
"Kamu benar benar yang terbaik nona Febi." Pujinya yang merasa puas dengan hasil kerja Febi. "Sesuai janjiku, aku akan mengabulkan satu keinginanmu. Sebutkan apa itu!"
Febi tersenyum, "Aku ingin menjadi Direktur RC Holding. Tapi, rahasiakan siapa aku sebenarnya dari Rafa." Ucapnya juga menggunakan bahasa Thailand.
Mr.Bami menyetujui keinginan Febi. Sebentar lagi, RC Holding akan menjadi milik Febi seutuhnya. Karena memang lima menit yang lalu, Rafa sudah menyerahkan seluruh saham RC Holding pada Reyhan yang menjadi rekan perbisnisan Rafa selama hampir lima tahun terakhir, dan juga merupakan sahabat baik Rafa yang juga membantunya saat Joy hendak melakukan operasi plastik dua tahun yang lalu.
Mr.Bami berhasil mempengaruhi Reyhan untuk mengkhianati Rafa dengan mengancamnya akan membuat Reyhan bangkrut. Karena kondisi perusahaan Reyhan memang sedang kacau, dia dikhianati oleh orang orang kepercayaannya yang memang telah bertekuk lutut pada Mr.Bami. Kondisi inilah yang membuat Reyhan akhirnya mengkhianati Rafa. Sementara Rafa menyerahkan sahamnya untuk meminta Reyhan menyimpan sementara dan menyembunyikan dari Mr.Bami.
Sementara itu, saat ini Rafa sedang bersantai bersama istri tercinta di istana baru mereka.
"Mas, aku ingin banget makan buah manggis tapi yang langsung dipetik dari pohonnya." Rengeknya manja.
"Buah manggis langsung dari pohonnya!" Ulang Rafa mencoba berpikir dimana dia akan menemukan pohon manggis.
__ADS_1
"Iya, Mas. Pasti serukan langsung memetik dari pohonnya. Terus aku juga memang ingin sekali melihat pohon manggis. Katanya pohon manggis itu banyak dahannya sehingga memudahkan untuk memanjatnya. Kan seru kalau kita memetik buah manggis langsung memanjat pohonnya." Membayangkan apa yang akan dilakukannya saat melihat pohon manggis.
"Tapi sayang, dimana kita bisa menemukan pohon manggis?"
"Ya kita cari dong mas. Ini aku juga lagi mencoba menelusuri google map, siapa tahu ada alamat lokasi yang ada pohon manggisnya." Mengutak atik layar ponselnya.
Rafa hanya tersenyum getir mendengar apa yang dikatakan Cinta. Rasanya agak aneh mencari keberadaan pohon manggis melalui google map. Tapi, ya sudahlah. Jika ratu sudah mengatakan seperti itu, Rafa bisa apa. Yang bisa dia lakukan hanya mengiyakan saja.
"Mas, telpon Jack. Siapa tahu Jack punya kenalan yang punya kebun manggis. Jack kan bisa melakukan apapun." Menyarankan pada Rafa untuk menanyakan pada Jack.
"Wah, kalau pohon manggis aku tidak tahu Tuan. Melihatnya saja belum pernah." Sahut Jack melalui ponsel. Rafa sengaja mengeraskan volume agar Cinta bisa mendengar sendiri ucapan Jack.
"Coba pergi keperkebunan di daerah puncak, Tuan. Saya pernah dengar, kalau buah manggis yang dijual dipasaran berasal dari sana." Hana menyarankan.
__ADS_1
"Benarkah?" Teriak Cinta senang.
"Iya, Cin. Aku pernah mendengar dari orang orang dipasar saat membeli buah buahan beberapa bulan lalu."
"Thanks Hana, kamu memang yang terbaik." Memuji Hana.
Segera saja Cinta bersiap, bahkan sangking bahagianya dia sampai lupa memakai cadarnya dan langsung berlari menuju mobil. Tapi, sebelum Cinta melangkah keluar, Rafa sudah lebih dulu meraih tangannya. Membuat Cinta membalikkan tubuhnya untuk menghadap. Lalu, dengan telaten Rafa memakaikan kain cadar di wajah Cinta.
"Beres." Tersenyum menatap Cinta yang juga tersenyum. Lalu, Rafa menggandeng Cinta menuju mobil.
"Nanti aku mau metik sendiri buah manggisnya, boleh ya Mas?"
"Iya boleh. Tapi sayang jangan terlalu senang dulu, Hana kan tadi cuma bilang kemungkinan pohonnya ada disana." Membukakan pintu mobil untuk Cinta.
__ADS_1
"Iya suamiku. Tapi, aku yakin pohonnya pasti ada." Menutup pintu mobil dan langsung memasang sitbeltnya.