Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 76


__ADS_3

Kesibukan Rafa dan Hana benar benar melelahkan. Bahkan sampai saat ini keduanya masih berfokus pada layar komputer dan tumpukan file dimeja mereka.


Cinta dan Jack saat ini sudah tiba di kantor. Mereka langsung naik ke lantai delapan menggunakan lift. Begitu sampai, Cinta langsung menuju ruangan Rafa. Tidak ada karyawan yang berani mencegahnya, karena semua orang tahu dia adalah istri kesayangan Tuan Rafa.


"Nyonya, ada yang bisa saya bantu." Sambut Hana saat melihat kedatangan Cinta.


"Nyonya? Kamu memanggil aku nyonya?" Ucap Cinta tidak suka di panggil nyonya oleh Hana.


"Maaf, kita sedang dikantor sekarang. Jadi saya akan tetap memanggil Nyonya." Jelas Hana.


Tiba tiba saja raut wajah Cinta berubah menjadi sedih. Dia melangkah pelan menuju pintu ruangan Rafa. Hana merasa bersalah, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.


"Panggil saja namanya." Seru Jack yang baru saja tiba di dekat Hana.


Mata Hana gemetar saat mendapati Jack ada dihadapannya. Dia benar benar merasa malu dan tidak ingin bertemu Jack dulu sementara waktu. Eh, saat ini Jack malah berdiri tepat didepannya.


Tok... tok...

__ADS_1


Cinta mengetuk pelan pintu ruangan Rafa.


"Masuk. Kenapa harus mengetuk pintu? Kamu tahu kan Hana, saya sedang sangat sibuk dan tidak bisa diganggu." Teriaknya dari dalam.


Wajah Cinta bertambah sedih mendengar teriakan Rafa. Dia melangkah menjauhi pintu. Hana dan Jack hanya diam memperhatikan majikan mereka yang bertingkah sangat menyedihkan seperti itu.


"Jack, ayo kita pulang. Semua orang disini sedang sibuk. Mereka tidak mau berteman denganku." Menarik ujung kemeja Jack bagian samping.


Matanya berkaca kaca. Dengan sigap Hana mengirim pesan pada Rafa. Jack bingung harus melakukan apa. Dia memberi isyarat agar Hana membantunya membujuk Cinta agar air mata itu tidak tumpah.


"Hana, kenapa kamu tidak memberitahukan kedatangan Nyonya?" Teriak Rafa sambil berlari membuka pintu ruangannya.


"Sayang, kamu kok nggak ngasih kabar dulu." Menghampiri Cinta.


"Jack ayok kita pulang." Rengeknya sambil menepis tangan Rafa.


"Sayang, kamu kenapa? Kok mau pulang?" Bujuk Rafa dengan menarik tubuh Cinta mendekat padanya.

__ADS_1


Cinta hanya diam, air matanya tumpah seketika. Entah mengapa dia merasa sangat iba saat Rafa mengatakan sedang sibuk. Hatinya juga sakit saat Hana masih memanggilnya Nyonya. Cinta sendiri bingung, kenapa dia menjadi perasa dan sangat sedih saat ini.


"Loh, kok nangis?" Rafa memeluknya erat memberi ketenangan pada Cinta.


"Kamu sedang sibuk, kan? Sebaiknya aku pulang. Semua gara gara kamu Jack. Aku sudah bilang ingin tetap di rumah, tapi kamu memaksaku untuk ikut. Lihatlah, semua orang terganggu dengan kedatanganku." Rutuknya sambil menangis dalam dekapan Rafa.


Rafa menatap kearah Jack dan tersenyum. Lalu Rafa memberi isyarat agar Hana membawa Jack menjauh untuk sementara.


"Maaf, Tuan." Ucap Jack sedikit berbisik, lalu dia mengikuti langkah Hana.


"Maafkan, mas. Tadi mas kira yang mengetuk pintu itu, Hana. Eh ternyata nyonya besar." Bujuknya dan langsung menggendong tubuh Cinta, membawa masuk keruangannya.


"Sekarang, sayang jangan nangis lagi. Mas disini, sudah tidak sibuk kok." Mendudukkan Cinta diatas pahanya. Tangannya sibuk melepas cadar Cinta dan menghapus air mata yang masih menetes di pelupuk matanya.


"Aku mau bakso bakar." Ucapnya kemudian.


Rafa tersenyum. Dibelainya lembut pipi Cinta yang menggemaskan itu. Lalu memberi ciuman lembut dibibirnya.

__ADS_1


"Baiklah, mas suruh Jack yang beli." Mengirim pesan pada Jack untuk membeli bakso bakar.


__ADS_2