Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 46


__ADS_3

(Masih kisah masa lalu) 😉


Seminggu terakhir, Cinta selalu diantar jemput oleh Joy untuk ke sekolah. Melihat Joy memperlakukan Cinta seperti tuan putri, membuat Febi marah dan tidak suka. Hingga dia mencari celah untuk membuat Joy marah dan meninggalkan Cinta.


Kebetulan, hari ini Cinta belum pulang. Entah kemana Joy membawanya hari ini sepulang sekolah. Febi yang sedang menunggu kepulangan Cinta dengan penuh perasaan kesal, dikagetkan dengan kedatangan Rafa.


"Cari siapa?" Sambut Febi ketus.


"Cintanya ada?" Tanya Rafa sopan.


"Tidak ada, dia belum pulang." Jawabnya masih ketus.


Sebentar Rafa mengeluarkan sesuatu dari ranselnya. Lalu menyodorkan secarik kertas bertulisan nomor telepon.


"Tolong berikan ini pada Cinta. Katakan padanya untuk menghubungiku." Pintanya.


"Iya." Mengambil kertas itu ragu ragu.


Setelah memberikan itu, Rafa segera pergi. Tidak lama kepergian Rafa, Cinta tiba di rumahnya diantar oleh Joy.


"Terimakasih Joy." Turun dari mobil.


"Sama sama. Harusnya aku yang terimakasih karena kamu mau menemani aku bermain hari ini." Ucap Joy senang.


Setelah itu Joy pun langsung pulang. Dan Cinta segera masuk kedalam rumah.


Skip…


Dua hari kemudian, Cinta kembali kesekolah sendirian. Pulang pergi jalan kaki seperti biasanya. Entah mengapa Joy tidak ingin bicara padanya. Dia sepertinya sangat marah dan kesal pada Cinta. Sementara Cinta sendiri merasa tidak melakukan apapun yang bisa membuat Joy marah atau kesal padanya.


Rupanya Febi melaporkan pada Joy tentang Rafa yang datang mencari Cinta. Febi melebih lebihkan dengan mengatakan kalau Cinta sering pergi bersama Rafa dan mereka juga saling menyukai.

__ADS_1


Awalnya Joy masih ingin mempertanyakan kebenarannya pada Cinta. Tapi, semua itu diurungkannya. Joy melihat Cinta bicara dengan Rafa di depan gerbang sekolah. Cinta terlihat sangat bahagia, terlihat dari kedua sudut matanya.


"Jadi benar, kamu tidak menyukai aku lagi Cinta." Mengepal tinjunya.


"Awas saja kamu Cinta. Aku yang selalu baik dan membantumu. Kamu hanya milikku Cinta, aku akan menyingkirkan semua yang mendekatimu. Atau aku akan menyingkirkan kamu." Gertaknya kesal.


Joy yang memang tidak pernah merasakan kasih sayang dari orangtua membuatnya merasa tersisih. Sejak usia enam tahun, Joy diadopsi oleh keluarga kaya asal Cina. Keluarga itu memiliki seorang anak lelaki setahun lebih muda dari Joy. Dan itu membuat Joy juga merasa tersingkirkan.


Tapi, perasaan sedih Joy terobati dengan keberadaan Cinta. Baginya biarpun tidak ada yang menginginkannya, tidak apa apa, asalkan ada Cinta untuknya.


Joy dan Cinta sudah saling mengenal sejak pertama masuk sekolah dasar. Joy semakin perhatian pada Cinta sejak kedua orang tua Cinta meninggal. Dia menjadi semkin perhatian dan memberikan apapun untuk Cinta agar dia bahagia.


Melihat Cinta akrab dengan orang lain membuatnya merasa tersaingi dan takut ditinggalkan. Itulah yang akhirnya membuatnya kehilangan akalnya. Hingga dia mulai merencanakan untuk menculik Cinta.


Hari demi hari, Rafa semakin sering menemui Cinta. Hanya sekedar untuk memberikan bekal makanan dan terkadang juga mengantar Cinta pulang. Awalnya Cinta tidak mau, tapi karena Rafa menceritakan tentang Rani kembarannya, membuat hati Cinta merasa iba. Sehingga dia mau berteman dengan Rafa.


"Cinta, aku punya sesuatu untuk kamu." Menyodorkan kotak kecil persegi panjang pada Cinta.


