
Rafa sudah kembali ke Semarang bersama pak Bay. Jack tetap disuruh mengawasi rumah dan menjaga Cinta. Dan saat ini Jack sedang mengintrogasi dua pria suruhan Joy. Jack menyiram mereka menggunakan air es, agar mereka jera dan mau memberitahu info penting tentang Joy.
"Ampun... ampun..." Teriak mereka mengiba.
Badan mereka basah kuyup, bibir mereka terlihat biru keunguan dan gemetar karena kedinginan.
"Jawab saja pertanyaanku, maka aku akan membebaskan kalian." Bentak Jack mulai geram.
"Video... video." Ucap salah satunya dengan gemetar menahan rasa dingin di tubuh mereka.
Jack mendekat, ditariknya dagu pria itu dengan kasar. Ditatapnya dengan penuh amarah agar pria itu bisa mengatakan dengan lebih jelas lagi.
"Video apa?" Gertak Jack geram.
"Video pembunuhan dua belas tahun lalu." Ucapnya masih tergagap gagap.
Sebentar Jack terdiam. Dia mulai mengerti apa yang dimaksud pria itu.
"Febi memberikan video itu pada Joy." Pria yang satunya menyela.
"Febi?" Melepas dagu itu dengan kasar.
__ADS_1
"Iya, Febi yang memberikan Video itu pada Joy." Ulangnya.
Jack berdiri, dia hendak menemui Febi malam itu juga. Tapi, saat kakinya melangkah keluar dari gudang, Cinta sudah berdiri di depannya.
"Mau kemana Jack?" Tanya Cinta.
"Tidak kemanapun Nyonya. Saya hanya kesal karena mereka masih belum mau memberi info apapun." Kilah Jack berbohong.
"Berhentilah berbohong padaku Jack. Aku sudah mendengar semuanya." Ucap Cinta tidak suka dengan Jack yang berbohong padanya.
"Maafkan saya Nyonya. Biarkan saya menyelesikan masalah ini. Nyonya tetap dirumah. Karena dengan Nyonya tetap dirumah, maka saya akan lebih mudah melindungi Nyonya." Jelasnya.
"Aku tidak butuh perlindunganmu Jack. Aku hanya butuh bantuanmu saat ini."
"Maafkan saya Nyonya. Tuan akan membunuh saya jika sampai terjadi sesuatu pada Nyonya." Mengatakan dengan sedikit tegas.
"Percayalah Jack, Rafa tidak akan membunuhmu. Aku akan menjaga diriku dengan baik. Aku hanya butuh bantuanmu. Aku akan menemui Joy dan memancingnya untuk memperlihatkan video itu padaku. Dan saat aku sudah tahu isi video itu, aku akan beracting untuk merusakkan kamera itu." Jelasnya sangat rinci dengan strateginya.
"Lalu apa tugas saya?" Ucap Jack ragu.
"Tugas pertamamu, rahasiakan hal ini dari Rafa." Memohon pada Jack.
__ADS_1
Mata Jack terbelalak kaget mendengar Cinta memintanya untuk merahasiakan misi gila ini.
"Nyonya, biarkan saya mengurusnya..."
"Tidak Jack. Kamu akan dengan mudah masuk perangkap Joy, karena dia tahu kamu adalah kepercayaan Rafa. Tapi aku, Joy belum tahu tentang ingatanku. Dia masih sangat percaya padaku. Begitu juga dengan Febi." Jelasnya.
"Tapi nyonya..."
"Diam. Aku butuh bantuanmu. Sekarang kamu pakai ini. Antar aku ke dekat apartemen Joy." Memberikan benda kecil untuk dipasang ditelinga.
Dengan benda itu, Jack akan bisa mendengar semua pembicaraan Cinta nantinya. Dan sekarang Jack lagi lagi kebingungan. Dari mana Nyonya nya itu mendapat bemda sebagus dan semahal itu.
"Ternyata benar kata Hana, nyonya sangat berbahaya." Ucap Jack yang dengan terpaksa menerima benda kecil pemberian Cinta.
"It's me, Cinta Indira. Ketakutanku membuat semua ingatanku tertanam jauh dalam alam bawah sadarku, Jack. Dan saat ini, semua ingatan itu mulai kembali seutuhnya." Ucapnya sambil mencoba memasang benda itu ketelinganya dengan cara membalik badannya agar tidak terlihat oleh Jack.
"Sepertinya akan seru. Bersiaplah nyonya. kita akan melakukan misi hitam malam ini." Seru Jack, lalu melangkah menuju mobil. Jack memberi waktu pada Cinta untuk bersiap.
Eits, kelupaan. Rupanya Mila diam diam menguping pembicaraan Cinta dan Jack. Tapi tenang, bik Imah dan dua maid lainnya sudah menyiapkan jebakan untuk Mila dan temannya, agar tidak bisa melaporkan pada Febi.
"Bismillah... misi segera dimulai." Ucap Cinta, saat berhasil menyelesaikan semua perlengkapannya.
__ADS_1
Lalu Cinta melangkah dengan anggunnya nenuju mobil yang sudah disiapkan oleh Jack.