Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
AMPP 2 (Bab 14)


__ADS_3

Kini Cinta sudah berada di rumah masa kecilnya. Banyak hal yang sudah berubah dari rumah itu. Namun, kenangan saat kebersamaannya bersama dengan kedua orangtuanya masih tetap segar dalam ingatanya. Bahkan setiap sudut ruangan itu masih menyimpan senyum kedua orangtuanya.


"Sayang menyukai rumah ini?" Memeluk Cinta dari belakang. Cinta mengangguk sambil tersenyum menatap area taman belakang rumahnya yang sudah tidak terurus seperti dulu.


"Dulu bunga bunga bermekaran di dinding dinding tembok itu." Menunjuk tembok pagar rumahnya yang terlihat gersang dan tua.


"Tukang kebun pilihan Jack akan segera memperbaiki tamannya dan mengembalikannya seperti saat sayang masih kecil dulu." Mengecup pundah Cinta dengan mesra.


"Andai Ibu sama Ayah masih ada. Pasti rumah ini tidak akan pernah menjadi seperti ini." Ucapnya.


"Sayang, saat ini ibu dan ayah bahagia. Karena, putri kecil mereka telah kembali ke istana dan akan menetap diistana ini bersama dengan pangeran yang gagah berani ini." Mengeratkan pelukannya sambil terus mengecup bahu istri tercintanya.


"Aku juga bahagia saat ini, mas. Kebahagiaan ini karena kebesaran kasih sayang dari pangeran yang gagah berani ini." Melepaskan diri dari pelukan Rafa, lalu mencubik kedua belak pipi Rafa tentunya dengan lembut. Dengan lembut juga Rafa melepaskan tangan Cinta dari pipinya. Dibawanya Cinta masuk dalam pelukan hangatnya.

__ADS_1


Asisten rumah tangga mereka sejak tadi melihat kemesraan majikannya. Mereka terpaku baper serasa menonton sinetron saat melihat betapa bahagia dan mesranya majikan mereka.


"Ssthh, kerjaan kita masih banyak. Jangan terlalu lama memperhatikan tuan dan nyonya." Yang lebih tua dari mereka mengingatkan agar tidak lalai dengan pekerjaan mereka.


Sementara Cinta dan Rafa menikmati kebersamaan mereka. Di kerajaannya, Mr.Bami sedang mengadakan pertemuan dadakan. Disana ada beberapa karyawannya yang juga berkebangsaan Thailand.


Mr.Bami mulai membuka pembahasan mendadak yang membuatnya mengumpulkan semua karyawan yang berada dibarisan terdepan.


"Mr. Nona Febi datang." Seorang karyawan memberitahukan kedatangan Febi.


"Cepat bawa dia kemari." Perintahnya.


Karyawan itu membuka pintu ruang rapat. Terlihatlah Febi dengan tampilan elegannya. Dia melangkah masuk dengan begitu elegan dikawal oleh dua orang ajudannya. Wajahnya sangat berbeda dari Febi yang dikenal dua tahun lalu.

__ADS_1


"Nona Febi, welcom to my kingdom." Menyambut hangat kedatangan Febi.


"Thank you Mr. Bami." Duduk tepat bersebelahan dengan Mr.Bami.


Sebentar Febi mengulurkan tangannya pada ajudannya. Lalu sang ajudan memberikan satu file berwarna merah menyala.


"This is your request, Mr.Bami." Mengulurkan file itu pada Mr.Bami yang disambut senang olehnya.


Segera saja Mr.Bami membuka file yang ternyata adalah kontrak kerja dengan beberapa pemilik saham di RC Holding dan juga pemilik saham diberbagai perusahaan kecil yang pernah meminta bantuan pada RC Holding. Ya, inilah yang dilakukan Febi bersama dengan orang orang yang merengek meminta bantuan Mr.Bami. Bersama Hendra, Febi menyelesaikan misi ini kurang dari dua tahun.


"Kamu benar benar yang terbaik nona Febi." Pujinya yang merasa puas dengan hasil kerja Febi. "Sesuai janjiku, aku akan mengabulkan satu keinginanmu. Sebutkan apa itu!"


Febi tersenyum, "Aku ingin menjadi Direktur RC Holding. Tapi, rahasiakan siapa aku sebenarnya dari Rafa." Ucapnya juga menggunakan bahasa Thailand.

__ADS_1


__ADS_2