"Jangan dibuka dulu. Kamu bukanya dirumah saja." Ujar Rafa.


"Baiklah, terimakasih Adit." Ucapnya.


Ya, Rafa mengenalkan diri dengan nama Adit. Entah mengapa dia enggan saja mengenalkan namanya sebagai Rafa.


Setelah itu, Cinta pun pamit pulang. Dia lebih memilih pulang naik angkot, karena hari ini dia dapat hadiah uang karena berhasil mendapat nilai tertinggi di kelas saat ulangan.


Rafa pun mengizinkan Cinta pulang naik angkot. Dan Rafa memperhatikan hingga angkot yang ditumpangi Cinta menghilang dari pandangannya.


Di seberang sana, Joy memperhatikan Cinta dan Rafa sejak tadi. Dia semakin kesal dan sangat marah pada Cinta.


"Kak, ayo kita pulang. Aku capek." Ajak seorang bocah Cina yang sejak tadi menunggu didalam mobil.

__ADS_1


"Iya. Ayok pulang." Masuk kemobil. Dia memerintahkan sopirnya untuk membawa mereka pulang.


Sementara itu didalam angkot, Cinta memandangi kotak pemberian Rafa. Sebentar dia membuka kotak itu dan melihat isinya yang ternyata kalung dengan liontin R&C. Cinta tersenyum senang melihat itu. Dia sangat menyukai kalung itu. Liontinnya mengingatkan Cinta dengan hadiah dari Mamanya saat ulang tahunnya yang ke delapan waktu itu.


"Terimakasih, Adit." Ucapnya sambil menyimpan kotak kalung itu kedalam tas ranselnya.


Setibanya di depan rumah, Cinta disambut dengan tamparan dari Bude. Cinta terjatuh ketanah sambil memegangi pipinya yang sakit. Bude juga menarik cadarnya hingga terlepas.


"Masih kecil sudah pintar merayu cowok." Bentak Bude dengan menarik paksa tubuh Cinta untuk segera berdiri.


"Percuma kamu bercadar, menutup tubuh kamu. Kalau pada akhirnya hanya merayu cowok yang kamu lakukan." Menarik kuat rambut Cinta yang masih tertutup jilbabnya.


Dia tidak menanangis. Hanya menahan rasa sakit dipipinya akibat tamparan keras dari Budenya. Benar wajah putinya telah memerah, hasil karya tamparan tangan Fita membekas disana.


"Berhentilah menyiksanya." Teriak seorang pengemis tua dari luar pagar rumah Cinta.


"Tutupi wajahnya. Jika wajahnya terbuka dia akan terkena sial. Orang yang melihat wajahnya juga akan terkena sial." Celoteh pengemis tua itu berkali kali.


Merasa risih mendengar celoteh pengemis tua itu, Fita dan Febi menarik Cinta untuk masuk ke rumah.


Skip…


Keesokan harinya Cinta kembali sekolah. Dia melihat Joy dan hendak menyapanya. Tapi Joy melangkah cepat seakan menghindarinya. Cinta memang kehilangan Joy seminggu terakhir. Dia bahkan baru melihat Joy hari ini. Karena mereka tidak berada di kelas yang sama.


Cinta sedih karena Joy menjauhinya. Sementara hanya Joy sahabat yang dia punya. Dan diam diam Cinta pernah naksir Joy. Tapi itu sebelum Rafa datang dalam kehidupannya.


Meski begitu, Cinta tidak ingin kehilangan Joy. Baginya Joy satu satunya sahabat, kakak, dan keluarganya. Andai Joy memintanya memilih antara dirinya dengan Rafa pun Cinta tetap akan memilih Joy.


Sayangnya Joy tidak pernah menanyakan itu. Dia hanya langsung menghindari Cinta begitu saja. Hal itu membuat Cinta sangat sedih dan mulai memikirkan ucapan pengemis tua kemarin.


"Apa semua ini terjadi karena aku melepas cadarku di hadapan orang asing hari itu dan kemarin cadarku juga dilepas oleh bude. Ya, sejak itu semua yang aku sayangi mejauhiku." Ucapnya menerka nerka.

__ADS_1


Diusianya yang masih belia, wajar jika dia berpikir demikian. Terlebih saat Joy yang sangat disayanginya pun tiba tiba menghindarinya.


__ADS_2