
"Sayang, kenapa saat malam pertama kita kamu seperti baru merasakan untuk pertama kalinya?" Membelai rambut indah Cinta yang kini berbaring dalam pelukannya.
Bukannya menjawab Cinta malah semakin meringkuk dalam pelukan Rafa.
"Sungguh aku penasaran tentang itu." Menarik selimut untuk menutupi punggung Cinta.
"Aku tidak tahu." Jawabnya singkat.
"Apa dia menyentuhmu?"
"Iya."
'Ah mungkin pria itu tidak setangguh aku. Kenapa aku merasa semakin ingin tahu tentang masa lalu Cinta ya? Harusnya aku memikirkan masa depannya bukan masa lalunya.' Rutuk Rafa dalam hati.
"Dingin." Rengek Cinta manja.
Rafa tersenyum senang. Itu artinya dia bisa menghangatkan lagi tubuh Cinta.
Sementara itu, di kamarnya Febi sedang mengalami gelisah yang teramat sangat. Dia merasa dirinya berhalusinasi melihat langsung kejadian pembunuhan dua belas tahun lalu.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa melihat kejadian itu, sementara Mama sendiri bilang saat itu aku di sekolah? " Sekilas terbayang oleh Febi kamera yang tergeletak di rumah tua itu tidak jauh dari Cinta.
"Kamera? Kamera itu, ya aku ingat kamera itu." Berlari keluar dari kamarnya.
Febi pergi terburu buru, padahal saat ini jam menunjukkan pukul sebelas malam.
"Pak Bay, antar saya ke rumah Mama." Memerintah sopirnya untuk mengantarkan dia ke rumah Mama.
Pak Bay yang sedang asik bermain catur bersama dua satpam lainnya terpaksa berhenti demi menjalankan titah majikannya.
Mobilnya melaju menuju rumah Mama yang berjarak kurang lebih dua puluh menit perjalanan. Setibanya dirumah Mama, Febi langsung masuk tanpa memberi salam terlebih dahulu.
Begitu masuk ke rumah, keadaan rumah snagat sepi. Fita dan Satria sudah tertidur nyenyak. Febi segera menuju kamarnya. Dia mencari kamera yang dimaksudnya tadi didalam lemari, laci dan juga tempat lainnya yang mungkin bisa menjadi tempat menyembunyikan kamera itu.
"Kamera ini!" Serunya saat akhirnya berhasil menemukan kamera itu.
Segera saja Febi mengutak atik kamera tersebut, mencari rekaman video saat kejadian hari itu. Dan setelah mencari hampir lima menit, Febi berhasil menemukan video yang pernah dilihatnya.
Febi kembali memutar video tersebut. Di dalam video itu, terlihat Cinta sedang disekap oleh seorang bocah lelaki seumurannya. Dia memakai topeng hingga wajahnya tidak terlihat.
__ADS_1
Cinta diikat disalah satu tiang rumah tua itu, mulutnya dibekap. Bocah itu terlihat berbisik pada Cinta. Tapi tidak kedengaran apa yang dibisikkannya.
lalu, bocah Cina itu datang tiba tiba. Dia berdiri tepat membelakangi kamera Milik Cinta yang terjatuh ditanah, dan tanpa mereka sadari sedang merekam kejadian itu.
"Kak, lepaskan saja dia. Kasihan, bukankah kakak mencintainya." Ucap bocah Cina itu dan terdengar dikamera.
Bocah bertopeng itu tidak terima dengan ucapan sang adik. Tanpa perasaan kasihan dan iba, dia mencekik leher bocah Cina itu hingga dia tidak sadarkan diri.
Cinta hanya bisa menjerit ketakutan melihat kejadian didepan matanya. Dia berontak ingin melepaskan diri, tapi gagal. Sampai akhirnya bocah bertopeng itu mendekati Cinta. Dia melepas ikatan dari tubuh Cinta, begitu juga dengan bekapan pada mulutnya.
"Dia sudah mati." Bocah itu menekan tubuh Cinta kedinding.
Cinta mencoba melawan sekuat yang dia bisa. Cinta juga mencoba melepas topeng itu, tapi saat berhasil menarik topeng, bocah itu berlari naik kelantai atas.
Cinta meraung meminta tolong sambil menggoyang goyangkan tubuh bocah Cina itu. Pada saat itulah, Pisau yang sangat tajam menancap tiba tiba tepat diperut bocah Cina itu, dan ujung baju Cinta ikut tertusuk pisau itu.
Dari rekaman kamera, pisau itu jatuh dari atas. Tapi kamera tidak merekam siapa pelaku yang melempar pisau itu.
Karena panik dan takut tertuduh, Cinta berusaha melepas ujung bajunya yang ikut terbawa oleh pisau. Dia menarik kuat pisau itu agar bisa melepas ujung bajunya. Dan pada saat itulah, Rafa kecil muncul, langsung mendorong tubuh Cinta hingga membuat pisau itu terlepas dari tubuh bocah Cina yang memang sudah meninggal sejak dicekik lehernya oleh bocah bertopeng.
__ADS_1
Rafa kecil langsung mengambil alih pisau dari tangan Cinta yang merasa sangat ketakutan dan hampir kehilangan kesadarannya. Tidak lupa Rafa mengelap tangan Cinta agar menghilangkan bukti. Tapi, tiba tiba Rafa berlari meninggalkan Cinta begitu saja hingga akhirnya polisi datang dan membawa Cinta yang dituduh sebagai tersangka.