
Semua pembicaraan Cinta dan Joy, sudah direkam oleh Jack. Dan saat ini dia was was menunggu kedatangan Cinta.
"Jack." Panggil Cinta dengan mengetuk kaca mobil dari luar.
Segera Jack membuka pintu mobil. Cinta masuk ke mobil dengan santai dan senyum bahagia diwajahnya.
"Jack, kamu dengar sendiri, kan. Apa yang diucapkan Joy harus segera kamu beritahukan pada Rafa."
"Siap Nyonya. Tapi, ada satu hal yang terlewatkan." Ucap Jack agak ragu.
"Apa? Apa yang terlewatkan Jack?" Tanya Cinta penasaran.
"Boleh saya pinjam Hp, Nyonya?"
Meski ragu Cinta memberikan Hp pada Joy. Lalu, Joy langsung memeriksa sesuatu di Hp itu.
"Nyonya sedang diawasi." Memperlihatkan titik keberadaan Cinta yang terdeteksi oleh seseorang yang jauh disana.
"Siapa? Bukankah Joy tidak akan pernah bisa mengawasi saya lagi?"Ucapnya panik.
Jack hanya tersenyum, lalu dia mulai melajukan mobil.
"Siapa Jack?" Tanya Cinta penasaran.
"Apa saya harus mematikan Hp?" Menonaktifkan ponselnya segera.
__ADS_1
"Tenanglah Nyonya. Orang ini tidak berbahaya sama sekali. Dia mengawasi Nyonya untuk melindungi Nyonya." Jelas Jack.
Sebentar Cinta berpikir, dan tiba tiba matanya membola. Dia mulai menerka siapa yang dimaksud Jack.
"Benarkah? Dia tahu aku menemui Joy?" menatap layar ponselnya yang sudah mati.
"Iya Nyonya."
"Kok kamu baru bilang sekarang? Kenapa tidak dari tadi? Ini kalau dia marah bagaimana?" Gaduh sendiri di dalam mobil.
"Saya yang akan dimarahi Nyonya. Karena saya yang tidak becus menjaga Nyonya." Tutur Jack lesu.
"Tidak bisa begitu, Jack. Justru kamu berhasil menjaga saya dengan baik. Kamu tenang saja, Jack. Saya akan menjelaskan pada Rafa." Menghibur Jack yang bahkan tidak khawatir sama sekali.
Sementara itu di Semarang, Rafa sedang menahan rasa khawatirnya. Dia tidak mengerti mengapa Cinta menemui Joy malam malam begini. Tapi, dia sedikit tenang, karena Jack ikut bersama Cinta, meski hanya mengawasi dari jarak jauh.
"Tanang, Rafa. Aku kenal Joy sejak dia masih di panti asuhan. Aku tahu seperti apa dia sebenarnya. Selama ini aku juga diam diam mengawasinya. Karena, dia pernah terlibat dalam kasus pembunuhan anak sebayanya waktu di panti asuhan." Jelas Reyhan.
Reyhan adalah sahabat Rafa yang merupakan seorang Mafia. Dia, tinggal di Singapura sejak usia lima belas tahun, setelah dia memutuskan kabur dari panti asuhan. Dan itu bertepatan dengan saat Joy di kirim keluar negeri oleh orangtua angkatnya.
"Tapi Rey, Joy itu sangat licik. Aku bahkan curiga, bisa jadi kecelakaan yang dialami orangtua Cinta, juga merupakan ulahnya." Ungkap Rafa mengatakan apa yang mulai mengganggu pikirannya.
"Siapa nama orangtua Cinta?" Tanya Reyhan.
"Amir dan Suci."
__ADS_1
Sebentar Reyhan terdiam. Lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Rafa.
"Apakah orang ini?" Menunjukkan foto yang ada di layar ponselnya.
Mata Rafa terbelalak keget melihat itu. Dia menatap tajam mata Reyhan untuk mencari kebenaran tentang foto itu.
"Dari mana kamu mendapatkan foto ini?" Tanya Rafa heran.
"Mereka ini, adalah orang pertama yang ingin mengadopsi Joy dari panti. Tapi, saat itu mereka melihat dengan sendirinya, Joy hampir saja menusuk anak lain yang mendapatkan senyuman dan pelukan hangat dari kedua orang ini." Jelasnya.
"Apa? Jadi, Joy pernah..." Terbata bata dengan perasaan yang susah dijelaskan.
"Mereka membatalkan untuk mengadopsi Joy. Saat itu, Joy juga mulai mendekati anak perempuan mereka, yaitu istri kamu. Pada saat melihat Joy bermain dengan anaknya, mereka pun menarik paksa putri kesayangan mereka untuk segera masuk ke mobil dan pulang."
"Kamu tahu semua tentang Joy?" Selidik Rafa.
"Sudah aku katakan. Aku diasuh dipanti yang sama dengan Joy. Tapi, aku tidak pernah mau bermain bersamanya saat itu. Karena aku tau, Joy bahkan lebih kejam dari profesiku saat ini." Jelasnya.
"Kamu tahu, bagaimana kejadian kecelakaan mobil itu bisa terjadi?" Tanya Rafa lagi.
Reyhan tersenyum getir. Dia menyulut rokoknya untuk membasahi bibirnya.
"Aku masih sangat ingat. Setelah kecelakaan itu, yang terjadi tidak jauh dari panti, Joy tersenyum... senyum yang sangat mengerikan. Lalu aku mendengar dia berucap dengan sumpah serapah."
"Haaaaahhh..." Teriak Rafa yang sudah tidak tahan mendengar cerita Reyhan tentang Joy.
__ADS_1
"Rey, please... tolong aku. Aku ingin membebaskan Cinta dari Joy seutuhnya. Aku tidak peduli dengan semua harta warisan ini, perusahan, saham atau apapun itu. Kamu boleh mengbil semuanya sebagai bayaran dariku, asalkan kamu selamatkan Cinta dari Joy." Ucapnya sedikit putus asa.
"Tenanglah Raf. Aku akan membantumu. Serahkan padaku, aku mafia terhebat se Asia." Menepuk bahu Rafa pelan.