mengeratkan pelukannya dileher suaminya itu.
__ADS_1
Tamat