Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
AMPP S2 (Bab 4)


__ADS_3

Cinta yng baru selesai sholat Isya langsung berlari keluar dari kamar, menuruni anak tangga, begitu mendengar suara mobil Rafa. Betapa bahagianya dia saat menyambut kepulangan suami tercinta.


"Sayang, udah dibilangin juga, jangan lari lari nanti jatuuhhukk..." tersedak karena Cinta langsung menghambur dalam pelukannya.


"Kenapa pulang telat?" Rengeknya marah dalam pelukan Rafa.


Rafa hanya terkekeh senang dengan memeluk erat tubuh Cinta.


"Baru jam delapan." Ucap Rafa.


Segera Cinta melepas pelukan itu, dia memukul pelan dada Rafa, sedangkan bibirnya bersungut kesal.


"Iya, maafkan mas, ya. Sebagai gantinya…" Rafa mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya.


"Ttaarraaa…" Memberi kejutan.


Rafa memperlihatkan kalung berliontin love yang didalamnya ada foto mereka berdua. Rafa berharap Cinta akan bahagia dan kembali memeluknya. Tapi, ternyata semua diluar dugaan. Cinta malah menunduk sedih.


"Kenapa? Sayang tidak suka?" Melihat kalung itu hati hati, mencari tahu apa yang membuat Cinta sedih.


"Aku mau ice cream..." Ucapnya ragu sambil menunduk.


Rafa tertawa. Diletakkannya tas kerjanya diatas sofa ruang tamu. Lalu segera menggendong tubuh Cinta dan membawanya duduk disofa. Cinta saat ini duduk dipangkuan Rafa. Keduanya kini saling berhadapan, saling bertatapan.


"Mau ice cream atau mau ini." Memberi kecupan dibibir Cinta.


"Iihh, aku mau ice cream." Rutuknya masih kesal.


Rafa kembali memberi kecupan dibibir yang sejak tadi manyun itu. Kecupan itu berubah menjadi cumbuan yang semakin membuat Cinta terbuai dan melupakan ice creamnya.


"Berhenti." Memegang kedua belah pipi Rafa agar berhenti.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Rafa bingung.


"Mas belum mandi… bau ahhh…" melompat dari pangkuan Rafa sambil menutup hidungnya.


Rafa berdiri dan mencoba mengejar Cinta.


"Awas ya, kalau sampai ketangkap, semua bau keringat ini mas berikan sama kamu." Ucap Rafa berpura pura kesal.


"Hehhe, gak mau wweekkk. . . " Menggoda Rafa dengan menjulurkan lidahnya.


Cinta berlari mencoba menghindari tangkapan Rafa. Tapi, pada akhirnya dia berhasil ditangkap oleh Rafa.


"Ampun... ampun… geli tau, Mas jangan..." Berontaknya sambil tertawa menahan rasa geli yang didapatnya dari Rafa.


Rafa menduselkan dagunya yang saat ini ada jenggot jatamnya di leher Cinta. Lalu, mencium pipi Cinta dengan kumisnya yang juga baru mau tumbuh.


"Geliii, ampun... gak bau kok, haaarruuummm…" Protes Cinta berusaha melepaskan diri.


"Beraninya bilang mas bau, ini rasain balasannya." Ucap Rafa yang mulai menggelitik perut Cinta.


Rafa tidak berhenti, dia semakin menjadi. Menggelitik Cinta, baik menggunakan tangannya ataupun jenggot dan kumis tipisnya.


"Masih mau bilang mas bau??" Ucapnya dengan menatap tajam mata Cinta yang kini beda di bawahnya.


Rafa membaringkan tubuh Cinta di sofa saat mulai menggelitik perutnya tadi.


"Gak laaggiii..." Jawab Cinta masih tertawa.


Rafa menghentikan gelitiknya. Dia membelai rambut Cinta dan menyibak helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya.


"I miss you." Bisik Rafa.

__ADS_1


Cinta tersenyum, pipinya bersemu merah. Rasanya sudah sangat lama mereka tidak bercanda seperti ini beberapa bulan belakangan.


"I miss you too." Sambut Cinta.


Kini giliran Rafa yang tersenyum. Perlahan Rafa kembali mencium kening Cinta, lalu turun ke hidung, pipi dan bibirnya.


"Mau beribadah malam ini?" Bisik Rafa dengan suara beratnya.


Cinta mengangguk. Segera Rafa menggendongnya menuju kamar. Begitu tiba di kamar, tubuh Cinta langsung dibaringkan oleh Rafa diatas tempat tidur.


"Sayang, sudah minum susu hangatnya malam ini?" Tanya Rafa.


Cinta menggeleng. Segera Rafa bangun dari posisinya.


"Kalau begitu, mas buatkan dulu, ya." tersenyum pada Cinta yang masih berbaring seperti tadi.


Rafa melangkah menuju dapur. Dia membuatkan Cinta susu setiap malam dengan alasan untuk menjaga kesehatan Cinta. Padahal, itu akal akalan Rafa untuk membuat Cinta meminum pil KB nya saat akan melakukan ibadah malam mereka. Tentunya itu tanpa sepengetahuan Cinta.


Semua itu Rafa lakukan demi kebaikan Cinta. Terlebih Rafa tidak ingin terjadi sesuatu pada Cinta apapun itu.


"Sayang, susunya datang." Membawa segelas susu coklat panas kesukaan Cinta.


Dengan senang hati dan tanpa curiga, Cinta pun mereguk susu tersebut.


"Sudah." Memberikan gelas kosong pada Rafa.


Rafa meletakkan gelas itu ke atas nakas. Lalu, dia kembali berbaring di samping Cinta.


"Mas, jangan pernah tinggalkan aku. Karena aku belum bisa memberi anak untuk, Mas." Ucapnya.


Dibelainya wajah itu lembut. Rafa sudah sangat sering mendengar ucapan yang sama itu dari mulut Cinta. Dan Rafa pun seperti biasa tidak memberi jawaban untuk permohonan itu. Bukannya tidak mau berjanji. Hanya saja, Rafa merasa air matanya akan menetes saat itu juga apabila dia memjawab permohonan Cinta.

__ADS_1


'Tidak akan pernah aku tinggalkan, sayang. Percayalah, hanya kematian yang mampu memisahkan kita.' Ucap Rafa dalam hatinya dengan kembali menciumi wajah Cinta.


Merekapun menghabiskan malam hangat penuh cinta. Tidak ada suara yang terdengar kecuali suara cinta kasih sayang mereka saat ini. Hati keduanya berdoa, agar diberi kesembuhan dan bisa kembali memiliki seorang bayi mungil yang akan mempererat lagi tali cinta kasih diantara mereka.


__ADS_2