
"Tuan, malam ini nyonya Cinta sedang bersiap untuk pindah kerumah lamanya." Jack mengatakan hal itu dengan ragu.
"Maksudnya?" Rafa tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Jack tentang pindah rumah.
"Saya minta maaf tuan. Sebenarnya, Hana dan nyonya Cinta sudah bergerak untuk memulai misi mereka mendapatkan rumah lama nyonya cinta yang merupakan tempat teraman untuk tinggal tampa menarik perhatian Joy dan semua mata matanya." Penjelasan Jack membuat Rafa terkejut.
"Putar balik mobilnya. Kita pulang sekarang." Perintah Rafa yang langsung disetujui Jack dengan senang hati.
Lima menit…
Sepuluh menit…
Dua puluh menit…
Satu jam…
Dua jam…
Tiga jam…
__ADS_1
Empat jam…
Cinta dan Hana sudah lebih dulu tiba dirumah. Saat ini, Hana sedang menina bobokkan sikecil. Sementara Cinta mulai memasukkan bajunya dan juga baju baju Rafa ke dalam tiga koper.
"Han, bagaimana kalau ternyata Rafa nggak suka dengan ide ini?" Merasa khawatir, tapi dia terus berkemas.
"Lupakan Rafa sejanak Cinta. Kalau kamu sudah benar benar pindah, Rafa juga akan langsung ikut kamu kok." Sahut Hana dengan suara yang sangat pelan karena si kecil mulai terlelap.
"Semoga saja." Selesai mengemasi pakaian. Sebenarnya masih banyak pakaian yang tersisa. Semua itu pakaian pakaian lama yang memang sudah jarang dipakai oleh cinta dan Rafa. Karena itulah Cinta membiarkan saja pakaian pakaian itu dilemari.
Kini Cinta menuju ruang kerja Rafa, dia mulai memeriksa file file penting dan memasukkan kedalam kardus kardus besar.
Tidak ada sahutan dari Hana, tapi Cinta malah mendengar suara langkah kaki semakin mendekat padanya. Dia tetap berkemas tampa menolah kearah langkah kaki tersebut.
"Kenapa harus capek capek berkemas, sayang." Suara itu membuat Cinta berhenti berkemas. Perlahan dia menoleh pada pemilik suara itu.
"Mas, sudah pulang?" Berdiri dengan ragu ragu.
Rafa melangkah semakin mendekat, sampai dia bisa menarik tubuh Cinta masuk dalam pelukannya. "Rumah ini akan tetap menjadi milik kita." Ucapan Rafa membuat Cinta merasa bersalah, terlebih dia sudah menandatangani kontrak perjanjian.
__ADS_1
"Jack sudah menyelesaikan semuanya. Pemilik rumah itu sudah mas belikan rumah lain yang dekat dengan rumah sakit. Mas juga sudah mengurus biaya pengobatan anak mereka. Jadi, kedua rumah adalah milik sayang." Menjelaskan perlahan sambi terus mengelus punggung Cinta yang dengan nyaman berada dalam pelukan suaminya.
"Tuan, kami mau pulang." Pamit Jack.
"Loh kok pulang? Berarti aku akan kembali kesepian dong." Bersedih.
"Tenang saja Nyonya. Saya sudah menempatkan empat orang pelayan di rumah itu, dua orang tukang kebun, dua orang satpam, satu orang sopir dan setiap sudut rumah sudah mulai dipasang cctv lengkap dengan dua orang pengawas cctv." Jelas Jack pada Cinta.
"Benarkah?" Menatap dalam kedua mata Rafa. Dan Rafa tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban dari ketidak yakinan Cinta dengan apa yang dijelaskan Jack.
"Wah, Jack yang terbaik." Mengangkat dua jempol kearah Jack.
Jack hanya tersenyum dengan sedikit menunduk, sebagai tanda ucapan terimakasihnya atas pujian itu. Sedangkan Hana dengan perlahan mengangkat tubuh si kecil yang sudah terlelap. Dia siap untuk ikut pulang bersama Jack.
"Besok, pagi pagi sekali saya akan membantu Tuan dan Nyonya untuk pindahan."
"Terimakasih Jack. Tapi, apa asisten rumah yang kamu pilihkan sudah dapat dipastikan kejujuran mereka?" Tanya Cinta yang masih khawatir dengan hal itu.
"Saya pastikan semua asisten yang saya pilih sudah melewati tahap tes dan juga sudah saya selidiki latar belakang kehidupan mereka sejak bulan lalu." Jack benar benar bekerja keras selama kurang lebih empat jam yang lalu.
__ADS_1
"Kamu memang yang terbaik Jack. Ok, kalian boleh pulang, dan pastikan besok datang lagi untuk membantu kepindahan kami." Tersenyum pada Hana sambil melangkah mendekat dan mengecup lembut pipi Jaya yang terlelap dalam gendongan Hana.