
Tiga hari berlalu. Kini Febi sudah resmi menjadi Direktur di RC Holding. Begitu banyak perubahan karyawan dan juga perekrutan karyawan baru. Febi memecat semua karyawan yang masih bertanya mengapa Direktur mereka bukan lagi Rafa. Febi juga memecat karyawan yang menurutnya berpenampilan sangat tidak menarik, seperti karyawan yang berhijab, berkacamata dan juga karyawan yang menurutnya lamban dalam bekerja.
"Bu Febi, ini daftar calon karyawan yang baru." Seorang wanita cantik berambut panjang dengan penampilan sangat menarik itu mengulurkan file daftar informasi calon karyawan baru.
"Ada berapa orang?" Mulai membuka file itu.
"Ada 15 laki laki dan 17 perempuan. Total semuanya 32 orang, Buk." Jawabnya yakin.
"Kamu yakin sudah menyelidiki latar belakang mereka?"
"Sudah buk. Dan bisa dipastikan juga, mereka sudah mulai menanam saham pada perusahaan Mr.Bami." Jelasnya sambil tersenyum.
"Baiklah. Kamu langsung hubungi mereka semua dan katakan untuk mulai bekerja besok." Tersenyum penuh kemenangan.
"Baik Buk." Mengambil kembali file tersebut.
"Satu lagi, Via… aku ingin kamu mencari tahu keberadaan Rafa. Rasanya sangat aneh Mr.Bami bisa mengambil perusahaan ini dengan mudah dari tangan seorang Rafa." Menatap Via sekretarisnya itu dengan tatapan percaya.
"Akan saya selidiki segera buk."
__ADS_1
"Good. Silahkan kerjakan tugasmu."
Via pun meninggalkan ruangan Febi. Dia langsung menuju ruangannya yang telah disediakan khusus lengkap dengan seorang hacker handal berada diruangannya.
"Ada tugas baru untukmu, Dito." Membelai rambut Dito.
"Tugas baru apa sayang?" Sahut Dito.
"Selidiki keberadaan orang ini." Memberikan photo Rafa.
Dito mengambil photo tersebut dan menatap lama pada gambar didalam photo itu.
"Dia Rafa Aditya Pratama, kan?" Tebaknya.
"Yup, kamu benar."
"Aku tahu keberadaannya. Baru baru ini aku melihatnya di Bogor."
"Yang penting cari tahu keberadaannya yang pasti. Pesan buk Febi, harus secepatnya." Mengelus mesra bibir Dito.
__ADS_1
"Ok sayang. Asalkan…" Belum selesai Dito bicara, Via sudah lebih dulu nyosor bibir Dito dan merekapun terlarut dalam kemesraan itu.
Tanpa mereka sadari, Febi menonton jelas adegan itu. Ya, ruangan Via dan Dito ada kamera tersembunyi. Febi sengaja ingin mengawasi mereka berdua, karena dia belum begitu percaya pada pasangan yang langsung ditunjuk Mr.Bami untuk mendampinginya.
"Dasar mesum. Mereka berciuman tanpa melihat tempat. Menjijikkan. Mereka pasti sengaja mengejekku." Rutuknya kesal.
Sementara itu, Rafa saat ini sedang belajar memasak nasi goreng melalui youtube. Cinta mengidam ingin makan nasi goreng buatan suami tercinta. Hal itulah yang membuat Rafa belajar memasak nasi goreng untuk pertama kalinya.
"Rasanya kok aneh gini ya?" Mencicipi sedikit. Kemudian Rafa mengulang lagi video yang memperlihatkan cara memasak nasi goreng.
"Ini sudah, bawang putih juga sudah." Memperhatikan dengan sangat serius video memasak tersebut. "Haduh aku lupa memasukkan penyedap rasa." Tangannya meraih botol kecil bertulisan penyedap rasa. Segera Rafa menuangkan penyedap rasa pada nasi goreng yang dimasaknya sesuai takaran.
"Kali ini pasti enak." Mencicipi lagi nasi goreng buatannya yang ternyata malah terasa sangat asin.
"Ya ampun, susah juga ternyata masak nasi goreng." Menuangkan nasi goreng buatannya kedalam wadah.
Rafa pun akhirnya membuat lagi nasi goreng dari awal lagi. Dia akan membuatkan nasi goreng terleczat untuk istri tercinta.
"Sabar ya sayang, mas akan membuatkan nasi goreng terlezat hanya khusus untukmu." Bisik Rafa pada dirinya sendiri yang kembali mulai lagi dari awal yaitu mengupas bawang merah, dan bawang putih serta perlengkapan lainnya.
__ADS_1