Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
Bab 62


__ADS_3

Saat ini Hana dan Cinta sedang berjuang mengirimkan virus pada signal retasan milik Joy. Dan setelah berjuang hampir lima jam lamanya, Hana berhasil mengelabui Joy. Kini cctv di rumah Rafa kembali berfungsi seperti biasa.


Dan Joy, tidak akan pernah bisa lagi meretasnya karena Hana sudah mengirimkan pagar pagar virus pada signal yang digunakan Joy. Apa bila Joy berusaha meretas lagi, maka virus virus itu akan lngsung menyerang signal dari jaringan yang digunakan oleh Joy. Seumpama bumerang, yang saat dilempar, dia akan kembali pada pelemparnya.


"Jadi sekarang sudah baik baik saja?" Tanya Cinta.


"Iya. Semuanya sudah aman. Kamu bisa memfungsikan lagi cctv dirumah ini dan terbebas dari pengawasan Joy." Jelas Hana.


"Terimakasih Hana. Kalau tidak ada kamu, mungkin aku akan selamanya terkurung di kamar ini. Karena satu satunya ruangan tanpa kamera hanyalah kamar ini." Tuturnya.


"Jack yang memerintahkan aku untuk datang. Dan tentunya Tuan yang meminta." Ucap Hana.


Cinta tersenyum malu, tidak bisa disembunyikan rasa rindu dan juga bahagaia yang dirasakannya saat ini. Hana tahu itu, hingga diam diam dia mengirim pesan pada Jack untuk segera membawa tuan Rafa pulang.


"Cinta, aku pulang dulu, ya. Besok masih harus kerja." Melangkah meninggalkan kamar itu.


"Kenapa tidak menginap saja, Han?"


"Pekerjaan sangat banyak menumpuk." Jawabnya singkat.

__ADS_1


Cinta hanya bisa mengangguk. Dia trlihat sangat sedih melepas kepergian Hana.


"Hana." Memanggil Hana yang sudah melangkah masuk kemobilnya


"Butuh bantuan lagi?" Sahut Hana.


Cinta menggeleng, seulas senyum terlihat dari kedua sudut bibirnya.


"Maukah kamu menjadi temanku?" Ucap Cinta ragu.


Hana tersenyum sekaligus terharu. Dia mengangguk saat itu juga dan berlari mendekati Cinta.


Cinta mengangguk. Lalu keduanya berpelukan. Hana meneteskan air matanya. Dia benar benar terharu dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? Selama ini Hana tidak punya satupun teman. Sejak dia memutuskan untuk kabur dari panti asuhan, dia selalu bertemu orang orang yang memandang rendah dirinya.


Tapi, saat Rafa menawarkan pekerjaan, hari itulah seorang Rafa menjadikannya wanita hebat yang tidak lagi dipandang rendah. Lalu, saat ini seorang Cinta, istri dari Rafa aditya menawarkan diri untuk menjadi temannya.


"Baiklah, aku harus segera pulang. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." Melepas pelukan.


Cinta tersenyum mengangguk. Lalu dia memberikan sesuatu pada Hana.

__ADS_1


"Apa ini?" Tanya Hana bingung menerima sebuah kamera tua dari Cinta.


"Selidiki kamera ini. Ada video didalamnya. Tapi karena kameranya rusak, videonya tidak bisa diputar." Jelasnya.


"Ok. Tapi aku tidak bisa berjanji untuk bisa memperbaiki kamera ini. Kamera ini sudah sangat tua." Jelas Hana.


"Aku tahu. Tapi aku percaya, kamu bisa memperbaikinya. Aku sudah mencoba beberapa kali tapi gagal. Dan aku takut karena terlalu sering mencoba, akhirnya kamerasnya tidak akan berfungsi lagi." Jelasnya.


"Siap nyonya besar." Memberi hormat pada Cinta sambil tersenyum.


Cinta juga ikut tersenyum dan memberi hormat pada Hana. Dan akhirnya mereka tertawa bersama. Keduanya sama sama bahagia karena baru pertama kali merasakan mempunyai teman seumuran dan punya lelucon yang sama.


"Besok mainlah ke kantor. Aku akan menjemputmu. Bersiaplah." Teriak Hana dari dalam mobilnya.


"Ke kantor? Aku tidak diizinkan Rafa untuk keluar dari rumah ini kalau tidak bersamanya." Sahut Cinta.


"Nyonya Cinta lupakah? Aku adalah kepercayaan Tuan Rafa. Aku akan meminta izin pada tuan Rafa. Kamu hanya tinggal mempersiapkan diri untuk pertempuran besok." Melambaikan tangan.


Cinta juga melambaikan tangan. Dia memperhatikan Hana hingga hilang dari pandangan. Setelah itu barulah dia kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2