Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 61


__ADS_3

Pukul 8 malam Jack dan Rafa baru tiba di hotel. Begitu banyak hal yang mereka urus hari ini untuk mengelabui Joy. Tapi, masih saja belum selesai. Rupanya Joy sudah terlebih dulu mengumpulkan pasukan pasukannya. Dia benar benar siap untuk berperang.


"Ternyata Joy bukan lawan yang mudah." Ucap Rafa sambil melepas jasnya dan melepas dasi yang mulai membuatnya sesak.


"Kita harus benar benar berhati hati menghadapi Joy. Jika lengah, kita akan kehilangan Nyonya." Sambung Jack.


Dia duduk di Sofa dan mulai menyalakan laptop. Sengaja ingin melihat apa yang dilakukan Nyonya besarnya di rumah seharian ini. Namun, begitu laptop itu menyala Jack menemukan peringatan tentang peretasan cctv.


"Gawat Tuan. Rupanya Joy meretas semua cctv di rumah Tuan." Menunjukkan layar laptop pada Rafa.


"Apa yang terjadi?"Tanya Rafa yang masih bingung.


"Saat ini, kamera memang menyala. Tapi, yang terlihat saat ini hanya pengalihan saja, Tuan. Semua ini dipalsukan oleh Joy." Jelas Jack.


Rafa menatap hati hati layar laptop itu. Tangannya langsung mengganti ke kamera yang merekam di kamar Cinta.


"Kamera ini mati." Mengecek pada kamar lainnya.


"Mati semua. Hanya kamera luar rumah, dapur, ruang tengah dan taman belakang yang menyala." Ujar Rafa mulai panik.

__ADS_1


"Perhatikan baik baik Tuan. Rekaman yang kita lihat saat ini hanya peralihan. Rekaman aslinya teralihkan pada Joy. Aku yakin dia yang mengontrol semuanya saat ini." Menjelaskan dengan teliti.


"Kamu benar Jack. Apa terjadi sesuatu pada Cinta?" Semakin khawatir.


"Tenang Tuan. Aku yakin, ini bagian dari rencana Joy untuk membuat kita lengah dan menghentikan semua rencana kita. Joy menjadikan Nyonya umpan untuk menangkap Tuan." Ujar Jack yang mencoba meyakinkan Rafa agar tidak tertipu oleh akal akalan Joy.


Rafa menghela napas, diaraihnya ponselnya. Dia mencoba menghubungi Cinta. Tapi, segera Jack membanting ponsel itu ke dinding. Alhasil, ponsel itu pecah dan menyambungkan signal penyadapan yang tertera dilayar laptop.


Mata Rafa membola. Dia kaget mengetahui, ternyata ponselnya disadap oleh Joy.


"Sejak kapan?" Tanya Rafa penasaran.


"Hah..." Teriak Rafa, diikuti dengan suara tawanya. Rafa tertawa merasa sangat bodoh karena hampir saja dikelabui oleh Joy.


"Tenang tuan. Aku sudah meninta Hana mengunjungi Nyonya. Dan Hana akan segera membalas Joy."


"Memangnya apa yang bisa Hana lakukan?" Tanya Rafa heran.


"Hana adalah akan mengirimkan virus pada perangkat Joy." Ungkapnya.

__ADS_1


"Hana? Sehebat itu?" Selidik Rafa.


"Ya, begitulah. Saya juga baru mengetahui itu tadi siang saat saya memintanya memeriksa keadaan Nyonya. Karena sebenarnya cctv di rumah Tuan, mati keseluruhan dari pukul 6 pagi sampai pukul 12 siang. Saat saya mengatakan itu, Hana langsung memeriksanya. Dia juga sudah memberitahu saya tentang peralihan ini. Hanya saja saya masih belum yakin dengan apa yang dikatakan Hana." Jelasnya.


Rafa terduduk di atas tempat tidur. Napasnya terasa sedikit sesak. Dia merasa seakan sedang berada dalam sebuah film action dengan berbagai kejutan dan ketegangan ini.


"Tuan, meski saya dan Hana hanya orang asing yang bekerja demi mendapatkan uang dari kekayaan Tuan, percayalah, kami akan melindungi Tuan dan Nyonya semampu yang bisa kami lakukan." Berdiri tegap dihadapan Rafa, lalu menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormatnya.


"Kenapa kalian ingin membantu saya?" Selidik Rafa.


"Hanya Tuan dan Nyonya yang menganggap kami manusia yang butuh kehidupan seperti manusia lainnya." Jawab Jack jujur.


Rafa terharu mendengar ucapan Jack. Tapi, hatinya tidak tenang saat ini. Dia memikirkan keadaan Cinta yang entah sedang melakukan apa. Dia tidak bisa memeriksa lagi melalui rekaman cctvnya.


Jack memahami kekhawatiran Rafa. Tapi, saat ini dia juga belum bisa melakukan apapun. Karena Hana masih belum memberinya kabar.


"Semoga Nyonya baik baik saja, Tuan. Saya yakin Nyonya sudah lebih pintar dan kuat. Nyonya sudah bisa melindungi dirinya sendiri. Saya yakin itu." Mencoba menghibur Rafa.


Dan hanya seulas senyum tipis yang terlihat dari sudut bibir Rafa. Sedangkan matanya terlihat sangat khawatir dengan keadaan Cinta saat ini.

__ADS_1


'Tuhan, jaga Cinta. Jangan biarkan Joy menyentuhnya meski hanya seujung rambut saja.' Doanya dalam hati


__ADS_2