Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 79


__ADS_3

Drriittt... ddrrriiitttt...


Suara getaran ponsel itu membangunkan Jack. Dengan tangan kirinya dia meraih ponsel diatas nakas. Tanpa melihat lagi siapa yang menelponnya dia langsung menjawabnya.


"Halo." Jawabnya dengan suara serak bangun tidur.


"Jack? Hana mana?" Tanya penelponya.


Jack menyipitkan matanya mendengar orang itu menanyakan Hana padanya.


"Ini siapa? Kenapa menanyakan Hana padaku?"


"Aku Rafa."


"Tuan." Kaget dan mencoba untuk bangun, tapi tidak bisa. Tangan kanan Jack saat ini ditindih oleh Hana sebagai bantalnya.


Jack menggeram pelan. Ternyata dia saat ini menjawab panggilan di ponsel Hana.


"Tuan, maaf saya..."


"Bangunkan Hana. Kalian cepatlah kemari, aku tunggu dalam 30 menit." Tegas Rafa lalu mengakhiri pembicaraan itu.


Jack menyesali perbuatannya. Dia malu untuk bertemu Rafa, karena ketahuan saat ini Hana bersamanya semalaman.


"Eung... mmhh."

__ADS_1


Hana mulai merasa terganggu tidurnya. Dia membalik tubuhnya hingga semakin mendekat pada Jack.


"Jack, siapa yang menelpon?" Bertanya meski matanya masih memejam.


"Rafa."


Mendengar nama itu, Hana membuka matanya. Dia pun langsung duduk tanpa menyadari, dirinya saat ini hanya tertutupi selimut saja.


Jack yang melihat pemandangan itu di pagi hari pun, segera ikut duduk dan menarik selimut agar menutupi tubuh Hana.


"Kenapa dia menelpon pagi pagi begini? Apa yang dia katakan? Kenapa dia tidak menelponku?" Bertanya serius pada Jack.


"Dia menelponmu. Aku menjawabnya, karena aku kira itu ponselku." Ucap Jack sedikit tidak nyaman.


"What?" Kaget dan langsung meraih ponselnya.


"Hana, berhentilah bergerak. Kamu membangunkannya. Kita tidak punya banyak waktu." Keluh Jack pasrah.


Hana menyadari apa yang dilakukannya dan baru menyadari dirinya tidak dalam keadaan berbusana.


"Jack, apa kamu melepas semua pakaianku?" Teriaknya panik dengan segera bersembunyi dibawah selimut.


"Jangan memaki Hana. Aku akan bertanggung jawab." Ucap Jack yang langsung menggendong tubuh Hana menuju kamar mandi.


"Aku tahu, dan aku menginginkanmu." Goda Hana dalam gendongan Jack.

__ADS_1


"Tidak ada waktu saat ini, sayang. Kita harus segera menemui Tuan Rafa dalam waktu 30 menit. Dan kita sudah kehilangan 4 menitnya." Jelas Jack.


"Baiklah." Memasang wajah sedih.


Dia turun dari gendongan Jack. Melangkah menuju kamar mandi dengan mengangkat selimut tebal yang melilit ditubuhnya. Jack hanya berdecih geli melihat tingkah Hana.


"You make me so happy, my love." Ucap Jack mengikuti langkah Hana menuju kamar mandi.


Sementara itu, saat ini Rafa sedang menyantap sarapan pagi bersama Cinta. Ini sungguhan sarapa pagi, nasi goreng buatan istri tercinta.


"Sayang, Mas akan ke Singapur hari ini." Ucap Rafa tiba tiba.


"Kenapa baru memberitahu sekarang?" Tanya Cinta sendih.


"Mas tidak ingin sayang khawatir. Mas kesana bersama tuan Lim dan Jack juga." Tuturnya.


"Tuan Lim?" Tanya Cinta heran.


"Iya. Jadi, mas sudah berhasil menemukan Joy. Hari ini dia akan melakukan operasi bedah plastik. Nah karena dokter yang akan melakukan operasi itu adalah teman Mas, jadi dengan mudah mas membuat rencana untuk menjebak Joy." Jelasnya sangat rinci.


Cinta terdiam. Dia menghentikan sarapannya. Matanya mulai berkaca kaca. Rafa panik melihat itu, segera saja dia mendekati Cinta dan memeluk erat tubuhnya.


"Kenapa? Apa yang membuat sayang bersedih?"


"Mas, maafkan aku. Karena aku, mas harus berurusan dengan Joy." Ungkapnya sedih.

__ADS_1


"Hey, sayang, kenapa malah minta maaf. Harusnya, kamu doakan, supaya rencana mas dan tuan Lim berhasil." Membelai lembut tubuh Cinta dalam pelukannya.


__ADS_2