Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti
AMPP 2 (Bab 10)


__ADS_3

"Sayangnya mama lapar banget ya!" Mengelap keringat didahi Jaya. Matanya terpejam tapi kaki dan tangannya terus bergerak dengan aktif.


"Udah dulu ya, mimiknya. Kita harus kedapur bantu Tante Cinta masak, ya sayang." Mengelus lembut wajah Jaya yang belum mau berhenti mimik.


Sementara itu, Cinta sudah mulai memotong kacang panjang. Dia berniat membuat masakan kesukaan suaminya tumis kacang panjang campur udang.


"Cin, mau masak apa?" Hana menghampiri Cinta di dapur.


"Eh Han, kamu kok bawa sikecil kesini?" Mencium pipi Jaya yang berada dalam gendongan Hana.


"Kita mau bantuin masak, tante." Ucap Hana seakan Jaya yang bicara.

__ADS_1


"Udah deh, Hana. Kalian duduk aja di sana sambil nonton tv. Aku sudah biasa masak sendirian kok." Mendorong tubuh Hana menuju sofa ruang tengah.


"Kalian tunggu disini saja ya. Gemes deh sama keponakan tante yang tampan ini." Mencium Jaya sekali lagi sebelum melanjutkan memasak.


Di kamarnya, Rafa sedang mendiskusikan sesuatu yang sepertinya amat penting dengan Jack. Mereka bahkan tidak sempat untuk sekedar mengucapkan selamat pagi ataupun mencuci wajah mereka.


"Seingatku, Mr.Bami muncul tepat setelah satu tahun Joy dalam kurungan. Rasanya mustahil Mr.Bami berhubungan dengan Joy." Jack mencoba mengingat sesuatu.


"Tidak Jack. Aku yakin banget, Mr.Bami salah satu tangan kanan Joy. Atau bisa jadi Mr.Bami adalah Joy yang berhasil melakukan operasi merubah wajahnya." Melihat dengan jelas poto Mr.Bami dilayar laptopnya.


"Lihat orang orang ini Jack, mereka adalah antek anteknya Mr.Bami. Karena itulah aku mau kamu menyelidiki mereka satu persatu. Apa yang sebenarnya mereka lakukan demi Mr.Bami."

__ADS_1


Keduanya saling menatap untuk sesaat. Jack memahami apa yang dimaksudkan Rafa. Tapi, untuk menyelidiki lebih dari tiga puluh orang itu akan sangat melelahkan. Pastinya akan membuat Jack kembali sibuk dan tidak punya waktu untuk bermain bersama anak dan istrinya.


"Jack, aku janji akan memberi ruang gerak yang bebas dan aman untuk Hana dan Jaya. Kekhawatiranmu tentang mereka juga sama seperti yang aku rasakan. Terlebih saat ini Cinta baru saja kembali mengandung anakku, buah cinta kami yang selama ini kami nanti nantikan." Jelasnya.


"Maafkan karena kekhawatiran saya Tuan." Ucap Jack tidak enak hati.


"Kita hanya perlu memastikan apakah Mr.Bami dan antek anteknya berbahaya untuk keselamatan kita atau tidak. Jika ternyata Mr. Bami tidak berbahaya sama sekali, maka kita lupakan semua misi penyelidikan ini. Karena pada saat itu, berarti kita bisa hidup tenang dan aman selamanya bersama anak anak dan istri kita." Memegang kedua bahu Jack untuk meyakinkannya.


"Secepatnya akan aku selesaikan semua penyelidikan ini Tuan. Tapi, jika boleh aku memberi saran, bisakah tuan mengajak nyonya Cinta pindah dari rumah ini. Karena kemarin sore saya melihat ada beberapa pria bertopeng mengendap endap di balik pagar rumah ini, tuan." Jelas Jack menceritakan kejadian kemaren sore.


Sebentar Rafa terdiam dan mencoba memikirkan saran Jack. "Aku akan mencari tahu siapa pria pria bertopeng itu. Dan secepatnya aku akan pindah dari rumah ini." Menerima saran baik dari Jack demi keselamatan istri dan calon buah hatinya.

__ADS_1


"Mas, Jack… ayok turun, kita sarapan dulu. Aku masak kesukan mas loh!" Teriaknya dari depan anak tangga menuju lantai atas.


Suara teriakan Cinta membuat mereka bergegas membereskan laptop dan beberapa fail. Lalu Rafa menggandeng Jack untuk turun memenuhi panggilan Cinta mengajak mereka sarapan.


__ADS_2