
Rafa memeriksa seluruh rekaman cctv di rumahnya. Dia ingin mencari tau apa saja yang sudah di perbuat Imah selama ini. Tapi, tidak ada satupun rekaman Imah yang mencurigakan di sana. Rupanya dia merencanakan semuanya setelah dia bisa masuk ke kamar rahasia tanpa cctv.
"Aku harus memeriksa kesana..." Ucap Rafa kesal.
Dia melangkah cepat menuju kamar itu. Cinta yang baru keluar dari kamar pun heran melihat suaminya melangkah terburu buru. Akhirnya Cinta memutuskan untuk.mengikutinya.
Sesampainya di.kamar itu, Rafa segera masuk dan memeriksa semua barang miliknya yang disimpan di sana.
"Semua masih tersimpan rapi, tapi..." Memeriksa satu tempat lainnya.
Kotak persegi panjang kecil yang menyimpan kalung kesayangannya, tidak ada disana. Rafa hampir mengamuk.
"Mas mencari ini?" Seru Cinta menunjukkan kotak kalung itu pada Rafa.
Rafa yang tadinya kaget, berubah menjadi bahagia melihat kedatangan Cinta membawa kotak kalung itu.
"Jadi sudah sampai ketangan pemiliknya?" Tanya Rafa sambil melangkah mendekati Cinta.
"Maukah Mas memakaikan kalung ini?" Pintanya.
Dengan senang hati Rafa membuka kota itu, mengeluarkan kalungnya dan langsung memakaikan pada Cinta.
"Maukah kamu menjadi pacarku?" Tanya Rafa yang kini memeluk Cinta dari belakang. Dagunya diletakkan diatas bahu Cinta, sementara tangannya melingkar erat di perut Cinta.
Hanya anggukan pelan yang menjadi jawaban dari Cinta. Dia terlalu bahagia saat ini, sehingga enggan untuk membuka mulutnya.
__ADS_1
"Terimakasih, sayang. Terimakasih karena masih bertahan dan masih bersamaku sampai saat ini." Mencium area leher Cinta yang tertutup jilbabnya.
"Mas, boleh aku bertanya?" Ucapnya pelan.
"Tentu. Tanyakan apapun." Membalik tubuh Cinta agar saling berhadapan.
"Kenapa Mas meninggalkan aku saat itu? Kenapa Mas bahkan tidak kembali untuk menemuiku. Aku ketakutan saat itu, mereka semua menuduhku melakukan pembunuhan itu." Tuturnya serak menahan tangisan.
Ditariknya pelan tubuh Cinta masuk dalam pelukannya. Rafa mengelus punggungnya lembut dan memberi kecupan di puncak kepalanya.
"Maafkan, Mas. Hari itu Mas tidak bisa kembali, bukan karena tidak mau, tapi..." Menghentikan ucapannya.
Rafa merasa enggan menceritakan kejadian yang menimpanya hari itu. Dia tidak ingin Cinta tahu tentang itu.
"Tapi apa, mas?" Desak Cinta penasaran.
"Hari itu... hari itu, Mas kecelakaan saat berusaha mengejar Joy. Mas lari bukan karena suara sirine polisi, mas lari bukan untuk meninggalkanmu. Tapi, mas berusaha mengejar Joy." Jelasnya.
"Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Mas tidak bisa mengejar Joy, kan? Lalu kenapa tidak kembali? Bahkan saat aku di tahan Mas juga tidak datang." Celotehnya sedikit kesal dan kecewa.
Cinta memalingkan wajahnya dari tatapan Rafa. Dia juga membelakangi Rafa. Entah mengapa, rasanya hatinya begitu kecewa pada Rafa.
Ditarik pelan tubuh Cinta untuk kembali masuk dalam pelukannya. Rafa memeluknya lagi dari belakang.
"Joy berhasil mengalahkan Mas hari itu. Karena, Mas terpaksa harus dirawat di rumah sakit, dan Mas koma selama hampir dua bulan. Saat Mas sadar, Mas langsung mencari sayang ke rumah lama itu. Tapi, sayang sudah tidak tinggal disana. Mas kembali tidak sadarkan diri dan kritis..."
__ADS_1
Belum selesai Rafa menceritakan semuanya Cinta membalik tubuhnya agar berhadapan dengan Rafa. Dia pun segera memeluk erat tubuh suaminya itu. Cinta menangis dalam pelukan suaminya.
"Jangan menangis, Mas baik baik saja. Lihatlah, sekarang mas ada dalam pelukanmu sayang." Membalas pelukan Cinta.
"Jangan pergi lagi..." Ucapnya dalam tangisan.
"Tidak akan. Mas akan selalu disini, bersama sayang dan anak kita." Mempererat pelukannya.
"Sayang..." Melepas pelukan. Rafa membawa Cinta untuk duduk di pinggiran tempat tidur.
"Sejak kapan ingatanmu kembali?" Melepas cadar Cinta.
"Sejak aku masuk kamar ini." Jawabnya santai.
"Benarkah? Apa yang pertama kamu ingat?"
"Suasana ruangan ini dan aku pernah memakan bubur enak buatan pak Bay diruangan ini." Tuturnya.
"Bubur buatan pak Bay?"
"Iya. Hari itu katanya aku pingsan dijalan saat pulang sekolah." Jelasnya.
Rafa menatap wajah itu penuh kehangatan. Dibelainya lembut kedua pipi Cinta, lalu di berinya kecupan di bibir Cinta.
"Aku sangat mencintaimu sayang." Ungkap Rafa dan kembali memeluk Cinta.
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintaimu, mas." Balasnya.
Sore itu mereka meluapkan segala perasaan cinta dan kerinduan yang selama ini tertunda karena terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan. Dan sekaranglah saatnya mereka untuk kembali bersama melepas rindu dengan saling berpelukan hangat.