
Tepat tengah malam Rafa tiba dirumah. Hana dan Jack tidur di ruang keluarga. Mereka tidur dikasur santai yang selalu digunakan Cinta saat tiduran sambil membaca buku sembari menunggu Rafa pulang bekerja. Jaya, bayi mereka tidur nyeyak diatas sofa yang tidak jauh dari mereka. Sedangkan Cinta, dia tidur di samping sofa tempat Jaya tertidur.
Rafa melangkah pelan pelan, dia tidak ingin membuat mereka terbangun. Tapi bukan Jack namanya jika sampai tidak mengetahui ada langkah yang mengganggu tidurnya.
"Tuan Rafa sudah pulang." Jack membuka matanya dan segera duduk meski masih diatas kasur.
"Sstttshh… Jangan sampai mereka bangun." Meminta Jack untuk mengikutinya keruangannya.
"Ada apa tuan?" Masuk keruangan Rafa.
"Coba kamu selidiki orang orang ini. Aku curiga semua ini ada kaitannya dengan Joy." Memberikan satu file berisi photo orang orang yang dimaksudkannya pada Jack yang langsung memeriksanya.
"Ini Mr.Bami. Dia seorang pengusaha asal Thailand. Dan mereka ini adalah pengusaha pengusaha kecil yang menjilat padanya demi mendapatkan bantuan untuk mengembangkan perusahaan mereka." Jelas Jack yang sudah lebih dulu menyelidiki Mr.Bam yang menurutnya ada sesuatu yang membuatnya penasaran pada pria berusia akhir dua puluhan itu.
__ADS_1
"Kamu cari tahu semua tentang penjilat penjilat ini."
"Baik tuan."
"Ah satu hal lagi Jack. Aku ingin kamu mencari keberadaan Jesika dan apa yang dia lakukan."
"Baik tuan. Akan saya segerakan. Dan satu info yang saya ketahui, diantara para penjilat itu salah satunya adalah Hendra dan Febi." Ungkap Jack yang akhirnya bisa memberitahukan info itu pada Rafa setelah hampir dua tahun ini Rafa memintanya berhenti mengerjakan hal seperti itu.
"Lebih dari itu Tuan. Hendra berselingkuh dengan Febi dibekang istrinya. Padahal istrinya menganggap Febi seperti adiknya sendiri." Penjelasan Jack membuat Rafa terkejut dan tidak bisa mengatakan apa apa lagi.
"Maafkan saya tuan. Sebenarnya selama ini saya masih terus memantau keberadaan orang orang yang mungkin bisa mencelakakan tuan dan nyonya."
"Thanks Jack. Aku doakan kamu bisa selalu menjaga Hana dan Jaya, sama seperti kamu menjaga aku dan Cinta." Menepuk bahu Jack yang tersenyum senang karena mendapatkan doa dari pria yang sudah menyelamatkan hidupnya.
__ADS_1
"Bawa Hana dan Jaya masuk ke kamar. Aku akan membawa Cinta ke kamarku." Perintah Rafa.
Kini Jack pun menggendong tubuh Hana masuk ke kamar tamu, lalu mengangkat simungil untuk tidur disamping Hana. Sedangkan Rafa dengan sangat perlahan menggendong tubuh Cinta, membawanya naik menuju kamar mereka di lantai atas.
"Sayang, mas pulang." Meletakkan perlahan tubuh Cinta diatas kasur. Lalu, Rafa mengecup keningnya dengan lembut.
"Mas mandi dulu, ya. Tidurlah yang nyeyak." Melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sepeninggalan Rafa menuju kamar mandi, Cinta membuka matanya. Bibirnya tersenyum bahagia, karena akhirnya suaminya pulang.
"Baby, Papa sudah pulang. Sebentar lagi, kita akan mendapat pelukan hangat dari papa." Mengelus perutnya yang masih datar itu.
Cinta merasa benar benar bahagia. Dia sudah tidak lagi mengantuk. Matanya sangat setia menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. Bahkan kini Cinta sudah duduk berjuntai dipinggir tempat tidurnya. Dia menunggu saat saat Rafa membuka pintu kamar mandi, dan saat itulah Cinta akan berlari menerjang tubuh suaminya untuk mendapat pelukan hangat yang sangat dirindukannya.
__ADS_1