
Hana pun mulai menceritakan semua yang pernah dilakukannya bersama Cinta. Termasuk, tentang mereka yang meminta Reyhan berpura pura menyerahkan semua saham milik Rafa pada Mr.Bami. Tapi, langkah yang mereka lalui ternyata sudah lebih dulu di lakukan oleh Jack. Hanya saja Jack hampir tertipu oleh Reyhan.
Mendengar hal itu membuat Rafa benar benar ingin marah. Bukan pada Cinta atau Hana bahkan Jack. Tapi, dia marah pada Reyhan yang hampir saja memberikan sahamnya pada Mr.Bami alias Joy.
"Apa yang membuat Reyhan gagal mengkhianati saya." Tanya Rafa yang sudah tidak sabaran dan merasa sangat marah pada Reyhan.
"Nyonya Cinta mengetahui hubungan gelap Reyhan dengan istri seorang aktor ternama. Jadi, nyonya mengancam akan menyebarkan pada media tentang hubungan mereka. Karena takut dengan ancaman itulah, Reyhan membuat rencana baru untuk mengelabui Mr.Bami." Tutur Hana.
"Kenapa saya lengah. Akhir akhir ini saya merasa sangat mudah tertipu." Ujar Rafa dengan nada kecewa saat mengetahui Reyhan hampir saja mengkhianatinya.
"Tenang saja, tuan. Saat ini serahkan saja dulu perusahaan pada Febi, seperti yang direncanakan Mr.Bami. Nyonya Cinta sudah mengurus semuanya. Dia ingin Tuan istirahat dan bisa selalu ada menghabiskan waktu bersamanya." Hana mengatakan semua yang diceritakan Cinta padanya.
Ya, Cinta butuh Rafa untuk terus berada di sisinya. Menemani dia saat sedang mengandung. Dia ingin Rafa fokus hanya padanya. Dia tidak ingin melihat Rafa sibuk mengurus semua kekacauan diperusahaan.
"Baiklah, terimakasih Han. Kamu benar benar teman terbaik buat Cinta." Rafa mengatakan itu sambil menatap kearah Cinta yang tersenyum padanya sambil memakan manggis.
__ADS_1
Begitu pembicaraan itu berakhir, Rafa langsung menghampiri Cinta. Dia berlutut dihadapan Cinta yang membuat Cinta heran hingga berhenti menikmati buah manggisnya.
"I love you Cinta Indira." Menarik tubuh Cinta untuk dipeluknya. Cinta hanya menerima saja pelukan Rafa.
"I love you more, suamiku." Membalas pelukan Rafa.
"Kita pulang ya." Bisik Rafa ditelinga Cinta dan mendapat anggukan dari Cinta.
Merekapun segera pulang. Rafa ingin menghabiskan hari ini dengan bermesraan bersama istri tercintanya di rumah. Dia ingin mendengar banyak cerita dari mulut Cinta secara langsung.
"Mas, kalau nanti mampir di resto boleh nggak. Aku lapar, ingin makan ayam goreng pedas manis yang banyak. Tapi nggak pake nasi." Mengatakan itu dengan bermanja pada Rafa.
"Mas, kok aku rasanya ingin minum es kelapa muda deh." Ujarnya saat mobil mereka melewati penjual es kelapa muda.
"Ok, kita mampir dulu menikmati es kelapa muda." Mencari tempat parkir yang tidak jauh dari gerobak penjual es kelapa muda.
__ADS_1
Saat mobil berhenti diparkiran, Cinta langsung turun tampa menunggu Rafa membuka pintu mobil untuknya. Melihat hal itu membuat Rafa bergegas turun dari mobil menyusul Cinta yang sudah tiba di depan gerobak penjual es kelapa muda.
"Mas, bikinin es kelapa mudanya satu ya." Memesan hanya untuk dirinya sendiri.
"Dua mas." Sambung Rafa yang langsung menggandeng tangan Cinta.
"Eh iya dua mas." Tersenyum malu malu karena melupakan bahwa suaminya ada bersamanya.
"Baik mas, mbak. Tunggu sebentar ya. Mbak sama masnya bisa duduk dulu sambil menunggu esnya siap." Ucap penjual itu dengan ramah.
Cinta dan Rafa pun duduk dikursi kayu panjang tampa meja. Rafa terlihat kurang nyaman dengan suasana itu. Tapi, Cinta sangat bahagia, karena waktu masih ada kedua orangtuanya, Cinta pernah dibelikan es kelapa muda pinggir jalan seperti saat ini.
"Mas nggak nyaman ya?" Tanya Cinta saat mulai menyadari suaminya yang tampak gelisah.
"Iya mas kurang yaman. Tapi, mas senang kok yang penting ada sayang disamping mas." Rafa menjawab dengan jujur. Meski awalnya Cinta terlihat agak kecewa, namun kemudian dia tersenyum dan langsung memberikan ciuman dipipi Rafa.
__ADS_1
Penjual es itu tersenyum melihat kemesraan yang ada didepan matanya. "Pengantin baru ya mas?" Bertanya penasaran.
"Iya." Jawab Rafa berbohong yang membuat Cinta malu dan menundukkan kepalanya. Dan Rafa merangkul mesra istri tercintanya itu seakan takut diambil orang.