Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 69


__ADS_3

Jack masih tidak menyadari bahwa Cinta sudah di culik. Imah baru saja berpamitan untuk pulang kampung, dengan alasan anaknya sakit. Sedangkan Mila, yang tadinya menyamar menjadi Cinta pun sudah memundurkan diri menjadi maid.


Disinilah Cinta saat ini. Dia terbaring lemah diatas tempat tidur yang tidak memiliki kasur. Tubuhnya terasa sakit, saat dia mulai membuka mata. Langit langit ruangan itu tampak hitam. Dinding ruangan itu berwarna merah pekat.


"Dimana ini?" Bicara sendiri.


"Siapapun, tolong... aku haus..." Rengeknya lemah.


Cinta menangis, dia memeluk erat perutnya.


"Ya Allah, selamatkan bayiku." Menanangis pilu.


Cinta menyadari kehamilannya dua hari lalu. Dia iseng memeriksa, dan ternyata dia benaran hamil. Rencananya Cinta ingin memberikan kejutan untuk Rafa yang akan pulang dalam waktu tiga hari lagi.


"Mas, aku takut..." Ucapnya sambil menangis.


Cinta juga menyadari, dirinya saat ini sedang di kurung oleh Joy. Dia tahu bik Imah mengkhianatinya. Cinta tersadar saat Imah menyeret tubuhnya dalam koper. Cinta juga mendengar sayup sayup pembicaraan Imah dan Joy.


Joy membebaskan Jesika, dan mengizinkan Imah membawa Jesika pulang kampung bersamanya.


"Mas, Mas... tolong..." Terus menangis dan mencoba melindungi bayinya yang baru berusia lima belas hari dalam perutnya.


Tubuhnya terasa sangat lemah. Cinta tidak memiliki tenaga hanya untuk sekedar bergerakpun tidak mampu. Akibat obat yang diberikan Imah dalam segelas susu yang diminumnya.

__ADS_1


Ceklekk... Kreekkkk...


Pintu ruangan itu terbuka. Dengan cepat Cinta berpura pura pingsan lagi. Dia tidak ingin melihat siapapun yang datang untuk menyiksanya.


"Apa dia masih pingsan?" Tanya Joy pada pelayannya yang tadi membuka pintu itu.


"Sepertinya begitu Tuan." Jawabnya.


"Beri dia makanan dan minuman. Jangan sampai dia mati mengenaskan. Aku belum menyelesaikan urusanku." Perintahnya.


"Baik Tuan."


Joy meninggalkan ruangan itu. Sementara pelayannya itu masuk perlahan. Lalu dia mengunci pintu ruangan itu dari dalam.


"Nyonya harus kuat, makanlah walau hanya sedikit. Anggap semua ini demi bayi yang ada dalam perut Nyoya." Bisiknya pelan.


Meski Ragu Cinta akhirnya membuka matanya. Dia bingung dan heran mendengar ucapan wanita itu.


"Aku tahu nyonya sedang mengandung. Tapi tenang saja, aku akan menyembunyikan dari tuan Joy." Jelasnya.


Dengan tubuh yang sangat lemas, Cinta pun bangkit dan mereguk segelas air putih.


"Siapa kamu?" Tanyanya ragu.

__ADS_1


"Aku Tia, suruhan Tuan Reyhan. Aku sudah lama bekerja dengan tuan Joy untuk mengawasinya dan melaporkan pada tuan Reyhan." Jelasnya sambil tersenyum dan mulai menyuapi Cinta.


"Reyhan? Siapa dia?" Tanya Cinta ragu dan mulai mencurigai Tia. Cinta juga menolak makanan yang disuapkan Tia padanya.


"Reyhan Xandrea. Mafia yang paling ditakuti se Asia." Bisiknya.


"Lalu, kenapa kamu baik padaku? Menjauh dari Tia.


"Tenang Nyonya. Aku diperintahkan oleh tuan Reyhan untuk melindungi dan membantu Nyonya, atas perintah tuan Rafa."


"Rafa? Kamu mengenal suamiku?" Tanya Cinta semakin bingung.


"Iya. Tuan Rafa adalah sahabat terbaik tuan Reyhan. Mereka saat ini sedang berjuang untuk menjatuhkan Joy." Jelasnya sambil melangkah perlahan mendekati Cinta lagi.


Cinta menangis, dia terus memeluk perutnya dan memanggil nama Rafa.


"Nyonya tenanglah. Aku memang belum bisa membebaskan Nyonya. Tapi, percayalah, nyonya jangan takut. Aku akan menemani nyonya sampai tuan Rafa dan tuan Reyhan membebaskan kita dari tempat ini." Sambungnya menjelaskan.


Sementara itu, Joy tertawa bahagia bersama Febi.


"Cinta membodohiku. Dia kira dengan semudah itu dia bisa menghancurkan saya?" Gertaknya geram.


"Berterimakasihlah pada Imah dan Jesika. Sebab tanpa mereka, kita berdua akan selamanya tertipu oleh permainan Cinta dan Rafa." Sarannya.

__ADS_1


"Tentu. Aku sudah memberikan mereka banyak uang dan fasilitas mewah untuk seumur hidup mereka." Ucap Joy bangga dengan senyum kebahagiaan penuh kemenangan.


__ADS_2